Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
106Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kedudukan Dan Fungsi DPD Dalam Kerangka Kelembagaan Legislatif Di Indonesia

Kedudukan Dan Fungsi DPD Dalam Kerangka Kelembagaan Legislatif Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 28,317|Likes:
Published by dinoroy aritonang

More info:

Published by: dinoroy aritonang on Sep 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
MAKALAH
Kedudukan dan Fungsi DPD dalam KerangkaKelembagaan Legislatif IndonesiaOleh :Dinoroy Marganda Aritonang
Sebagai persyaratan pendaftaran Program Pascasarjana Fakultas Hukum UGMdengan Konsentrasi Hukum Kenegaraan
Bandung2009
1
 
Kedudukan dan Fungsi DPD dalam KerangkaKelembagaan Legislatif Indonesia
Oleh : Dinoroy Marganda Aritonang
A.
Kelahiran dan Kedudukan DPD
Reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1999 telah menyebabkan banyak perubahan di negeri ini, tidak terkecuali terhadap sistem dan praktiketatanegaraan kita. Setiap gagasan akan perubahan tersebut sudah dituangkandalam Amandemen pertama sampai keempat dari UUD’45. Apabila dilihat ke belakang, setidaknya ada empat gagasan fundamental berkaitan dengan prosesamandemen di atas, yaitu Pertama, anutan prinsip pemisahan kekuasaan
(separation of powe
) dengan segala implikasinya sebagai ganti dari prinsip pembagian kekuasaan
(distribution of power)
. Kedua, diterapkannya kebijakannasional yang menyangkut penyelenggaraan otonomi daerah yang seluas-luasnya.Ketiga, gagasan pemlihan Presiden secara langsung, dan Keempat, gagasan pembentukan DPD yang akan melengkapi keberadaan DPR selama ini.
1
Kelahiran DPD sangat didasari oleh keinginan semua pihak termasu pemerintah pusat dan daerah untuk memperbaiki hubungan kerja dan penyalurankepentingan antara kedua level pemerintahan tersebut. Dalam hal ini, DPD jugadiharapakan hadir sebagai lembaga yang mampu membantu untuk mengatasikesenjangan antara pusat dan daerah sesuai semangat otonomi daerah yangmenjamin keadilan, demokrasi, dan jaminan keutuhan integritas wilayah negara.
2 
Meskipun pada kenyataannya peran dan keberadaan DPD dalam penyelenggaraanhubungan Pemerintah Daerah dan Pusat serta representasinya sebagai wakildaerah belum mampu menjawab tantangan tersebut secara maksimal.Pada dasarnya DPD sengaja didesain hampir atau memang hendak menyerupai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sebagaimana diatur dalamUUD’45 Amandemen bahwa DPD merupakan representasi langsung rakyat didaerah yang menjadi konstituten perwakilannya. Tugas dan tangung jawab DPD berkisar pada pengawasan dan pengusulan realisasi hubungan pusat dan daerah berserta kepentingan yang ada di dalamnya ke dalam produk perundang-
1
Asshiddiqie, Jimly, Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan Dalam UUD 1945, UIIPress, 2005, h. 160, 161, 162.
2
Ibid., h. 172.
2
 
undangan.
3
Dalam hal ini, sebenarnya peran DPD sangat strategis, karena dengan begitu pemerintah pusat sebenarnya mempunyai rekan kerja yang seimbang dalamhal penyelenggaraan hubungan pemerintah pusat dan daerah.Ide pembentukan DPD dalam kerangka sistem legislatif Indonesia memangtidak terlepas dari ide pembentukan struktur dua kamar parlemen atau bikameral.Dengan struktur bikameral itu diharapkan proses legislasi dapat diselenggarkandengan sistem
double chec
yang memungkinkan representasi seluruh rakyatsecara relatif dapat disalurkan dengan basis sosial yang lebih luas. DPmerupakan representasi politik 
(political representation)
sedangkan DPDmencerminkan prinsip representasi teritorial atau regional
(regional representation).
 
4
Meskipun pada kenyataannya, ide dasar pembentukan tersebuttidak terealisasi sebab dalam UUD’45 Amandemen disebutkan bahwa DPD tidak mempunyai kewenangan membuat undang-undang dan hanya mempunyaikewenangan pengawasan khusus dalam bidang otonomi daerah. Oleh karena itu,kedudukannya hanya bersifat penunjang atau
auxiliary
terhadap fungsi DPR di bidang legislasi, atau disebut sebagai
co-legislator 
. Dalam hal ini, DPD dapatlebih berkonsentrasi di bidang pengawasan, sehingga keberadaannya dapatdirasakan efektifitasnya oleh masyarakat di daerah-daerah.
5
 Mengenai peran dan kedudukan strategis tersebut, Hamdan Zoelva jugamenyatakan bahwa pembentukan DPD sebagai salah satu institusi negara yang baru, adalah dalam rangka memberikan kesempatan kepada orang-orang daerahuntuk ikut mengambil kebijakan dalam tingkat nasional, khususnya yang terkaitdengan kepentingan daerah. Pembentukan ini diharapkan akan lebih memperkuatintegrasi nasional serta semakin menguatnya perasaan kebersamaan sebagaisebuah bangsa yang terdiri dari daerah-daerah.
6
  Namun, peran dan kedudukanDPD sebagai lembaga parlemen juga sangat terbatas, sebagaimana diungkapkanoleh Hamdan Zoelva bahwa penentuan jumlah anggota DPD yang tidak lebih darisepertiga jumlah anggota DPR, mengandung makna bahwa DPD ini walaupunkedudukan sama dengan DPR dalam struktur ketatanegaraan merupakan lembaga
3
Kewenangan DPD hanya terbatas pada pengusulan dan pembahasan RUU yang terkait denganotonom daerah sampai pada sidang tingkat I.
4
Asshiddiqie, Jimly, Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi, SekretariatJenderal dan Kepaniteraan MKRI, 2006, h. 138.
5
Ibid, h. 139.
6
Zoelva, Hamdan, Artikel Paradigma Baru Ketatangeraan Pasca Perubahan UUD 1945, Sekretariat Negara RI, 2007, h. 4.
3

Activity (106)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ngurah Pancasila liked this
Zainuddin Ali liked this
Dahlia Tambajong liked this
Gubes Nhana liked this
Andy Haryanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->