Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
44Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Zakat Fitrah Dengan Uang

Zakat Fitrah Dengan Uang

Ratings: (0)|Views: 7,487|Likes:
Published by Subhan Nurdin
Hukum Zakat fitrah dengan Uang
- PENDAPAT TIDAK SAH ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
- PENDAPAT SAH ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
- YANG PALING KUAT
Hukum Zakat fitrah dengan Uang
- PENDAPAT TIDAK SAH ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
- PENDAPAT SAH ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
- YANG PALING KUAT

More info:

Published by: Subhan Nurdin on Sep 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
ZAKAT FITRAH DENGAN UANG
Pada Ramadhan kali ini (1998), saya patut bersyukur mendapat seorang ikhwatu iman, Bapak DjokoWidodo, yang telah bershadaqah dengan ilmunya berupa makalah bertajuk “TUNAIKAN ZAKATFITRAH, TAPI BENARKAN DENGAN UANG ?” Susunan kalimatnya mencerminkan keikhlasan beliaudalam beramar bil ma’ruf dan nahy ‘anil munkar. Setelah saya bersilaturrahim dengan beliau via telponmendiskusikan makalahnya, saya terdorong membuat risalah ringkas ini yang sama sekali tidakdimaksudkan untuk mengguruinya ataupun berdebat kusir. (Karena beliau lebih sapuh daripada saya).Namun sebagaimana permintaan beliau untuk saling berdiskusi dengan argumen yang shahih sebagaiupaya pengaplikasian QS. 4:59 yaitu mengembalikan segala permasalahan yang tanazu’ kepada al-Qur’an dan hadits shahih.Membaca dan menganalisa makalah beliau, ada beberapa hal yang perlu disoroti, yaitu sekitar masalah zakat fitrah dengan uang. Beliau berpendapat, “…Zakat Fitrah yang masih berupa uang, tidakbisa disebut sah sebelum dibagikan berupa makanan pokok.” (hlm.3). Secara garis besar argumentasibeliau sbb.1.Zakat fitrah adalah ibadah ta’abbudi yang teknis dan caranya telah ditentukan oleh RasulullahSAW sendiri, istilah beliau “merupakan hukum.” “…Jadi zakat fitrah itu sendiri merupakan ibadahyang tak dapat dan tidak boleh direka-reka oleh siapapun.” (hlm.1)2.Kata “tho’am” dalam al-Qur’an dan hadits artinya (bahan) makanan, tidak dengan arti kata lain. “…Makanan apa saja yang dikeluarkan oleh Rasulullah ? Yaitu dengan (bahan) makanan pokokberupa gandum, kurma, kismis dan kacang-kacangan/biji-bijian (sair).3.Tidak ada hadits shahih yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW dan para shahabatnya pernahmengeluarkan zakat fitrahnya dengan uang dinar atau dirham sebagai penggantinya. (hlm.2)4.Zakat fitrah dengan uang adalah qiyas yang tidak tepat dan menyalahi hukum. “…Jadimenganalogkan/mengkiaskan makanan dengan uang jelas tidak sama ! Dengan demikian inimenyalahi hukum !” (hlm.2)Demikian antara lain rangkuman pendapatnya.Pada tulisan ini, saya hanya akan menyampaikan beberapa pandangan yang bersifat ijtihadi sehinggaada dua kemungkinan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Apabila hakim memutuskan suatuperkara dan berijtihad padanya, kemudian benar ijtihadnya, maka ia mendapat dua pahala, tetapiapabila memutuskan dan berijtihad kemudian salah dalam ijtihadnya, maka ia mendapat satu pahala.”(HSR. Al-Bukhari & Ahmad)Maka, ketika ijtihad saya benar, tiada lain kecuali kebenaran itu dari Allah semata, dan jika tidak tepat,maka itu adalah kekhilafan saya dan saya beristighfar kepada Allah.Sistematika penulisan disusun pertopik yang merujuk pada tema sekitar zakat fitrah dan secaralangsung maupun tidak, adalah tanggapan atas polemik di atas.1.Tanggapan atas MakalahSebelum mengupas permasalahan zakat fitrah, ada yang perlu ditanggapi dari makalah beliau yangsaya pandang cukup prinsipil, antara lain :- Makalah tersebut sama sekali tidak mencantumkan teks al-Qur’an dan hadits maupun peristilahansyara’ yang menjadi rujukan dalil (dalam teks Arab) padahal itu sangat penting ketika kita akanberistinbath (ataupun berijtihad), karena dalam bahasa arab, berbeda titik saja akan bermakna lain.- Terdapatnya ungkapan yang kontroversial pada satu masalah yang sama. Misalnya,
 
