Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Uang Kertas

Hukum Uang Kertas

Ratings: (0)|Views: 2,070|Likes:
Published by Fahmi Kubra

More info:

Published by: Fahmi Kubra on Sep 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/15/2010

pdf

text

original

 
DEKONSTRUKSI DAN REKONSTRUKSIFIQH MUAMALAH
Telaah Seputar Kurensi
Naqd 
dan Uang Kertas
Akhir-akhir ini, keinginan masyarakatIndonesia untuk menerapkan sistem perekonomianberbasis nilai-nilai Islami semakin menggeliat.Keinginan itu muncul karena didasari oleh krisisekonomi yang berkepanjangan melanda Indonesia,serta ketidakseimbangan ekonomi global.Keinginan tersebut semakin menguat karenamelihat kenyataan bahwa banyak sekali bank telahgulung tikar, di-
take-over,
dan harus direkapitulasidengan biaya ratusan triliun rupiah.Fenomena ini, pada akhirnya menumbuhkananggapan bahwa sistem perekonomian yang kitaanut selama ini “tidak beres”, karena tidak adaintervensi nilai Ilahiyyah yang melandasi perbankandan lembaga keuangan lainnya. Realitas ini padaujung-ujungnya menuntut para pecinta kajianIslami (baca: santri) untuk menyikapinya, yaknidengan cara menggali khazanah
fiqh muamalahIslam
(
Islamic commercial jurisprudence
) sekaligusmengaktualisasikan dan merevitalisasi konsepsi-konsepsi dalam
turâts
klasik untuk disinergikandengan dunia keuangan kontemporer. Dalamrangka aktualisasi sistem ekonomi Islam (
Islamiceconomic system
) yang terdapat dalam kitab-kitabklasik, di bawah ini disajikan telaah-telaahkomprehensif.
 
Dekonstruksi dan Rekonstruksi Fiqh Muamalah
1. Menelisik Keberadaan Alat Tukar dalamRanah Historis
Dalam praktik perdagangan klasik, salah satubentuk transaksi adalah dengan cara barter, dimana barang saling dipertukarkan. Pada saat itubelum dikenal alat tukar berupa
naqd
(uang emasdan perak) sama sekali. Seiring bergulirnya zamanyang semakin maju dan tentunya diiringipenemuan teknologi mutakhir serta munculnyakecenderungan insan modern untuk menggunakansistem yang semakin praktis, akhirnya secaraperlahan sistem barter ditinggalkan dan beralihpada sistem modern, yaitu penggunaan
naqd
sebagai kurensi (alat takar) dalam transaksi. Dalamsejarah Islam tercatat, pelaku pertama transaksiyang memakai kurensi berupa emas dan perakadalah Nabi Tsits bin Adam as.
1
Namun versi lainmenyebutkan bahwa pengguna
naqd
pertama kaliadalah masyarakat pada periode
 Ashhâb al-Kahfi
,tapi pendapat yang kedua ini perlu ditelaahkembali sebab al-Quran telah mencatatkeberadaan
dirham
beredar sejak masa kecil Nabi Yusuf as. Padahal era Nabi Yusuf as. jauh lebih duludibanding masa
Ashhâb al-Kahfi
.
2
 Sementara China yang masyhur dengan duniabisnisnya, merupakan negara pertama yangmemperkenalkan kurensi berupa uang kertas. IbnuBatuthah mengatakan, masyarakat China tidak
1
Syaikh Muhammad al-Hanafi,
Bada’i al-Zuhûr,
Semarang:Hidayah, h. 50-51.
2
Hasan Abdullah Amin,
 Ahkâm al-Taghayyur al-Qîmat al-‘Umalât al-Naqdiyyah wa Asy‘ariha fi Tasdîd al-Qard
, cet. I, 2000,Dar al-Nafis, h. 29. Bandingkan al-‘Alamah al-Shâwi,
Hâsyiyahal-‘Allamah al-Shâwi
, al-Hidayah, vol. III, h. 6.
204
 
Kontekstualisasi Turâts
pernah melakukan transaksi dengan
dirham
dan
dinar 
, tetapi lebih cenderung memakai eksemplaryang diedarkan secara central oleh pihak negaradengan nama
Balasty 
. Hal itulah yangmenyebabkan masyarakat China menolakmenggunakan
dirham
dan
dinar.
Menurut beliau, jika ditinjau dari
setting
historis, uang kertasdipakai setelah uang
dinar 
. Sedang negara Arab,Irak dan Iran mengenal uang kertas pada sekitartahun 693 H.
3
Adapun legalisasi penggunaan uang kertasbagi umat Muslim diyakini terjadi sejak Dawlah
Utsmâniyyah (1862 M.), hanya saja legalisasi yangdiprakarsai oleh ‘Utsmâniyyah belum mendapatrespon secara luas dari masyarakat. Hal tersebutdikarenakan minimnya kepercayaan mayoritaspenduduknya terhadap eksistensi uang kertas padawaktu itu, dan masyarakat setempat memandangpenggunaannya bertentangan dengan tradisimereka dalam bertransaksi. Di sela-sela PerangDunia Pertama (1333 H., 1914 M.-1337 H., 1918 M.)Daulah
 
‘Utsmâniyyah runtuh. Pada saat itulah uangkertas ditarik dari peredaran, kemudian kurensiemas serta perak kembali mendominasi di pasaran.Meskipun demikian, sebagian negara Islam adayang tetap memakai uang kertas sebagai alat tukarhingga sekarang.
4
 
2. Definisi
Naqd 
3
Hasan Abdullah Amin. Op.
 
cit., h. 39.
4
Ibid, h. 39-41.
205

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Heri Subagiyo liked this
musthafelhamidi liked this
musthafelhamidi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->