Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Masuknya Islam Di Afrika Utara

Masuknya Islam Di Afrika Utara

Ratings: (0)|Views: 20 |Likes:
Published by Adi Kurniadi
Masuknya islam di afrika utara
Kedatangan Islam di Afrika Utara terjadi pada masa kekhalifahan Umar Ibn al-
Khathab. Pada masa itu kekuasaan Islam di tahun 640 M, sudah berhasil memasuki Mesir
di bawah komando 'Amr ibn al-'Ash.Pada masa kekhalifahan Usman ibn Affan penaklukan
Islam sudah meluas sampai ke Barqah dan Tripoli. Penaklukan atas dua wilayah itu
dimaksudkan untuk menjaga keamanan daerah Mesir. Penaklukan itu tidak berlangsung
lama, karena gubernur-gubernur Romawi menduduki kembali wilayah-wilayah yang telah
ditinggalkan itu. Namun kekejaman dan pemerasan yang mereka lakukan telah mengusik
ketenteraman pendududk asli, sehingga tidak lama kemudian penduduk asli sendiri
memohon kepada orang-orang muslim untuk membebaskan mereka dari kekuasaan
Romawi. Pada waktu kekuasaan Islam sudah berpindah kepada Muawwiyah Ibn Sufyan
khalifah pertama bani Ummayah. Ia bertekad untuk memberikan pukulan terakhir kepada
kekuasaan Romawi di Afrika Utara, dan mempercayakan tugas ini kepada seorang panglima
masyhur Uqbah Ibn Nafi al-Fikri (W. 683 M), yang telah menetap di Barqah sejak daerah itu
ditaklukan.Pada tahun 50 H/670 M 'Uqbah mendirikan kota militer yang termasyhur,
Kairawan, disebelah selatan Tunisia. Tujuannnya adalah untuk mengendalikan orang-orang
Barbar yang ganas dan sukar diatur,dan juga untuk menjaga terhadap perusakan-
perusakan yang dilakukan oleh orang-orang Romawi dari laut. Perjalanan Uqbah yang
cemerlang itu dan pukulan-pukulannya yang menghancurkan orang-orang Romawi dan
Barbar, telah membuat negeri itu aman selama beberapa tahun.Akan tetapi, pada tahun 683
M orang-orang Islam di Afrika utara mengalami kemunduran yang hebat, karena orang-
orang Barbar dibawah kepemimpinan Kusailah bangkit memberontak dan mengalahkan
'Uqbah. Dia dan seluruh pasukannya tewas dalam pertempuran. Sejak saat itu orang-orang
Islam tidak berdaya mengembalikan kekuasaannya di Afrika Utara, karena selain
berhadapan dengan bangsa Barbar juga ada bangsa Romawi yang memanfaatkan
kesempatan dalam pemberontakan tersebut.Dalam kondisi seperti ini penyebaran Islam
tidak bisa menyebar dengan baik keadaan ini berlanjut hingga terjadi pergantian Gubernur
Masuknya islam di afrika utara
Kedatangan Islam di Afrika Utara terjadi pada masa kekhalifahan Umar Ibn al-
Khathab. Pada masa itu kekuasaan Islam di tahun 640 M, sudah berhasil memasuki Mesir
di bawah komando 'Amr ibn al-'Ash.Pada masa kekhalifahan Usman ibn Affan penaklukan
Islam sudah meluas sampai ke Barqah dan Tripoli. Penaklukan atas dua wilayah itu
dimaksudkan untuk menjaga keamanan daerah Mesir. Penaklukan itu tidak berlangsung
lama, karena gubernur-gubernur Romawi menduduki kembali wilayah-wilayah yang telah
ditinggalkan itu. Namun kekejaman dan pemerasan yang mereka lakukan telah mengusik
ketenteraman pendududk asli, sehingga tidak lama kemudian penduduk asli sendiri
memohon kepada orang-orang muslim untuk membebaskan mereka dari kekuasaan
Romawi. Pada waktu kekuasaan Islam sudah berpindah kepada Muawwiyah Ibn Sufyan
khalifah pertama bani Ummayah. Ia bertekad untuk memberikan pukulan terakhir kepada
kekuasaan Romawi di Afrika Utara, dan mempercayakan tugas ini kepada seorang panglima
masyhur Uqbah Ibn Nafi al-Fikri (W. 683 M), yang telah menetap di Barqah sejak daerah itu
ditaklukan.Pada tahun 50 H/670 M 'Uqbah mendirikan kota militer yang termasyhur,
Kairawan, disebelah selatan Tunisia. Tujuannnya adalah untuk mengendalikan orang-orang
Barbar yang ganas dan sukar diatur,dan juga untuk menjaga terhadap perusakan-
perusakan yang dilakukan oleh orang-orang Romawi dari laut. Perjalanan Uqbah yang
cemerlang itu dan pukulan-pukulannya yang menghancurkan orang-orang Romawi dan
Barbar, telah membuat negeri itu aman selama beberapa tahun.Akan tetapi, pada tahun 683
M orang-orang Islam di Afrika utara mengalami kemunduran yang hebat, karena orang-
orang Barbar dibawah kepemimpinan Kusailah bangkit memberontak dan mengalahkan
'Uqbah. Dia dan seluruh pasukannya tewas dalam pertempuran. Sejak saat itu orang-orang
Islam tidak berdaya mengembalikan kekuasaannya di Afrika Utara, karena selain
berhadapan dengan bangsa Barbar juga ada bangsa Romawi yang memanfaatkan
kesempatan dalam pemberontakan tersebut.Dalam kondisi seperti ini penyebaran Islam
tidak bisa menyebar dengan baik keadaan ini berlanjut hingga terjadi pergantian Gubernur

