KETERAMPILAN BERBICARA
Materi dalam blog ini merupakan klasifikasi jenis keterampilan berbahasa secara aktif lisan. Sumber wacana dalam blok iniamat banyak, yang dapat pembaca cari dan lacak sendiri ke website lain. yang ada di sini hanyalah sebagian kecilsepersekian persen dari yang ada.SELASA, 2009 JANUARI 20
Dalam peradaban manusia kegiatan berbicara bersama ternyata dirasakan amat penting dalammenjali8n komunkasi antarsesama. Sejarah membuktikan bila di antara lekuk-liku kegiatan berbicara tersebut mengalami perkembangan hingga membentuk kegiatan berbicara sesuaidengan kont5ekis nzaman dan lingkungan masyrakatnya. Akhirnya, kemjauan peradabanmelahirkan bentuk kegiatan berbicara dalam debat, meski bentuk itu sudah ada sejak zamanRomami Kuno.Dalam konteks masyarakat Indonesia budaya debat barulah muncul secara umum lewat mediatelevisi setelah terjadi reformasi di negeri ini. Kegiatan ini menjadi menarik banyak diminati oleh berbagai elemen masyarakat, akademisi, tokoh pergerakan, politikus, dan lain-lain. Meski duniadebat dalam konteks masyarakat kita seperti sekarang masih belum ideal, titik ini merupakanlangkah awal yang memang harus ditempuh menuju msyarakata Indonesia yang maju menujutingkat peradaban yang lebih mulia.Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara peroranganmaupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Secaraformal, debat banyak dilakukan dalam institusi
seperti
, terutama dinegara-negara yang menggunakan sistem
. Dalam hal ini, debat dilakukan menurutiaturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat dihasilkan melalui
atau keputusan juri.Contoh lain debat yang diselenggarakan secara formal adalah debat antar kandidat legislatif dandebat antar calon presiden/wakil presiden yang umum dilakukan menjelang
.Debat kompetitif adalah debat dalam bentuk permainan yang biasa dilakukan di tingkat sekolahdan universitas. Dalam hal ini, debat dilakukan sebagai pertandingan dengan aturan ("format") yang jelas dan ketat antara dua pihak yang masing-masing mendukung dan menentang sebuahpernyataan. Debat disaksikan oleh satu atau beberapa orang juri yang ditunjuk untuk menentukan pemenang dari sebuah debat. Pemenang dari debat kompetitif adalah tim yang berhasil menunjukkan pengetahuan dan kemampuan debat yang lebih baik.
Debat kompetitif dalam pendidikan
Tidak seperti debat sebenarnya di parlemen, debat kompetitif tidak bertujuan untuk menghasilkan keputusan namun lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tertentu di kalangan pesertanya, seperti kemampuan untuk mengutarakan pendapatsecara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda, dan kemampuan berbahasa asing (bila debat dilakukan dalam bahasa asing).Namun demikian, beberapa format yang digunakan dalam debat kompetitif didasarkan atasdebat formal yang dilakukan di parlemen. Dari sinilah muncul istilah "debat parlementer"sebagai salah satu gaya debat kompetitif yang populer. Ada berbagai format debat parlementer yang masing-masing memiliki aturan dan organisasinya sendiri.Kejuaraan debat kompetitif parlementer tingkat dunia yang paling diakui adalah WorldUniversities Debating Championship (WUDC) dengan gaya British Parliamentary di tingkatuniversitas dan World Schools Debating Championship (WSDC) untuk tingkat sekolah menengahatas.Kompetisi debat bertaraf internasional umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagaipengantar. Tidak ada bantuan penerjemah bagi peserta manapun. Namun demikian, beberapakompetisi memberikan penghargaan khusus kepada tim yang berasal dari negara-negara yanghanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (English as Second Language - ESL).Negara-negara yang terkenal dengan tim debatnya antara lain
,
,dan
. Di Asia, negara yang dianggap relatif kuat antara lain
dan
.
Debat kompetitif