waktu: dari mana dia datang, di mana dia berada dan ke mana dia akan menuju. Apa angkita warisi, apa yang kita buat dan kita pakai, lalu apa yang akan kita wariskan."Ka hareup ngala sajeujeuh ka tukang ngala salengkah" untuk maju setapak kitamemerlukan pengalaman satu langkah lebih dulu Tanpa membina diri terus-menerus, kitaakan kehabisan bekal. Demikianlah ujar pepatah para leluhur.
Catatan lain dari penulis yang juga sangat menarik untuk kita renungi dan cermati ataulebih jauh kita jadikan sebagai bahan perbandingan rujukan dalam 'melangkah' danberkarya, meski pesan penulis tersebut disampaikan dalam konteks upaya memahamimakna simbol-simbol dari peninggalan-peninggalan fisik karya manusia di wilayah Bogor,yaitu sebagai berikut:..........
Uraian ini ditambahkan sebagai pelengkap dengan maksud memandang ke sisi lain tempat orang-orang tua yang bijak merenungkan sesuatu di luar wujud materi. Manusia modern pernah beranjak terlalu jauh dan menganggap dirinya berhadapan, bahkan berhak menaklukkan alam. Namun pengalaman membuktikan bahwa mereka hanya sebagian darialam itu. Menaklukkan alam berarti memusnahkan diri sendiri karena lingkungan hidup ituBUKAN UNTUK PARA PENGHUNINYA, melainkan TERDIRI ATAS PARA PENGHUNINYA.
Pesan-pesan yang sangat menarik untuk dicermati, bukan?........Ahirul kata, selamat membaca, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika banyak kekeliruan.Saran dan koreksi senantiasa dengan senang hati akan diterima.Salam