Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
shalat_tarawih

shalat_tarawih

Ratings: (0)|Views: 748|Likes:

More info:

Published by: Indra Sutriadi Pipii on Sep 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

SHALAT TARAWIH NABI\ue000 DAN SALAF AL-SHALEH
Agus Hasan Bashori
Abu Hamzah al-Qomari

Shalat tarawih adalah bagian dari shalatnafilah (Tathawwu\u2019) yang disunnahkan untuk dikerjakan secara berjama\u2019ah di bulan Ramadhan, ia adalah sunnah muakkadah, ia disebut tarawih karena mereka duduk untuk istirahat setiap selesai dari empat rakaat.

Tarawih adalah bentuk jama\u2019 daritar wihah, menurut bahasa berartijals ah (duduk). Kemudian duduk pada bulan Ramadhan setelah selesai dari empat rakaat disebut tarwihah, karena dengan duduk itu orang-orang bisa istirahat dari lamanya melakasanakan Qiyam Ramadhan, bahkan para salaf bertumpu pada tongkat karena terlalu lamanya berdiri. Dari situ kemudian setiap empat rakaat, disebut tarwihah dan kesemuanya disebut tarawih secara majaz.

Aisyah -radhiyallahu 'anha- ditanya, \u201cBagaimana shalat Rasul\ue000 dibulan Ramadhan?\u201d Dia menjawab, \u201cBeliau tidak pernah menambah \u2013di Ramadhan atau diluarnya- lebih dari 11 rakaat. Beliau shalat empat rakaat, maka jangan ditanya tentang bagusnya dan lamanbya. Kemudian

beliau shalat 3 rakaat.\u201d (HR. Bukhori). Kata\u0651\u062b adalah kata penghubung yang memberikan makna
berurutan dan adanya jedah waktu.

Rasul Allah\ue000 shalat empat rakaat dengan dua kali salam, kemudian beristirahat. Hal ini berdasarkan keterangan Aisyah -radhiallahu 'anha- sendiri, \u201cadalah Rasul Allah melakukan shalat pada waktu setelah selesainya shalat isya\u2019 hingga waktu fajar sebanyak 11 rakaat, mengucapkan salam pada setiap dua rakaat, dan melakukan witir dengan satu rakaat.\u201d (HR Muslim).

Juga berdasarkan keterangan Ibn Umar\ue001, bahwa seseorang bertanya, \u201cWahai Rasul Allah
bagaimana shalat malam itu?\u201d Beliau menjawab,
\u064d\u0629\u064e\u062f\u0650\u062d\u0627\u064e\u0648\ue000\u0628 \u0652\u0631\ue001\u062a \u0652\ue002\ue003\u0623\ue003\u0641 \u064e\ue004\u0652\ue005 \ue006\u0635\u0644\u0627 \u064e\ue007\ue008\ue009\ue001\u062e \u0627\ue003\u0630\ue001\ue00a \ue003\u0641 \u0649 \u064e\u0646 \ue008\ue00b \u064e\u0645 \u0649 \u064e\u0646 \ue008\ue00b \u064e\u0645
\u201cYaitu dua rakaat, dua rakaat, maka apabila kamu khawatir shubuh, berwitirlah dengan satu
rakaat.\u201d (HR Bukhori).
Dalam hadits Ibn Umar yang lain disebutkan,
\u0650\ue00c \ue00a \u064e\ue00d \u064e\u0639\ue008\u0643\u064e\ue00e \u0650\ue00c \ue00a \u064e\ue00d \u064e\u0639\ue008\u0643\u064e\ue00e \u0650\ue00e\ue00a\u064e\u0647\ue00f\u0646 \u0644\u0627\u064e\ue002 \ue000\ue010\u0652
\u064a \ue011\ue012\u0644\u0627 \u064f\u0629\ue013\u064e\ue014
\u201cShalat malam dan siang dua rakaat dua rakaat.\u201d (HR Ibn Abi Syaibah: 6620)
(al-Shalah, 309; al-Tauhid, 5/251; al-Hawadits, 140-143; Fath al-Bari, 4/250; al-Ijabat al-
Bahiyyah, 18; al-Muntaqa, 4/49-51)
FADILAH QIYAM RAMADHAN
1. Hadits Abu Hurairah\ue001,
\ue001\ue015\ue000\ue005 \u0652\ue016 \ue003\u0630 \ue017\ue018\u0645\u0650 \u064e\ue019\ue00f\u062f\ue003\u0642\u064e\u062a \ue00a \u064e\u0645 \ue01a\ue015\ue003\u0644 \u064e\u0631\ue001\ue009\ue01b\u063a \ue00a\u064b\u0628 \ue00a \u064e\u0633\ue001\ue00d\ue017\u062d\u0627\u064e\ue002 \ue00a\u064b\ue016 \ue00a \u064e\ue01c\u0652\ue01d \ue000\u0625 \ue01e\ue00c \ue00a \u064e\u0636\u064e\u0645\u064e\ue00e \ue019\ue003\ue00a\ue003\ue01f \u0652\ue018\u064e\u0645
\u201cBarang siapa melakukan qiyam (lail) pada bulan Ramadhan, karena iman dan mencari pahala
maka diampuni untuknya apa yang telah lau dari dosanya.\u201d

