Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
134Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Resume Teori Hukum

Resume Teori Hukum

Ratings: (0)|Views: 27,399|Likes:

More info:

Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on Sep 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/26/2013

pdf

text

original

 
Resume TEORI HUKUMMengingat, Mengumpulkan dan Membuka KembaliProf. Dr. H.r. Otje Salman. S., S.HAnthon F. Susanto, S.H, M.HumBAGIAN SATUApakah Hukum itu ?A. Memahami Permainan Bahasa.Perlu cara untuk memandu sesorang agar memperoleh gambaran yang jelas tentang apa hukum itu. Banyak literatur yang mencoba memecahkanpersoalan ini, demikian halnya dengan teori dan filsafat hukum.Keragamanan tidak harus membingungkan, paling tidak menurut tulisandalam buku ini akrena pada dasarnya argumentasi tertentu bertolak daricara berpikir yang tidak seragam yang dilator belakangi oleh pendidikanserta kehidupan seharai-hari yang berbeda pula.Dilihat dari perkembangan aliran pemikiran (hukum) satu aliran pemikiranakan bergantung pada aliran pemikiran lainnya sebagai sandaran kritikuntuk membengun kerangka teoritik berikutnya. Munculnya aliran pemikiranbaru tidak otomatis bahwa aliran atau pemikran lama ditinggalkan. Sulitnyauntuk meramu seluruh ide yang berkembang dalam hukum, karena duaalasan yaitu :- Hukum adalah objek kajian yang masih harus dikonstruksi (dibangun)sebagaimana kaum konstrukvitis menjelaskan, diciptakan menurut istilahpositivistic atau menggunakan bahasa kaum hermeniam ‘ditafsirkansehingga dengan demikian cara pandang seseorang tentang hukum akanditentukan oleh bagimana orang tersebut mengonstruksi, menciptakan ataumenafsirkan mengenai apa yang disebut hukum itu.- Satu pemikiran (aliran tertentu) akan memiliki latar belakang atausudut pandang yang berbeda dengan aliran (pemikiran) lain, ini merupakanragam kelemahan dan keunggulan masing-masing. Kondisi ini padadasarnya memberikan keleluasaan karena hukum akan menjadi wilayahterbuka yang mungkin saja hailnya lebih positif.Kata ‘hukumdigunakan banyak orang dalam cara yang sangat umumsehingga mencakup seluruh pengalaman hukum, betapapun bervariasinyaatau dalam konteksnya yang sederhana. Namun dalam sudut pandang yangpaling umum sekalipun, hukum mancakup banyak aktivitas dan ragamaspek kehidupan manusia.
 
B. Mengapa Pertanyaan itu penting.Seberapa penting pertanyaan itu diajukan, terdapat alas an tertentu tetapitentu saja sepeerti yang dijelaskan oleh Nonet-Selznick gambaran hukumpada dasarnya menarahkan kepada sekumpulan orang buta yangberkerumun untuk memegang gajah. Namun pada prinsipnya devinisihukum diharapkan mampu memberikan penjelasan terhadap teori yangtelah disusun sebagaimana dijelaskan bahwa sebaiknya devinisi harusmemiliki hubungan analitis dengan konteks teori yang lebih luas.Hukum adalah sebuah wilayah dimana setiap orang harus mengkonstruksi,menciptakan atau menafsirkan (sesuatu yang artificial), barulah kemudiandia akan mempu menjelaskan apakah hukum itu.C. Mencari Alternatif.Menurut Smith dalam penjelasannya bahwa hukum seyogyanya dilihatsebagai model jaringan yang memiliki posisi atau kedudukan sederajatdengan disiplin lain. Karena itu hukum harus memiliki kemampuan yangsetara atau bahkan lebih dari disiplin lain itu untuk menyelesaikan problembaik kedalam (ilmu itu sendiri atau teoritis) maupun keluar (praktis ataupragmatis). Kedua, dengan posisinya itu berarti hukum manjadi wilayahyang bersifat terbuka dan peka, artinya hukum bukan semata-mata wilayahyang steril namun sebuah sebuah wilayah yang bersifat multi daninterdisipliner sehingga perubahan yang terjadi dalam dunia ilmu (padaumumnya) harus bisa dicerna (dirasakan pengaruhnya) oleh hukum,demikian pula sebaliknya.1. Hukum Sebagai JaringanAda semacam perdebatan yang terus berlangsung dlaam ranah keilmuanhukum, apakah hukum sebagai ilmu atau bukan, ini semacam problemfilosofi yang apabila dicarikan jawabannya akan berputar-putar sepertilingkaran tak berujung. Sebagai bagian dari jaringan (dalam) ilmupengetahuan, maka syarat keilmua harus melekat didalamnya, tidak hanyaitu, sebagai jaringan , ruang komunikasi harus terbukasedemikian rupasehingga hukum dapat memecahkan problem bersihat lintas disiplin.2. Hukum Sebuah Wilayah Terbuka.Secara teoritis maupun praktis hukum sebagai sebuah disiplin hendaknyamemiliki model analisis dan mampu menyelesaikan ragam persoalan.Sebagai wilayah yang terbuka hukum menjadi domain bagi telaah disiplinlain, sebagaimana deskripsi Satjipto Rahardjo bahwa ilmu hukumberkembang dari yang terkotak-kotak menuju holistic (Teching Ordersfinding Disorder).
 
