Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
176Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tauhid : Ruh Makrifat Hamba Allah

Tauhid : Ruh Makrifat Hamba Allah

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 34,843|Likes:
Published by Atmonadi
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia (QS 2:163)”
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia (QS 2:163)”

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Atmonadi on Sep 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

 
Tauhid : Ruh Makrifat Hamba Allah
Revisi : 16-September-2009
Atmonadi,
Tulisan ini merupakan bagian dari Bab 6 Risalah Mawas “Kun Fa Yakuun :Mengenal Diri, Mengenal Ilahi” . Dokumen ini dipublikasikan dibawah naunganCreative Common License. Copyright 2004-2009 Atmonadihttp://www.atmonadi.com
 
6.10 Tauhid : Rahasia dan Ruh Ma’rifat Hamba Allah
Allah berfirman,
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia (QS 2:163)” “Tuhan kamu adalah Tuhan yang maha Esa (QS 16:22)” “Katakanlah: Dialah Yang maha Esa (QS 112:1)”.
Itulah beberapa mutiara tauhid yang disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur’ansebagai pentauhidan akan ke-Esa-an Diri-Nya. Maka secara harfiah, tauhidadalah Mengesakan Tuhan.Al Ghazali dalam kitab
Raudhah Al-Thalibin Wa Umdah Al-Salikin
 
[16]
mengartikantauhid sebagai menyucikan
Al-Qidam
dari sifat
al-huduts
(baru), menjauhkannyadari segala sesuatu yang baru, sehingga seseorang tidak kuasa melihat dirinyabernilai lebih terhadap yang lainnya. Artinya, dirinya menjadi tiada atau fana.Sebab bila dia melihat kepada dirinya sendiri atau orang lain disaat dia beradadalam kondisi mentauhidkan
 Al-Haqq
, maka akan terjadi dualisme, dan itu berartitidak mengesakan terhadap Dzat-Nya yang
qadim
, yang memiliki sifat Esa danTunggal (disinilah Iblis tertipu sehingga menolak perintah Allah). Keesaansebagai Yang Tunggal sebagai makna tauhid pada hakikatnya berkaitan eratdengan pengenalan yang baru (semua makhluk) terhadap yang
qidam
. Makadalam siklus
makrifatullah
tak pernah berhenti, tauhid merupakan ujung darimakrifat dari yang menyaksikan, ia dikatakan rahasia dan ruh dari makrifat.Namun, tauhid juga merupakan awal dari
makrifatullah
, karena di ujungperjalanan makrifat si pencari (salik) akan mengalami penyaksiannya di awalmula sebelum ia menjadi dirinya (sebelum ruhnya ditiupkan ke dalam jasad) (QS7:172).
 
Dengan demikian menjadi jelas bahwa ketika seseorang mencapai suatutotalitas tauhid yang benar berupa penyaksian akan Allah sebagai Tuhan YangEsa, tidak ada pengakuan bahwa dirinya telah sampai, karena pengakuan akanmenyebabkan suatu bencana baik bagi dirinya yang diliputi kesombongan diri,atau hanya sekedar ilusi yang menipu dirinya sendiri. Dalam banyak aspek,pengungkapan makrifat dimungkinkan apa adanya, seperti Nabi MuhammadSAW menceritakan Isra & Mi’rajnya, sebagai suatu
dzauqi 
atau citarasa ruhaniahpenyaksian hakiki sehingga darinya akan muncul berbagai pengungkapanlahiriah berupa puisi, prosa, dan bentuk-bentuk pengungkapan lainnya. Ada yangboleh disiarkan sebagai suatu berita kenikmatan yang memang harus ditebarkansebagai sebuah rahmat, ada juga yang harus disembunyikan karena bisamenimbulkan fitnah baik bagi dirinya, para munafik dan ateis, maupun orangyang mengikutinya dengan kebodohan dan tanpa ilmu sehingga yang munculdari pengikut yang bodoh adalah pengakuan-pengakuan palsu.
6.10.1 Pengertian Tauhid
Menurut Al-Qusyairy an-Naisabury, “Risalatul Qusyairiyah”
[10]
, Tauhid adalahsuatu hukum bahwa sesungguhnya Allah SWT Maha Esa, dan mengetahuibahwa sesuatu itu satu bisa dikatakan tauhid juga. Sehingga, menauhidkansesuatu yang satu merupakan bagian dari keimanan terhadap yang satu itu.Makna eksistensi Allah SWT sebagai Yang Esa adalah suatu penyifatan yangdidasarkan ilmu pengetahuan. Dikatakannya bahwa Allah SWT adalahKetunggalan Dzat, sehingga
Dia Adalah Dzat Yang tidak dibenarkan untuk disifati dengan penempatan dan penghilangan.
” Selanjutnya banyak ahli hakikatyang mengatakan bahwa arti bahwa Allah SWT itu Esa adalah penafian segalapembagian terhadap dzat; penafian terhadap penyerupaan tentang Hak danSifat-sifat-Nya, serta penafian adanya teman yang menyertai-Nya dalam Kreasidan Cipta-Nya.Hujwiri dalam “Kasyf al-Mahjub”
[33]
dan Al Qusyairy
[10]
dalam kitab Risalahnya,membagi pengertian tauhid menjadi tiga kategori yaitu :

Activity (176)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
pretender liked this
Azizan Ibrahim liked this
syarif2008 liked this
Azizan Ibrahim liked this
Mohammad Kaelani liked this
lisamariss22 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->