Maksud qiyam Ramadhan secara khusus, menurut imam Nawawi adalah shalat tarawih. Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih itu bisa mendatangkan maghfirah dan bisa menggugurkan semua dosa, tetapi dengan syarat karena motif iman; membenarkan pahala-pahala yang dijajikan oleh Allah dan mencari pahala tersebut dari Allah. Bukan karena riya\u2019 atau sekedar adat kebiasaan. (Fath al-Bari 4/251; Tanbih al-Ghafilin 357-458; Majelis Ramadhan, 58; al-Tauhid, 3/320; al-Ijabat al-Bahiyyah, 6)

Hadits ini dipahami oleh para salaf shaleh, termasuk oleh Abu Hurairah\ue001 sebagai anjuran yang kuat dari Rasul Allah\ue000 untuk melkukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih, tahajud, dan lain-lain). (al-Tauhid, 3/311-317; Sunan Abi Daud, 166).

\u2022
Hadits Abd al-Rahman ibn Auf\ue001,
\ue00a\ue016\ue00a\ue020\u0625 \ue015\u0645\ue00a\ue01f\ue002 \ue015\u0645\ue00a\ue014 \ue018\ue01c\u0641 \ue015\u0645\ue00a\u064a\ue01f \ue021\ue01c\ue012\u0633\ue01c\ue012\u0644 \ue007\u0646\u0646\ue022 \ue023\u0625\ue002 \ue015\u0645\ue00a\u064a\ue014 \ue024\u0627 \ue025\u0631\u0641 \u0631\u0647\u0634 \ue00c\ue00a\u0636\u0645\ue00e \ue00c\u0625
\ue015\u0645\ue026 \ue015\u062a\u062f\u0644\ue002 \ue019\u0648\u064a\u0643 \ue027\u0648\ue016\ue028\u0644\u0627 \ue018\u0645 \u062c\u0631\u062e \ue00a\u0628\ue00a\u0633\ue00d\u062d\u0627\ue002
\u201cSesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya dan sesungguhnya

aku menyunnahkan Qiyamnya untuk orang-orang Islam, maka barang siapa puasa Ramadhan dan Qiyam ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa- dosanya sebagaimana bayi yang dilahirkan oleh ibunya.\u201d (HR Ahmad, Ibnu Khuzaimah, ibn

Majah, al-Bazzar, Abu Ya\u2019la dan Abd Razzaq meriwayatkannya dari Abu Hurairah ra). Al- Albani berkata : Yang Shahih hanya kalimat yang kedua saja, yang awal dhaif (Sunan ibn Majah, 146-147; al-Ijabat al-Bahiyyah, 8-10).

\u2022
Hadits Abu Dzar\ue001,
\ue029\ue02a\ue012\u064a \u0644 \ue01a\ue019\ue00a\u064a \ue001\ue01f \ue01a\ue015\ue003\u0644 \u064e\ue02b\ue001\ue00d \ue01b\u0643 \u060c\u064e\ue02c\ue000
\u0631\u064e\u0635\u0652\u0646 \u064e\ue01d \u0649 \ue00f\ue00d \u064e\u062d \ue000\ue019\ue00a\u0645\u0650\ue02d\u0627 \u064e\ue02e\u064e\u0645 \ue01e\ue019\ue00a\ue003\ue01f \u0652\ue018\u064e\u0645
\u201cBarang siapa qiyam al-lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala)
qiyam satu malam (penuh).\u201d (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, ibn Majah, Nasai, dan lain-lain,
Hadits Shahih). (lihat al-Ijabat al-Bahiyyah, 7).
Hadits ini sekaligus juga memberikan anjuran agar melakukan shalat tarawih secara berjamaah
dan mengikuti imam hingga selesai.
SHALAT TARAWIH DI JAMAN NABI\ue000

Nabi\ue000 telah melaksanakan dan memimpin shalat tarawih, beliau malah menjelaskan fadhilahnya dan menyetujui jama\u2019ah tarawih yang dipimpin oleh sahabat Ubay bin Ka\u2019ab. Berikut ini adalah dalil-dalinya.