a. “Zakat fitrah merupakan ibadah” yang menurut kaidah LAA QIYASA FIL ‘IBADAH “Tidak adaanalogi/qiyas dalam ibadah.”Tetapi pada kalimat lain ditulis “…Maka agar tepatnya hendaklah (bahan) makanan yang tersebut diatas kita analogkan kepada bahan makanan pokok yang fungsinya juga sama.”b. “Dalam Qur’an dan Hadits disebut dengan ma’na yang jelas sekali, hanya dengan tho-am. Artinya(bahan) makanan, tidak dengan arti kata yang lain… ada juga yang jagung, ketela singkong, saguambon…kentang ataupun roti.”Namun pada kalimat lain, jenis makanan lain tidak boleh untuk zakat fitrah dengan ungkapan “…Makabisa-bisa zakat fitrah akan berubah arah sehingga “boleh” saja misalnya dibayarkan berupa oncom,tempe tahu, kangkung, minyak tanah…”- Tidak konsistennya pendapat beliau. Misalnya, apakah beliau berpendapat harus dengan bahanmakanan atau makanan ?!, karena roti yang beliau pandang boleh berzakat fitrah dengannya adalahmakanan, bukan bahan makanan. Mengapa oncom, tempe tahu, kangkung tidak boleh ?! Apakahharus sesuai dengan teks hadits yaitu tamar (kurma kering) dan sya’ir (gandum) saja ? Mengapa berasdibolehkan sedangkan uang tidak ? padahal keduanya tidak tercantum dalam teks hadits !Maka, kalau beliau meminta teks hadits shohih mengenai kebolehan membayar zakat fitrah dengandinar, dirham atau uang, saya balik meminta teks hadits shohih yang mencantumkan Ar-Ruz (beras)sebagai barang zakat fitrah atau 2,5 kg sebagai ukurannya, karena teks hadits memakai Sha’an (satusha’).
PENDAPAT TIDAK SAH ZAKAT FITRAH DENGAN UANG01. SYAIKH MUHAMMAD IBNU SHALIH AL-UTSAIMIN
RAHIMAHULLAH
 
Pertanyaan
Syaikh Muhammad Ibnu Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah
ditanya : Bolehkah mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang ..? 
 
Jawaban
Mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang adalah hal yang diperselisihkan. Menurut pendapat saya,zakat fitrah itu tidak sah kecuali dengan bahan makanan, karena Ibnu Umar Raddhiallahu 'anhu pernahberkata :
"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha' kurma atau satu sha gandum" 
 Abu Said Al-Khudri juga berkata :
"Artinya : Kami dahulu mengeluarkan zakat fitrah pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan satu sha' makanan dan makanan kami ketika itu adalah kurma. gandum. kismis (anggur kering) dan keju".
Dari dua hadits ini maka jelaslah bahwa zakat fitrah itu tidak sah kecuali dari makanan. Mengeluarkannyadalam bentuk makanan telah dijelaskan, diterangkan dan dikenal oleh ahlul bait dan di sini terdapatpengangkatan kedudukan gandum. Sedangkan mengeluarkannya dalam bentuk uang akan
membuatnya menjadi samar dan terkadang manusia condong kepada hawa nafsunyajika ia mengeluarkannya dalam bentuk uang sehingga nilainya berkurang.
Mengikutisyari'ah adalah kebaikan dan keberkahan. Kadang ada orang yang mengatakan memberikan makanan
 
tidak bermanfaat bagi orang fakir. padahal kalau orang fakir itu fakir yang sebenarnya maka makanan ituakan bermanfaat baginya. 
02. SYAIKH SHALIH BIN FAUZAN BIN ABDILLAH
HAFIZHAHULLAH
 
Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Hafizhahullah
ditanya : Apakah hukum menyerahkan uang senilai zakat fitrah untuk dibelikan makanan dan diberikan kepada faqir miskin di negeri lain .? 
 
Jawaban
 Alhamdulillah wahdahu Ashalaatu was salama 'ala Rasulillah Nabiyina Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam wa 'ala alihi washahbihi wa ba'du.  Allah berfirman :
"Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah" 
[Al-Hasyr : 7]Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Barangsiapa yang mengada-adakan perkara dalam urusan agama kami ini apa yang tidak ada dasar syari'atnya maka perbuatan tersebut tertolak" 
[Dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim]Sesunguhnya ada sebagian orang pada zaman ini yang berusaha untuk merubah ibadah-ibadah dariketentuan-ketentuan syar'i dan contohnya banyak. Misalnya
zakat fitra
,
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam telah memerintahkan supaya zakat itu dikeluarkan dengan makanan dinegeri si pembayar zakat pada akhir bulan Ramadhan dan diberikan kepada orang-orang miskin negeri itu
. Dan sungguh telah ditemukan, ada orang yang berfatwa tentang bolehnyamengeluarkan uang sebagai ganti dari makanan, ada yang berfatwa tentang bolehnya menyerahkan uanguntuk dibelikan makanan di negara lain yang jauh dari negeri orang yang berpuasa itu dan dibagikandisana.
Ini adalah merubah ibadah dari ketentuan syar'i.
Zakat fitrah itu punya (ketentuan) waktupengeluarannya yaitu pada
malam Idul Fitri atau dua hari sebelumnya
menurut para ulama dan juga zakat fitrah itu punya (kententuan) tempat pembagiannya yaitu di negeri yang memenuhi satu bulan,tempat tinggalnya muslim tersebut dan zakat juga punya orang-orang yang berhak menerimanya yaituorang-orang miskin di negeri si pembayar zakat dan zakat itu punya (ketentuan) jenis yaitu makanan. Makakita harus terikat dengan ketentuan-ketentuan syar'i ini, jika tidak maka zakat itu menjadi ibadah yang tidaksah dan tidak bisa membebaskan diri dari kewajiban. Imam yang empat telah sepakat atas wajibnya membagikan zakat fitrah di negeri orang yang berpuasaselama ada orang yang berhak menerimanya disana dan mengenai hal itu telah dikeluarkan ketetapan olehHa'aitu Kibaril Ulama (Lembaga Ulama Besar) di Saudi Arabia. Maka wajiblah mengikutinya dan tidak usahmemperdulikan orang-orang yang mengajak untuk menyelisihinya, karena seorang muslim harus memilikisemangat kuat untuk memenuhi kewajibannya agar tanggungannya terbebas, dan berhati-hati dalamagamanya. Seperti inilah dalam semua ibadah hendaklah dilaksanakan sesuai ketentuan, baik jenis, waktuataupun pembagiannya
, janganlah merubah satu jenis ibadah yang telah ditetapkan olehAllah kepada jenis lain.
 
Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Hafizhahullah
ditanya : Akhir-akhir ini banyak terjadi perdebatan diantara beberapa ulama negara lain seputar zakat fitrah yang disyari'atkan, serta kemungkinan dikeluarkannya uang senilai zakat fitrah. Bagaimana pendapat Syaikh .? 
 
Jawaban

Activity (44)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Edri Agus liked this
Ahmad Rahadi liked this
Bhakti Sakti liked this
Kang Kungdok liked this
Yara Dania Alie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->