More info:

Published by: Adi Kurniadi on Jan 06, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2014

pdf

text

original

 
A. Masuknya Islam di Afrika Utara. Kedatangan Islam di Afrika Utara terjadi pada masa kekhalifahan Umar Ibn al- Khathab. Pada masa itu kekuasaan Islam di tahun 640 M, sudah berhasil memasuki Mesir di bawah komando 'Amr ibn al-'Ash.Pada masa kekhalifahan Usman ibn Affan  penaklukan Islam sudah meluas sampai ke Barqah dan Tripoli. Penaklukan atas dua wilayah itu dimaksudkan untuk menjaga keamanan daerah Mesir. Penaklukan itu tidak  berlangsung lama, karena gubernur-gubernur Romawi menduduki kembali wilayah-wilayah yang telah ditinggalkan itu. Namun kekejaman dan pemerasan yang mereka lakukan telah mengusik ketenteraman pendududk asli, sehingga tidak lama kemudian penduduk asli sendiri memohon kepada orang-orang muslim untuk membebaskan mereka dari kekuasaan Romawi. Pada waktu kekuasaan Islam sudah berpindah kepada Muawwiyah Ibn Sufyan khalifah pertama bani Ummayah. Ia bertekad untuk memberikan pukulan terakhir kepada kekuasaan Romawi di Afrika Utara, dan mempercayakan tugas ini kepada seorang  panglima masyhur Uqbah Ibn Nafi al-Fikri (W. 683 M), yang telah menetap di Barqah sejak daerah itu ditaklukan.Pada tahun 50 H/670 M 'Uqbah mendirikan kota militer yang termasyhur, Kairawan, disebelah selatan Tunisia. Tujuannnya adalah untuk mengendalikan orang-orang Barbar yang ganas dan sukar diatur,dan juga untuk menjaga terhadap perusakan-  perusakan yang dilakukan oleh orang-orang Romawi dari laut. Perjalanan Uqbah yang cemerlang itu dan pukulan-pukulannya yang menghancurkan orang-orang Romawi dan Barbar, telah membuat negeri itu aman selama beberapa tahun.Akan tetapi, pada tahun 683 M orang-orang Islam di Afrika utara mengalami kemunduran yang hebat, karena orang- orang Barbar dibawah kepemimpinan Kusailah bangkit memberontak dan mengalahkan 'Uqbah. Dia dan seluruh pasukannya tewas dalam pertempuran. Sejak saat itu orang-orang Islam tidak berdaya mengembalikan kekuasaannya di Afrika Utara, karena selain  berhadapan dengan bangsa Barbar juga ada bangsa Romawi yang memanfaatkan kesempatan dalam pemberontakan tersebut.Dalam kondisi seperti ini penyebaran Islam
 
