Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peluang Dan Tantangan Dakwah Era Global

Peluang Dan Tantangan Dakwah Era Global

Ratings: (0)|Views: 1,631 |Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Sep 10, 2009
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2012

pdf

text

original

 
Peluang dan TantanganPeluang dan Tantangan
PELUANG DAN TANTANGANPELUANG DAN TANTANGANEKSPANSI DAKWAH ISLAM DI ERA OTONOMIEKSPANSI DAKWAH ISLAM DI ERA OTONOMI DAERAHDAERAHH. Mas’oed AbidinH. Mas’oed Abidin
Ketua Badan Amil Zakat Sumbar 
Wakil Ketua Dewan Dakwah Sumbar
Wakil Ketua Dewan Penasehat MUI Sumbar 
Dan hendaklah ada di antara kamusegolongan umat yang menyeru kepadakebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar;merekalah orang-orang yang beruntung.(Ali Imran (3) : 104)
Muqaddimah
Nikmat Allah SWT yang kita perolehdengan berbagai kelebihan atau kekuranganadalah hasil dari
 pengorbanan
dan
ketekunankita secara
sambung bersambung. Sebagaibuktinya adalah keterpaduan hati, tekad danlangkah yang kita ayunkan sampai hari ini.Nikmat itu membuka banyak kesempatanbergerak lebih leluasa dan bertanggung jawab.Di daerah kita, Sumatra Barat tercinta ini,kini dirasakan keterbukaan dalam bentuk lain,yakni dengan terbukanya wacana kembali kenagari, walaupun selama 21 tahun telah pulaberkembang wacana perubahan ini. Dan hal inipulalah yang menjadi bukti dari demokratisasiyang berkembang sejak lama.
 
Ekspansi Dakwah Islam di Era OtonomiEkspansi Dakwah Islam di Era Otonomi
 
Diberlakukannnya UU No.22/1999membuka peluang
masyarakat beradat 
berpegang pada
adat bersendi syarak dansyarak bersendikan Kitabullah,
secara lebih luasmelaksanakan otonomi di daerah Sumbar yangdidukung dengan lahirnya Perda No.9/2000tentang
Kembali Ke Pemerintahan Nagari
. Perdaini memberi
keleluasaan tertib
melaksanakan
kaedah adat 
di ranah Minang yang senyatanyaadalah
kekayaan budaya
paling berharga untukmendorong motivasi masyarakat
1
di nagari-nagari dalam mendinamisir diri membangunkampung halaman.PP
ROBLEMATIKAROBLEMATIKA
DD
AKWAHAKWAH
Seiring dengan itu di Alaf ini telah terjadiperubahan cepat dan transparan ditandaihubungan komunikasi, informasi, dantransportasi serba cepat mengarah kepadalepasnya
sekatan
.
2
 Masyarakat Sumbar mesti bersyukurkepada Allah, yang menganugerahi rahmat besardengan nilai
tamaddun
budaya
Minangkabau
yang terikat kuat dengan penghayatan
Islam
dantelah pula diakui sebagai salah satu puncakkebudayaan dunia.Namun, di sisi lain, keterpesonaanmenatap budaya lain di luar kita di tengahderasnya penetrasi budaya asing, kerapkalimengancam generasi pengganti meluncur kearah degradasi akhlak yang cepat seiringterbukanya isolasi daerah-daerah sampai ke
1 motivation of force2 borderless
 
Peluang dan TantanganPeluang dan Tantangan
 jantung Ranah Bundo Kanduang. Hal inidiperparah oleh kurang berperannya da’i danimam khatib di nagari dalam memfungsikan
Surau
dan Masjid menjadi pusat pembinaananak nagari.Sementara itu, mereposisi peran elemenpenentu di tengah masyarakat di nagari tidaklahmudah. Pengalaman tiga dasawarsamenampakkan kecenderungan orang tuasebatas memenuhi serba kebutuhan fisik danmateri semata. Hal ini diperparah denganmenipisnya rasa kekerabatan keluarga. Perandu’at dan peran du’atan pun terlihat melemahdalam membentuk watak generasi mendatang.Fungsi ninik mamak pun terjebak sebagaipejabat adat yang hanya diperlukan ketikaupacara seremonial keadatan. Sehingganinikmamak kurang signifikan mewarnaikehidupan anak kemenakannya yang pada usiamuda-mudi
terbuka meniru
apa saja, tanpamengindahkan kaedah
istiadat 
yang menjadirambu-rambu perjalanan hidup bermsyarakat diMinangkabau.Bila ditinjau lebih dalam, lapuknya pagaradat dan syarak sebenarnya disebabkan olehlunturnya
keteladanan
yang diberikan generasitua. Hal ini memicu mencuatnya sikap enggandan acuh generasi pengganti untuk menyerap
nilai-nilai utama
yang pernah dimiliki generasitua yang sudah berprestasi. Kondisi ini bolehdibilang sangat mengkhawatirkan bila dilihatpada kesiapan Sumatera Barat meniti abad keduapuluh satu yang serba transparan.

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Utie Cho Chip liked this
085274443175 liked this
phy-hoy-4499 liked this
Teuku Andespar liked this
Imam Hady liked this
Riel Firdaus liked this
matahari agama liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->