BURUNG HANTU, SAHABAT PEKEBUN KELAPA SAWIT DALAMMENGENDALIKAN HAMA TIKUSFriday, 02 May 2008
BURUNG HANTU, SAHABAT PEKEBUN KELAPASAWIT DALAM MENGENDALIKAN HAMA TIKUS olehHeru Tri Widarto
Pusing mengatasi serangan tikus di lahan perkebunan kelapasawit anda? Dalam menghadapi masalah, ada pemeo yangmengatakan “serahkan pada ahlinya”. Lalu, siapa ahli dalammengendalikan tikus di kebun kelapa sawit? Tentu saja, burunghantu!
Baca selengkapnya...
BURUNG HANTU SEBAGAI MUSUH ALAMI TIKUS
Kegiatan budidaya tanaman perkebunan tidak terlepas dari serangan organismepengganggu tumbuhan (OPT). Salah satu hama utama pada beberapa komoditas unggulanperkebunan adalah tikus. Beberapa spesies tikus yang sering menjadi hama pada tanamanperkebunan, antara lain adalah
Rattus rattus tiomanicus
,
R
.
r. exulans
,
R
.
r. argentiventer
dan
R
.
rattus
diardii
pada kebun kelapa sawit serta
Bandicota indica
,
R
.
r. argentiventer
,
dan
R
.
r.exulans
pada kebun tebu. Pengendalian hama tikus secara terpadu umumnya dilakukandengan memadukan cara-cara mekanis seperti perburuan (gropyokan), kimiawi maupunbiologis menggunakan musuh alami. Salah satu musuh alami yang dikenal sangat efektif dalampengendalian tikus adalah burung hantu putih,
Tyto alba
.Burung hantu tersebar hampir di seluruh bagian dunia. Di Indonesia sendiri, selain
T
.
alba
yang berasal dari Famili Tytonidae, juga terdapat beberapa genus dari Famili Strigidae,seperti:
Otus
,
Bubo
, dan
Ninox
.Walaupun telah dikenal jauh sebelumnya,
T. alba
baru dideskripsikan secara resmipada tahun 1769 oleh seorang naturalis berkebangsaan Italia bernama Giovanni Scopoli. Namaspesies
alba
dipilih berdasarkan warna bulu badannya yang putih. Nama lain dari
T.alba
antaralain adalah: burung hantu muka monyet, burung hantu kerdil, burung hantu emas, burung hantuperak, burung hantu malam, burung hantu tikus, burung hantu pemekik, burung hantu jeramidan burung hantu cantik.
BIO-EKOLOGI BURUNG HANTUKlasifikasi biologi
Kerajaan : AnimaliaFilum : ChordataSub Filum : VertebrataKelas : Aves