tidak bisa menyebar dengan baik keadaan ini berlanjut hingga terjadi pergantian Gubernur dari Hasan Ibn Nu'man kepada Musa Ibn Nusair tahun 708 M, pada awal  pemerintahan al- Walid Ibn Abdul Malik (86-96 H)/705-715 M. bahkan pergantian pimpinan ini pun  juga mendorong orang-orang Barbar mengadakan pemberontakan untuk melepaskan diri dari kekuasaan Islam. Musa dapat mematahkan pemberontakan mereka, dan untuk mengantisipasi timbulnya pemberontakan lagi dia menetapkan kebijakan "Perujukan", yaitu menempatkan orang-orang Barbar kedalam pemerintahan orang-orang Islam. Ketika  pemerintahahan dipegang oleh Musa, di Afrika Utara terjadi perubahan sosial dan  politik yang cukup drastis. Perlawanan orang-orang Barbar yang ganas dapat dihancurkan domanasi politik berada di tangan orang orang muslim dan da'wah Islam yang menyebar dengan kecepatan yang luar biasa. Hal-hal inilah yang menyebabkan sebagian sejarawan menganggap Musa Ibn Nusair sebagai penakluk yang sesungguhnya atas Afrika Utara.Satu hal perlu dikemukakan bahwa seluruh pemberontakan yang terjadi di Afrika Utara dilakukan oleh orang-orang Barbar dan kaum Khawarij. Tidak diketahui bagaimana faham Khorijiah masuk ke daerah itu dan kemudian menyebar disana. Yang pasti semangat egalitarian dan karakter oposisinya terhadap pemerintahan Bani Umayyah telah mereflesikan aspirasi orang-orang Barbar.Oleh karena itu, dapat diduga bahwa kesamaan aspirasi itulah yang menyebabkan faham keagamaan tersebut mudah diterima oleh orang- orang Barbar, bahkan kira-kira pada tahun 132 H/750 M, hampir seluruh orang Afrika Utara menganut faham ini.Adapun proses masuknya Islam ke Andalusia terjadi pada masa Khalifah al-Walid (705-715 M) salah seorang khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Sebelum dikalahkan dan kemudian di kuasai Islam dikawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kerajaan Romawi, yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan islam sesudah kawasan ini betul-betul sudah dapat dikuasai, umat Islam mulai memusatkan  perhatiannya untuk menaklukan Andalusia. Dengan demikian, Afrika utara menjadi  batu loncatan bagi kaum Muslimin dalam penaklukan wilayah Andalusia.
 
 B. Muluk Al Tawaif ( Raja
 – 
 Raja Kecil ) Setelah kekhalifahan Umayyah berkhir di Spanyol, muncullah negara-negera kecil yang terus
 – 
 menerus betikai dalam perang saudara, kemudian mereka dikalahkan oleh dua dinasti Barbar dari Maroko, dan sebagian lagi negara-negara kecil menyerah pada kekuasaan Kristen yang tengah bangkit di utara.Sebelum riwayat dinasti Umayyah hilang dari Spanyol muncullah penguasa-penguasa baru diantaranya :1. Bani Hamudiyyah Bani Hamudiyah yang memproklamirkan sebagai penguasa yang berkuasa di Malaga dan Algeciras antara tahun 1010
 – 
 1057. Pendirinya adalah 'Ali ibn Hammid tahun 1016
 – 
 1018, yang dari namanya ia menghubungkan garis keturunannya kepada menantu Rasulullah ( 'Ali bin Abi Tholib ), tetapi ia sendiri sebenarnya keturunan Barbar. Sebelumnya 'Ali ibn Hamid menjabat sebagai gubernur Ceuta dan Tangier sampai akhirnya ia memproklamirkan sebagai khlaifah di Kordoba. Ia juga menaklukan Malaga dan Algeciras. Dinasti ini bertahan sampai delapan keturunan sampai tahun 1057. Sebelum akhirnya direbut kembali oleh Hisyam III alias al-Mu'tamad dari dinasti Umayyah. Tapi dinasti ini tidak bertahan lama dalam situasi yang kacau, pada akhirnya dibentuklah dewan yang diketuai oleh Abu Hazm ibn Jahwar yang menghapus kekhalifahan Umayyah di Spanyol.2. Dinasti 'Abbadiyyah dinasti ini didirikan oleh Muhammad ibn Abbad 1023
 – 
 1042, yang berkuasa di Seville, kemudian kekuasaannya meluas sampai ke Toledo. Pada masa raja Mu'tamid dinasti 'Abbadiyyah meminta bantuan kepada penguasa Murabithun di Maroko untuk menghadapi pasukan Kristen ( pasukan Al Fonso VI ) di Spanyol. Tapi sayang setelah pasukan Murabithun berhasil mengalahkan pasukan AlFonso VI, tak lama kemudian malah menyerang dan menguasai dinasti 'Abbadiyyah , maka berakhirlah dinasti 'Abadiyyah di tangan sekutunya sendiri pada tahun 1091.3. Afthasiyyah atau Banu Maslama dinasti ini didirikan oleh Abdullah Al-Mansyur tahun 1022
 – 
 1045 yang  berkuasa di Badajos. Pada pemerintahan yang ke 3 yaitu masa Umar Al-Mutawakkil 1068
 – 
 1094  bersedia  bekerja sama dengan orang Kristen ( pasukan Al Fonso IV ) dengan menyerahkan daerahnya yaitu Leon dan Castile untuk menyerang dan menaklukan kerajaan Islam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->