peningkatan control sinergi volunteer, Tidak adanya control fungsi motorik dari sinergi, Gerakansendi individual3. Tahapan tehnik latihan : Merangsang gerak sinergis (Associated Reaction Pathological Tonic Neck & Labyrinthine reflex)
Mengontrol gerakan sinergi :
- Latihan terlepas dari pengaruh pola sinergis (dengan gerakan kombinasi pola sinergisantagonis)- Merangsang fungsi tangan & jari tangan secara volunteer, ada beberapa tahapan yang harusdiperhatikan dalam latihan ini diantaranya adalah :Tahap 1-3 : merangsang control volunteer sinergis & memakai gerakan ini untuk aktifitasstabilisasi obyek /àyang bertujuan (ROM bahu, abd volunteer, untuk ADL memegang,menjinjing, dll)Tahap 4-5 : mengontrol flexor & ekstensor sinergi sehingga penderita dapat melakukan aktifitasfungsionalTahap 6 : ketrampilan tangan dengan melatih fungsi tangan
4. Neurodevelopmental Technique/BobathDasar teori :
Pola gerakan patologis tidak boleh digunakan untuk latihan oleh karena penggunaan berulang jalur eferen patologis dapat menyebabkan ekspansi ke jalur normal. Menggunakan konsep hirarkifungsi SSP manusia, dengan komponen yang saling integral : input sensorik & system feedback motorik. Konsep motor relearning mungkin dapat berurutan seperti pada perkembangan normaldan Berlawanan dengan Brunnstorm & PNF.
Prinsip :
1. Kontrol pola spastisitas dengan menghambat pola abnormal2. Fasilitasi pola normal / refleks postural normal (righting & equilibrium reaction)
Tujuan :
1. Stabilisasi tonus postural2. Inhibisi pola abnormal / gerakan abnormal