Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Wawancara

Wawancara

Ratings: (0)|Views: 2 |Likes:
Published by Ulfa Nurul Fadhilah

More info:

Published by: Ulfa Nurul Fadhilah on Jan 12, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2014

pdf

text

original

 
WAWANCARA
DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
IAD
 
Ulfa Nurul Fadilah NIM.0101.1301.150 1 D SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DR. KHEZ MUTTAQIEN PURWAKARTA 2013
 
 
 Narasumber : Ibu Aminah (65 thn) Status : Pengemis Lokasi wawancara : Depan STS
 
Ulfa
: Assalamu’alaikum
, maaf mengganggu bu boleh saya mewawancarai ibu sebentar..? Ibu Aminah
: Wa’alaikum salam, oh ia boleh de.
 
 
Ulfa : Nama ibu siapa terus usia ibu berapa? Ibu Aminah : Saya Aminah usia saya 65 tahun.
 
Ulfa : Ibu berasal dari daerah mana? Ibu Aminah : saya dari Maja, Serang Banten de.
 
Ulfa : sudah berapa tahun ibu tinggal dan mengemis di Purwakarta terus tinggal dimana ibu? Maaf ya bu Ibu Aminah : ±2 tahun, disini saya tidak punya tempat tinggal, saya tidur dimana aja sama anak-anak jalanan.
 
Ulfa : sebab ibu rela menjadi pengemis apa bu? Ibu Aminah : sebenarnya saya tidak mau menjadi pengemis, tapi harus  bagaimana lagi, dulu daya pemulung, dibantu oleh suami dan anak saya, kemudian suami saya meninggal setelah itu harapan saya hanya anak saya, saat memulung anak saya tertabrak kereta api dan meninggal saya meminta bantuan kepada pihak jasaraharja tapi tidak dipenuhi dengan  berbagai alasan, disitu saya putus asa, ekonomi saya semakin menipis dan saya harus ngasih makan pada anak kedua saya yang keadaannya sangat memperihatinkan yaitu keadaan cacat tidak mempunyai satu kaki. Kemudian ada ibu-ibu dikampung saya mengajak saya ikut dengannya,
saya bertanya “mau dibawa kemana bu? Terus  pekerjaannya apa?” tanya saya, ibu
-ibu itu menjawab,
 
“pokoknya ibu ikut saya, nanti juga tahu” setelah saya ikut
dengannya ternyata saya diajak mengemis di purwakarta dan anak saya di titipkan di panti asuhan.
 
Ulfa : oh gitu, terus apakah ibu tidak takut tidur dimana aja? Ibu Aminah : tidak de, karna sudah biasa, terus anak-anak jalanannya  juga baik.
 
Ulfa : penghasilan ibu sehari rata-rata berapa: Ibu Aminah : Ah saya tidak banyak de, tidak seperti orang-orang di Jakarta sehari paling banyak 30.000, seringnya mendapat 20.000 atau 15.000.
 
Ulfa : Dari dan sampai jam berapa ibu keliling?
 
Ibu Aminah : dari jam 6 sampai 3 sore atau sampai dzuhur.
 
Ulfa : Bu, Apakah ada pengemis lain yang mengemis uangnya hanya untuk berfoya-foya? Ibu Aminah : Oh banyak de, mereka mengemis hanya untuk mabuk-mabukan, senang-senang, melupakan ibadah. ibu sangat menyayangkannya, ingat ya de kita jangan sampai ketinggalan shalat yang 5 waktu.
 
Ulfa : Pasti bu, Insyaallah tidak akan sampai begitu. Harapan ibu kepada Pemerintah apa? Ibu Aminah : Harapan saya, saya ingin pemerintah memberikan pekerjaan kepada pengemis-pengemis seperti saya, seperti rencana  pemerintah di Jakarta, yang akan memperkerjakan anak  jalanan, pengemis, dll sebagai pembersih jalan dan menggajihnya setiap bulan, itu sangat mulia dibandingkan  pekerjaan ini, tapi saya sangat menyayangkan kepada  pengemis Jakarta yang tidak mau diatur oleh Pemerintah.
 
Ulfa : emmm gitu,, Ibu mungkin segini saja, maaf ya bu sudah mengganggu waktu ibu, makasi atas perhatiannya. Ibu Aminah : oh ia de sama-sama

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->