1. Hadits Nu\u2019man bin Basyir\ue001, ia berkata, \u201cKami melaksanakan qiyam lail (tarawih) bersama Rasul Allah\ue000 pada malam 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga malam, kemudian kami shlat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan (berakhir) sampai separoh malam, kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur (falah). (HR Nasa\u2019i, Ahmad, al-Hakim, shahih).

2. Hadits Abu Dzar\ue001, ia berkata, \u201cKami puasa, tetapi Nabi\ue000 tidak memimpin kami untuk melakukan shalat (tarawih), hingga ramadhan tinggal tujuh hari lagi, maka Rasul Allah mengimami kami shalat sampai hilang sepertiga malam, kemudian beliau tidak keluar lagi pada malam keenam. Dan pada malam kelima beliau memimpin shalat lagi sampai hilang separoh malam, lalu kami berkata kepad Rasul Allah\ue000, \u201cSeandainya engkau menambah

lagi untuk kami sisa malam kita ini?\u201d Maka belliau bersada:
\ue029\ue02a\ue012\u064a \u0644 \ue01a\ue019\ue00a\u064a \ue001\ue01f \ue01a\ue015\ue003\u0644 \u064e\ue02b\ue001\ue00d \ue01b\u0643 \u060c\u064e
\ue02c\ue000\u0631\u064e\u0635\u0652\u0646 \u064e\ue01d \u0649 \ue00f\ue00d \u064e\u062d \ue000\ue019\ue00a\u0645\u0650\ue02d\u0627 \u064e\ue02e\u064e\u0645 \ue01e\ue019\ue00a\ue003\ue01f \u0652\ue018\u064e\u0645
\u201cBarang siapa shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai, maka ditulis untuknya
shalat semalam (suntuk).\u201dKemudian beliau tidak memimpin shalat lagi hingga Ramadhan

tinggal tiga hari lagi, maka beliau memimpin kami shalat pada malam ketiga, beliau mengajak keluarga dan istrinya. Beliau mengimami sampai kami khawatir tidak mendapat falah, saya (Rowi) bertanya, apa itu falah? Dia (Abu Dzar) berkata : Sahur. (HR Nasai, Tirmidzi, ibn Majah, Abu Daud, Ahmad, Shahih).

3. Tsa\u2019labash bin Abi Malik al-Qurazhi\ue001 berkata, \u201cRasul Allah\ue000 pada suatu malam keluar rumah di malam Ramadhan kemudian beliau melihat sekumpulan orang di sebuah pojok masjid sednag melaksankan shalat, beliau lalu bertanya, \u201cApa yang sedang mereka lakukan?\u201d Seseorang menjawab, \u201cYa Rasul Allah sesungguhnya mereka itu adalah orang-

orang yang tidak membaca al-Qur\u2019an, sedang Ubay bin Ka\u2019ab ahli membaca al-Qur\u2019an,
maka mereka shalat (ma\u2019mum) dengan shlatnya Ubay.\u201d Beliau lalu bersabda:
\u0627\u0648\u064f\u0628 \ue00a \ue01e\ue014\ue026 \u0652\u062f\ue003\ue01f \ue017\ue002\ue026 \u0627\u0648\ue01a\u0646 \u064e\u0633\ue017\u062d\ue026 \u0652\u062f\ue003\ue01f

\u201cMereka telah berbuat baik atau telah berbuat benar.\u201d Beliau tidak membencinya. (HR Abu Daud dan al-Baihaqi), ia berkata: Mursal Hasan. Syekh al-Albani berkata: telah diriwayatkan secara mursal dari jalan lain dari Abu Hurairah dengan sanad yang tidak bermasalah (bisa diterima). (Shalat al-Tarawih, 9)

