Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tafsir Konstitusional Pelanggaran Pemilukada.pdf

Tafsir Konstitusional Pelanggaran Pemilukada.pdf

Ratings: (0)|Views: 23 |Likes:
Published by ardane

More info:

Published by: ardane on Jan 05, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
0
Tafsir Konstitusional Pelanggaran Pemilukadayang Bersifat Sistematis, Terstrukturdan Masif 
1
The Constitutional Interpretationon The Systematic, Structure and Massive Violation of The Local Head General Election
M. Mahrus Ali, Irfan Nur Rachman, Winda Wijayanti,Rio Tri Juli Putranto, Titis Anindyajati, Putria Gusti Asih,
Pusat Penelitian dan PengkajianMahkamah Konstitusi Republik IndonesiaJl. Medan Merdeka Barat No.6 Jakarta10110e-mail : puslitka@mahkamahkonstitusi.go.id
Abstrak
Mahkamah Konstitusi(MK)dalam menangani sengketa Pemilukada telahmenciptakanterobosan guna memajukan demokrasi dan melepaskan diri dari kebiasaan praktik pelanggaran sistematis, terstruktur, danmasif (STM). MK tidak hanya menghitungkembali hasil penghitungan suara tetapi juga harus menggali keadilan dengan menilai danmengadili hasil penghitungan yang diperselisihkan.Sebagai penelitianyuridis normatif,penelitian inimenggunakan pendekatan perundang-undangan (
statute approach
),pendekatan kasus (
case approach
), dan pendekatan historis serta sosiologi hukum.Hasilpenelitianmenujukkan bahwasepanjang2008-2011MK telah mengabulkan sengketaPemilukadasebanyak32(tiga puluh dua) perkara. Darijumlahtersebut yang bersifatSTM sebanyak 21(dua puluh satu)perkara.Sedangkan sifat TSM dalam putusan-putusantersebut terbagi menjadi 2 (dua) yaitukumulatif dan alternatifdimana keduanya dapatmembatalkan hasil Pemilukada.Terdapat 3 (tiga) jenis pelanggaran dalam Pemilukada,pertama,pelanggaran dalam proses yang tidak berpengaruhterhadap hasil suaraPemilukada. Kedua, pelanggaran dalam proses Pemilukada yang berpengaruh terhadaphasil Pemilukada, Ketiga, pelanggaranterakaitpersyaratan menjadi calon yang bersifatprinsip dan dapat diukur.Pelanggaran Pemilukada yang bersifat TSM merupakanpelanggaranyangdilakukan oleh aparat struktural, baik aparat pemerintah maupun aparatpenyelenggara Pemilukada secara kolektif bukan aksi individual,direncanakan secaramatang (
by design
)dandampak pelanggaran ini sangat luasbukan sporadis.
Kata kunci:PelanggaranPemilukada, Mahkamah Konstitusi, Sistematis, Terstrukturdan Masif 
1
Hasil Penelitian ini telah dimuat di Jurnal Konstitusi Volume 9, Nomor 1, Maret 2012.
 
1
Abstract
TheConstitutionalCourthascreatedalegalbreakthroughinhandling thelocalheadelectiondispute,inordertoupholdthedemocracyand break away fromhabitual practice of systematic, structured, and massive (STM)violations.TheCourtdoesnotsimplycalculatetheresultsofvotecount butalsohavetoseekthejusticeandprosecuteresultscountingrate thatweredisputed.Asthejuridicalnormativeresearch,theresearchuses astatutory,case,historical approachandthesociologyof law.The researchshowsthatthroughout2008-2011Courthasgrantedthedispute forasmanyasthirty-twocases.Of that amount of cases, those with theSTMviolations areasmanyas21(twenty one) cases.WhereasthenatureoTSMweredividedintotwokinds namelycumulativeandalternativewhichbothmaycancellocalheadelectionresults. There are three types of local headelection violations,first, violation in the processthatdoesnotaffecttheresultsotheelection.Second, thebreachintheprocessthataffecttheelectionresults,thirdly,violationof the terms of conditions to be a candidate which are principal innature and can be measured. The systematic, structured and massive violation of the localhead general election is violations committedbythestructuralapparatus,bothgovernmentofficialsand electionorganizers,collectively; not anindividual action,well-planned (by design) and the impact of such offencesis extensive rather thansporadic.
Keywords:The Violation ofLocal Head General Election,Constitutional Court,Systematic, Structured and Massive
PENDAHULUANLatarBelakangMasalah
Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada)
2
sebagaimana diatur dalam Pasal 18ayat (4) UUD 1945 merupakan salah satu sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna
menghasilkan pemerintahan daerah yang demokratis. Indikator “demokratis” dalam
penyelenggaraan Pemilukada dapat diukurdari ketaatanpenyelenggaraPemilukadaterhadap asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sebagaimana dimaksud
2
Istilah Pemilukada mulai digunakan sejak kewenangan memutus sengketa perselisihan hasilPemilihan Kepala Daerah dialihkan dari Mahkamah Agung menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi.Sedangkan istilah yang digunakan sebelum ada peralihan tersebutadalahPemilukada.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->