D. Pintu MasukMemahami hukum berarti memahami manusia, ini merupakan bukansemata-mata gambaran secara umum tentang hukum yang ada selama ini,pandangan yang mengarah kepada “the man behin the gun” membuktikanbahwa actor dibelakang memegang peran yang lebih dominant dari sekedar persoalan struktur. Apabila Cicero mengatakan bahwa ada masyarakat adahukum, maka yang sebenarnya dia bicarakan adalah hukum hidup ditenga-tengah masyarakat (manusia). Hukum dan manusia memiliki kedekatanyang khas dan tidak dapat dipisahkan, artinya tanpa manusia hukum tidakdapat disebut sebagai hukum. Dalam hukum manusia adalah sebagai actor kreatif, manusia membangun hukum, menjadi taat hukum namun tidakterbelenggu oleh hukum.BAGIAN DUATeori – Apakah itu ?A. Pemaknaan dan Kesalahpahaman.Terdapat pemehaman bahwa istilah teori bukanlah sesuatu yang harusdijelaskan tetapi sebagai sesuatu yang sesuatu yang seolah-olah sudahdipahami maknanya. Bahkan teori sering ditafsirkan sebagai istilah tanpamakna apabila tidak berkait dengan kata yang menjadi padanannya. Adakesimpang siuran atau tumpang tindih dalam penggunaan istilah teori,misalnya dengan istilah ‘model,. ‘aliran’, ‘paradigma’, dogma, ‘doktrin’ danistilah lainnya. Pada tataran tertentu pangguaan istila ‘teori’ banyak yangtidak tepat dan asal-asalan, hanya untuk memberikan kesan bahwa hal ituterlihat ilmiah. Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengenai itu,diantaranya :- Istilah teori bukan lagi makna ekslusifini yang digunakan dalam ilmupengetahuan untuk menjelasan fenomena atau keadaan tertentu namunlebih merupakan istilah umum yang dibicarakan oleh siapa saja.- Kerumitan dan sedemikian tipisnya batasan makna yang terkandungdidalam banyak peristilahan yang disebutkan diatas, sehingga menimbulkankekeliruan atau tumpang tindih dalam penggunaannya.- Merupakan hal yang penting, seberapa ketat sebetulnya setiap orangmenggunakan istilah ini dalam kajian keilmuannya artinya seberapa jauhdia terikat untuk menggunakannya sesuai dengan pakem yang ada atausebaliknya.Teori berasal dari kata “theoriadalam bahasa latin yang berarti“perenungan”, yang pada gilirannya berasal dari kata “thea” dalam bahasa

Activity (134)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aris Dwi Suryadi liked this
Djumyadi Sh liked this
Pradnya Swari liked this
Wan Doang liked this
Sunu Maung liked this
mzufni liked this
mzufni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->