SHALAT TARAWIH DI ZAMAN KHULAFAUR ROSYIDIN

1. Para sahabat Rasul\ue000 shalat tarawih di masjid Nabawi pada malam-malam ramadhan secara awza\u2019an (berpencar-pencar) orang yang bisa membaca al-Qur\u2019an ada yang mengimami 5 orang, ada yang 6 orang, ada yang lebih sedikit dari itu dan ada yang lebih banyak. Az-Zhuhri berkata, \u201cKetika Rasul Allah\ue000 wafat, orang-orang shalat tarawih dengan cara seperti itu, kemudian pada masa Abu Bakar caranya tetap seperti itu, begitu pula awal khalifah Umar.\u201d

2. Abd al-Rahman bin Abdul Qari\u2019 berkata, \u201cSaya keluar ke masjid bersama Umar\ue001 pada bulan ramadhan, ketika itu orang-orang pada berpencaran, ada yang shalat sendirian, dan ada yang shalat dengan jama\u2019ah yang kecil (kurang dari sepuluh orang), Umar berkata, \u201cDemi Allah saya melihat (berpandangan), seandainya mereka saya satukan di belakang satu imam tentu lebih utama.\u201d Kemudian beliau bertekad dan mengumpulkan mereka di bawah pimpinan Ubay bin Ka\u2019ab, kemudian saya keluar lagi bersama beliau pada malam lain, ketika itu orang-orang sedang shalat di belakang imam mereka, maka Umar\ue001 berkata, \u201cIni adalah sebaik-baik hal baru\u201d. Dan shalat akhir malam nanti lebih utama dari shalat yang mereka kerjakan sekarang. Kejadian ini terjadi pada tahun 14 H.\u201d

3. Umar\ue001 mengundang para Qari\u2019 di bulan Ramadhan lalu memberi perintah kepada mereka agar yang paling cepat bacaanya membaca 30 ayat (+ 3 halaman) dan yang sedang agar membaca 25 ayat (+ 2 halaman).

4. Al-A\u2019raj (seorang tabi\u2019in) berkata, \u201cKami tidak mendapati orang-orang melainkan mereka sudah melaknat orang kafir (dalam do\u2019a) di bulan Ramadhan, ia berkata, \u201csang qari\u2019 (imam) membaca surat al-Baqarah dalam 8 rakaat, jika ia telah memimpin 12 rakaat barulah orang-orang merasa kalau imam meringankan.\u201d

5. Abdullah bin Abi Bakr berkata: \u201cSaya mendengar bapak saya berkata, \u201cKami sedang pulang dari shalat (tarawih) di malam Ramadhan, menyuruh pelayan agar cepat-cepat menyiapkan makanan karena takut tidak mendapat sahur.\u201d

6. Saib bin Yazid berkata, \u201cUmar\ue001 memerintah Ubay bin Ka\u2019ab dan Tamim ad-Dari\ue001 agar memimpin shalat tarawih pada bulan Ramadhan dengan 11 rakaat, maka sang qori\u2019 membaca dengan ratusan ayat hingga kita bersandar pada tongkat karena saking lamanya berdiri, maka harus tidak pulang dari tarawih melainkan sudah di ujung fajar.\u201d

(Fath al-Bari, 4/250-254; Shalah al-Tarawih, 11; al-Ijabat al-Bahiyyah, 15-18; al-Majmu, 4/34).
BERAPA RAKAAT SHALAT TARAWIH DAN SHALAT WITIR
Mengenai masalah ini para ulama salaf telah berselisih dengan perselisihan yang cukup banyak

(variasinya) hingga mencapai belasan pendapat sebagaimana di bawah ini.
1. 11 rakaat (8 + 3 witir), riwayat Malik dan Said bin Manshur.
2. 13 rakaat (2 rakaat ringan + 8 + 3 Witir), riwayat Ibnu Nashr dan Ibnu Ishaq, atau (8 + 3 +

2 atau 8 + 5 menurut riwayat Muslim).
3. 19 rakaat (16 + 3).
4. 21 rakaat (20 + 1), riwayat Abdur Razzaq.

5. 23 rakaat (20 + 3), riwayat Malik, ibn Nashr dan al-Baihaqi, ini adalah madzhab Abu

Hanifah, Syafi\u2019i, Ats-Tsuri, Ahmad, Abu Daud dan Ibnul Mubarak.
6. 29 rakaat (28 + 1).
7. 39 rakaat (36 + 3), Madzhab malik atau (38 + 1).
8. 41 rakaat (38 + 3), riwayat ibn Nashr dari persaksian Shalah Mawla.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Adim Kdi liked this
Asp Abi liked this
Asp Abi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->