Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
119Activity
P. 1
buku gadar

buku gadar

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 4,504 |Likes:
Published by Suparjo, Skep.Ns

More info:

Published by: Suparjo, Skep.Ns on Sep 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

 
1
KONSEP DASARBANTUAN HIDUP DASAR
PENDAHULUAN
Terdapat banyak keadaan yang akan menyebabkan kematiandalam waktu singkat, tetapi kesemuanya berakhir pada satu hasilakhir yaitu kegagalan oksigenasi sel terutama otak dan jantung.Usaha yang dilakukan untuk mempertahankan hidup pada saatpenderita mengalami keadaan yang mengancam nyawa dikenalsebagai ”Bantuan Hidup Dasar”
(Life Support)
. Bila bantun hidupini tanpa memakai cairan intra vena, obat, maupun kejut listrikmaka dikenal sebagai Bantuan Hidup Dasar
(Basic Life Support)
,sebaliknya dikenal dengan Bantuan Hidup Lanjut
(Advanced LifeSupport)
.Yang dikenal sebagai bantuan hidup lanjut adalah ATLS
(Advanced Trauma Life Support)
, ACLS
(Advanced Cardiac LifeSupport)
dan PALS
(Pediatric Advanced Life Support)
.Pelaksanaan advanced life support pada tingkat pra rumah sakitdikenal sebagai PHTLS dan PHCLS
(Pre Hospital Trauma and Cardiac Life Support)
.Kematian akan timbul jika sel tidak mendapatkan oksigen, jaringan vital yang akan rusak terlebih dahulu baru kemudianakan mengakibatkan kematian otak.Harus dibedakan antara mati klinis dan mati biologis :
Mati klinis : penderita dinyatakan mati apabila berhentibernapas dan jantung berhenti berdenyuta, kematian ini masihreversibel bila dilakukan BHD.
Mati biologis : kerusakan sel otak dimulai 4-6 menit setelahberhenti pernapasan dan sirkulasi, setelah 10 menit sudah
 
dinyatakan kematian biologis. Apabila BHD dilakukan cukupcepat, kematian mungkin dapat dihindari seperti tambak padatabel tersebut ini.
KeterlambatanKemungkinan berhasil
1 menit98 dari 1004 menit50 dari 10010 menit1 dari 100
Catatan :bila ada tanda kematian pasti seperti kaku mayaatau lebam mayat, sudah sia-sia untuk melakukanBHD
Yang harus diperhatikan pada BHD adalah
:
Airway (jalan napas)
Breathing (pernapasan)
Circulation (jantung dan pembuluh darah)
AIRWAY 
Gangguan oksigenasi otak dan jaringan vital lain merupakanpembunuh tercepat pada trauma. Pencegahan hipoksiamembutuhkan suatu jalan napas yang bebas serta ventilasi yangcukup yang merupakan prioritas di atas segala perlukaan lainnya.Airway harus diamankan, oksigenasi tambahan diberikan danbantuan ventilasi dimana diperlukan. Tambahan oksigenasi harusdiberikan pada semua kasus trauma.Kematian karena masalah airway pada trauma disebabkan oleh :
Kegagalan dalam mengenal airway yang tersumbat sebagiandan atau ketidakmampuan penderita untuk berventilasidengan cukup. Gabungan obstruksi jalan napas denganketidakcukupan ventilasi dapat menyebabkan hipoksia yangmengancam jiwa. Kombinasi ini mungkin terlupakan bila
 
ditemukan perlukaan yang tampaknya serius ; “ingat airwaydan ventilasi tetap merupakan prioritas yang pertama.”
Terlambatnya menjaga jalan napas
Keterlambatan dalam menjaga ventilasi
Adanya kesulitan tekhnis dalam menjaga jalan napas dan ataumembantu ventilasi ; intubasi yang salah dan masuk keesofagus akan memperburuk ventilasi dan dengan cepat dapatmengakibatkan kematian bila tidak dikenali secara dini
Aspirasi isi gaster
OBSTRUKSI JALAN NAPAS
Obstruksi jalan napas merupakan pembunuh tercepat, lebih cepatdibandingkan gangguan breathing dan circulation. Lagi pulaperbaikan breathing tidak mungkin dilakukan bila tidak airwayyang paten.Obstruksi jalan napas dapat total dan parsial
Obstruksi total
Pada obstruksi total mungkin penderita ditemukan masihsadar atau dalam keadaan tidak sadar. Pada obstruksi totalyang akaut biasanya disebabkan tertelannya benda asing yanglalu menyangkut dan menyumbat di pangkal larink. Bilaobstruksi total timbul perlahan (insidious) maka akan berawaldari obstruksi parsial yang kemudian menjadi total.
Bila penderita masih sadar
, penderita akan memegang leherdalam keadaan sangat gelisah. Sianosis mungkin ditemukandan mungkin ada kesan masih bernapas (walaupun tidak adaventilasi). Dalam keadaan ini harus dilakukan Heimlichmanuver (abdominal thrust). Kontra indikasi dari Heimlichmanuver adalah kehamilan tua (harus dilakukan sternalthrust) dan bayi (dilakukan abdominal thrust dan back thrust).

Activity (119)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kefas Belden E S liked this
jo_jo_mania liked this
RaRa PRawita liked this
Wayan Efayana liked this
Dearest Lakaba liked this
momocamui liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->