Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
40Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ARKEOLOGI KONSEP MULTIKULTURALISME

ARKEOLOGI KONSEP MULTIKULTURALISME

Ratings: (0)|Views: 3,462 |Likes:
Published by Abaz Zahrotien

More info:

Published by: Abaz Zahrotien on Sep 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

 
ARKEOLOGI KONSEP MULTIKULTURALISME
Sebuah Catatan Kritis tentang kemajemukan bangsa Indonesia(Mengurai Perjalanan Pancasila)
Catatan kecil ini disusun untuk memenuhi nilai mata kuliah Ilmu Pancasila dan Kewarganegaraan yang diampu oleh Bp. Herman Sujarwo sebagai penggantiUjian Semester II pada mata kuliah yang sama.
Disusun Oleh
Abaz Zahrotien
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASIUNIVERSITAS SAINS AL QUR’AN (UNSIQ)JAWA TENGAH DI WONOSOBO2009
 
ARKEOLOGI KONSEP MULTIKULTURALISME
Salah satu hal penting yang mengiring gelombang demokratiasi adalahmunculnya wacana multikulturalisme. Multikulturalisme pada intinya adalahkesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpamemperdulikan perbedaan budaya, etnik, jender, bahasapun ataupun agama,menurut Gurpeet Mahajan konsep multikulturalisme sebenarnya relative baru,menurutnya sekitar 1950-an gerakun multikulralisme muncul pertama kali diKanada dan Australi kemudian di Amerika Seriakat, Jerman, dan lainnya.Multikulturalisme memberikan penegasan, bahwa dengan segala perbedaannya diakui dan sama diruang public. Multikulturalisme menjadisemacam respon kebijakan baru terhadap keragaman. Dengan kata lain, adanyakomunitas yang berbeda saja saja tidak cukup, karena yang- pertama dan yangterpenting adalah komunitas tersebut diperlakukan sama oleh warga negaramaupun negara
1
Multikulturalisme telah merupakan wacana bagi para akademisi maupun praktisi dalam berbagai bidang kehidupan di Indonesia dewasa ini. Berbagaiseminar diadakan membahas mengenai multikulturalisme., seperti yang baru-baruini diselenggarakan mengenai pembangunan di Indonesia berwawasankebudayaan. D-emikian pula telah muncul pendapat mengenai masalah pemecahan konflik horizontal yang nyaris memecahakan bangsa Indonesiadewasa ini daris udut kebudayaan dan bukan dengan cara kekerasan ataupun cara-cara yang lain yang tidak sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam.Wacana mengenai kebudayaan memang merupakan bidang yang berkaitan dengantiga masalah besar, yaitu identitas, kekuasan (Power), dan kebudayaan dalam artiluas.Di berbagai Negara yang mempunyai keragaman etnik dan budaya, sepertiamerika serikat dan Indonesia, memang masalah multikulturalisme merupakan
1A. Ubaidillah abdul Rozak,
 Pendidikan
 
 Kewargaan
(
Civic
 
 Education
)
 Demokrasi 
,
 Hak 
 
 Asasi 
 
 Manusia
 
dan
 
 Masyarakat 
 
 Madani,
 
ICCE Uin Syarif Hidayatullah, Jakarta EdisiRevisi 2006.hal I71
 
kenyatan social yag harus dihadapi. Bagaimanakah dengan bidang pendidikanyang berkaitan dengan multikulturalisme ini? Di Negara-negara yang disebut-kantadi, pemikir-an mengenai multikulturlisme telah jauh berkembang, mungkinmenjelang setengah abad atau seabad lamanya. Pakar pendidikan demokrasi diAmerika Serikat John Dewey, terkenal dengan pandangan progetifismenya dalam bidang pendidikan menjadikan keaneka ragaman didalam masyarakat demokratissebagai salah satu masalh pokok pendidikan. Bukunya yang terkenal Democracyand Educatiaon yang diterbitkan pada permulaan abad 20. menadakan betapademokrasi hanya dapat berkembang melalui proses pendidikan. Ini pada permulaan bad 21, masalah demokrasi telah menjadi masalah dunia. Karenamasalah demokrasi sedang mengubah kehidupan manusia global.Pendidikan multicultural (PM) merupakan topic diskusi maupun pr-aktek  pendidikan pada beberapa Negara maju dengan mengambil tema utamanya pentingnya kebudayaan dalam praktik pendidikan untik membangun suatumasyar-akat democratis. Apabiala multikultur-alisme mer-upakan wacana bidangkebudayaan dalam arti yang luas seperti pengembangan identitas suatu kelompok masyarakat, demikian pula dalam pengembangan bangsa( Nation State)diperlukan rasa identitas dari kelompok bangsa ini, selanjutnya suatu Negarahanya dapat bertahan karena mempunyai kekuatan (power). Kekuasaan untuk memjamin keberlangsungan dengan berkembang dalam suatu kelompok masyarakat serta mengikat masyarakat itu dalam suatu kesatuan kehidupan.Kekuasaan dengan hanya dapat- dikembangkan dalam ungkapankebudayaandalam ar-ti yang luas. Olreh sebab itu juga pendidikan tid-ak lepas pendidikan tidak lepas d-ari wacana tersebut diatas tadi.
2
Masyarakat adalah sebuah fakta, semakin bercampur baurnya penduduk dunia yang mampu memberikan tekanan pada system pemerintahan, pendidikan,dan ekonomi yang telah mapan untuk berubah. Penduduk dunia hidup dalamkedekatan dan berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai latar belakangetnit dan bangsa. Karena itu kita percaya bahwa semua orang terlahir berbeda- beda dengan keunikan masing-masing. Namun disparitas dalam kebudayaan,
2 H.A.R Tilaar,
 Pendidikan Dan Kekuasan, Suatu tinjauan dari Perspetif Studi  Kultural,
 
Indonesia
 
Tera
,
Magelang 2003. Cet 1, hal. 162-163

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->