Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fertilisasi Spermatozoa Ikan Tawes Pendukung Skripsi

Fertilisasi Spermatozoa Ikan Tawes Pendukung Skripsi

Ratings: (0)|Views: 31 |Likes:
Published by Yien Jhon's

More info:

Published by: Yien Jhon's on Jan 14, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2014

pdf

text

original

 
fertilisasi spermatozoa ikan tawes (Barbonymus gonionotus) pasca kriopreservasi satu hari 1. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keragaman hayati yang tinggi. Satu di antara keanekaragaman hayati tersebut adalah bidang perikanan. Kekayaan alam dalam bidang perikanan tersebut mencapai 8.500 spesies yang tersebar di perairan tawar, payau, dan laut (Supriatna 2008: 7 & 393). Namun demikian, kekayaan alam tersebut tidak dimanfaatkan secara tepat. Akibatnya, eksploitasi secara berlebihan yang berujung pada pengrusakan lingkungan terus terjadi. Permasalahan tersebut dapat teratasi dengan melakukan upaya konservasi. Upaya konservasi yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menerapkan teknik kriopreservasi. Kriopreservasi merupakan suatu teknik penyimpanan sel hewan, tumbuhan ataupun materi genetika lain (termasuk semen dan oosit) dalam keadaan beku melalui reduksi aktivitas metabolisme tanpa memengaruhi organel-organel di dalam sel, sehingga fungsi fisiologi, biologi, dan morfologi tetap ada (Gazali & Tambing 2001: 27). Teknik kriopreservasi lebih sering dilakukan pada spermatozoa. Hal tersebut dikarenakan proses pengawetan spermatozoa lebih mudah dan lebih tahan terhadap suhu rendah pada saat penyimpanan dibandingkan ovum atau embrio (Jamieson 1991: 266). Teknik kriopreservasi pada ikan banyak dilakukan pada spesies dari
family Cyprinidae
(Routray
dkk 
 2007: 2). Ikan tawes (
Barbonymus gonionotus 
, Bleeker 1850) merupakan salah satu spesies ikan
family Cyprinidae 
. Kematangan gonad yang relatif lebih cepat dibandingkan spesies lainnya menjadikan ikan tawes dapat digunakan sebagai hewan model dalam kriopreservasi, seperti halnya ikan
family Cyprinidae 
 lainnya. Tingkat keberhasilan kriopreservasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengencer (Billiard
dkk 
. 1995: 26). Pengencer merupakan salah satu faktor penting keberhasilan teknik kriopreservasi. Pengencer yang digunakan terdiri atas ekstender dan krioprotektan. Larutan Ringer merupakan salah satu jenis ekstender yang biasa digunakan dalam teknik kriopreservasi (Muchlisin 2005: 13). Krioprotektan, seperti halnya ekstender merupakan salah satu agen yang berperan penting dalam teknik
 
