Bagi Tuhan, sang Pencipta alam, bukan para wakil, yang telahmenciptakan manusia dengan tegak; tapi manusia, dengan menjadidirinya sendiri akan menjadi tidak suci, dan menjadi terhukum, melahirkananak yang tidak suci dan terhukum. Karena kita semua telah beradadalam satu manusia itu, sejak kita semua adalah satu manusia itu yangtelah terjerumus ke dalam dosa oleh seorang perempuan yang telahdiciptakan darinya sebelum dosa. Untuk memastikan, bentuk-bentukkhusus dalam mana kita sebagai individu-individu hidup, belum diciptakandan terbagi; tapi telah ada sifat
seminal
di sana dari mana kitadikembang-biakkan; dan semenjak ini telah direndahkan kualitasnya olehdosa, terikat oleh rantai kematian, dan dalam keadaan terhukum, manusiatidak dapat terlahir dalam keadaan yang lain.
St. Agustinus, The City of God (410) Book XIII
Kita mulai dengan sesuatu yang sederhana, pikir anda. Adam, Eva, buah-buahan, ular, dosa: apa lagi yang sederhana?Sebenarnya, banyak. Dalam kisah Bibel tentang kedurhakaanpertama manusia---memakan Pohon Pengetahuan---tidak pernah sekalipun terdapat istilah bahasa Ibrani untuk “dosa” muncul. (Istilah ini akanmenunggu Cain.) Tidak juga ungkapan (atau doktrin) “dosa asal”dintunjukkan di mana saja dalam Perjanjian Lama atau Baru.Mereka tersembunyi, pastinya. “Tentang setiap pohon dari taman[Eden] engkau boleh bebas memakannya,” firman Tuhan kepada Adam(Genesis 2). “Tapi, terkait pohon pengetahuan tentang kebaikan dankeburukan, engkau tidak boleh memakannya: karena di hari engkaumakan pohon ini, engkau pasti akan mati.” Ketika Adam dan Eva tidakmati pada hari itu, Tuhan, harusnya, memaksudkan ini seperti yangdinyatakan dalam teks bahasa Ibrani: “kamu akan dikutuk hingga
Leave a Comment