kriopreservasi. Krioprotektan dapat mengurangi kerusakan sel akibat pembentukan kristal es dan bahkan dapat menekan pembentukan kristal es. Krioprotektan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu krioprotektan intraseluler (
permeating cryoprotectant 
) dan krioprotektan ekstraseluler (
nonpermeating cryoprotectant 
). Krioprotektan intraseluler dapat menembus membran sel, sedangkan krioprotektan ekstraseluler tidak dapat menembus membran sel dan biasanya bekerjasama dengan krioprotektan intraseluler dalam melindungi sel dari kerusakan selama kriopreservasi (Jamieson 1991: 239--240). Salah satu jenis krioprotektan ekstraseluler yang dapat digunakan dalam kriopreservasi adalah susu skim. Susu skim merupakan jenis susu yang memiliki kandungan lemak yang sangat rendah, yaitu hanya 0,1--0,3% . Susu skim diproses dengan cara menghilangkan sebagian besar atau hampir keseluruhan lemaknya (The Dairy Council 2010: 1). Susu skim digunakan dalam kriopreservasi karena dapat melindungi sel spermatozoa dari kerusakan sel selama proses kriopreservasi (Singsee
dkk 
. 2005: 207). Penggunaan krioprotektan ektraseluler seperti susu skim, biasanya dikombinasikan dengan jenis krioprotektan intraseluler, misalnya metanol. Metanol merupakan salah satu bentuk alkohol. Metanol merupakan suatu larutan tidak berwarna yang mudah terbakar dengan bau yang cukup tajam, mirip dengan etil alkohol. Metanol bersifat dapat larut dalam air (Terra 2001: 1). Penggunaan kombinasi antara susu skim dan metanol sebagai krioprotektan dapat mempertahankan kualitas spermatozoa hasil kriopreservasi. Penelitian Zuraida (2009) menunjukkan adanya peningkatan nilai motilitas spermatozoa pascakriopreservasi dibandingkan kontrol. Anindita (2010) juga menggunakan kombinasi susu skim dengan metanol dalam kriopreservasi ikan gurame. Hasil penelitiannya juga memperlihatkan peningkatan nilai persentase motilitas spermatozoa pascakriopreservasi dibandingkan dengan kontrol. Fertilisasi merupakan proses penyatuan antara sel telur dengan sel spermatozoa untuk membentuk zigot. Fertilisasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu fertilisasi internal dan eksternal. Fertilisasi yang umumnya terjadi pada ikan merupakan jenis fertilisasi eksternal, dikarenakan terjadi di luar tubuh induk (Fujaya 2002: 173). Keberhasilan proses fertilisasi dipengaruhi oleh kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. Sperma
 
yang tidak dikriopreservasi (
fresh sper
) memiliki kemampuan fertilisasi yang lebih tinggi dibandingkan sperma hasil kriopreservasi. Hal tersebut dikarenakan teknik kriopreservasi menyebabkan terjadinya penurunan kualitas sperma, seperti terjadinya perubahan dalam motilitas dan durasi pergerakan (Akcay
dkk 
. 2004: 842). Penelitian mengenai fertilisasi spermatozoa pascakriopreservasi telah banyak dilakukan. Sultana
dkk 
. (2010) telah melakukan fertilisasi spermatozoa ikan mas. Hasilnya menunjukkan penurunan tingkat fertilisasi akibat proses kriopreservasi, yaitu dari 88% menjadi hanya 32--37%. Penelitian Horvath
dkk 
. (2003) juga menunjukkan terjadinya penurunan kemampuan fertilisasi ikan mas pascakriopreservasi dari persentase 84% (kontrol) menjadi hanya sekitar 71--74%. Namun demikian, pengaruh penggunaan krioprotektan berupa campuran 5% metanol dan susu skim dalam fertilisasi spermatozoa ikan tawes pascakriopreservasi belum diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat fertilitas spermatozoa ikan tawes pascakriopreservasi. 2. RUMUSAN MASALAH, TUJUAN PENELITIAN, DAN HIPOTESIS Kriopreservasi merupakan suatu teknik penyimpanan sel hewan, tumbuhan ataupun materi genetika lain (termasuk semen dan oosit) dalam keadaan beku melalui reduksi aktivitas metabolisme tanpa memengaruhi organel-organel di dalam sel, sehingga fungsi fisiologi, biologi, dan morfologi tetap ada (Gazali & Tambing 2001: 27). Kriopreservasi spermatozoa ikan telah banyak dilakukan, yaitu sekitar 200 spesies ikan yang telah berhasil dikriopreservasi (Akcay
dkk 
. 2004: 837). Ikan tawes (
Barbonymus gonionotus 
), seperti halnya spesies ikan
family Cyprinidae 
 lainnya juga dapat dilakukan proses kriopreservasi. Penelitian mengenai kriopreservasi ikan tawes sudah mulai banyak dilakukan, di antaranya oleh Rahayu (2009) dan Zuraida (2009). Rahayu (2009) telah melakukan penelitian kriopreservasi ikan tawes dengan menggunakan ko-krioprotektan berupa kuning telur. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kuning telur sebagai ko-krioprotektan (konsentrasi 15%) memberikan peningkatan persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa ikan tawes pascakriopreservasi dengan rata-rata sebesar 96,10% dan 85,50%. Persentase abnormalitas yang didapatkan juga mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar 16%.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->