Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Shalat Berjamaah Bagi Wanita

Hukum Shalat Berjamaah Bagi Wanita

Ratings: (0)|Views: 286 |Likes:
Published by Anak Demang

More info:

Published by: Anak Demang on Sep 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

 
Hukum Shalat Berjamaah BAGI WANITA
Written by AdministratorSaturday, 30 May 2009 03:39 -
PADA artikel sebelumnya telah diterangkan tentang masalah wajibnya shalat berjamaah dimasjid. Dalam keterangan tersebut, sekilas nampak bahwa shalat jamaah seakan-akandiwajibkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Padahal tidaklah demikian,karena di dalamnya terdapat beberapa perkecualian dan kekhususan.Di antara kekhususan itu adalah tidak diwajibkannya shalat jamaah bagi wanita. Hal itu sesuaidengan Ijma(kesepakatan) ulama. Adapun dibolehkannya mereka ikut serta dalam shalatberjamaah, bukan berarti merupakan kewajiban bagi mereka sebagaimana yang telahdikatakan oleh Abu Muhammad bin Hazm rahimahullah: Permasalahan wajib hadimya shalatberjamaah (di Masjid, peny.), tidak mengharuskan bagi wanita untuk menghadirinya. Dalamperkara ini tidak terdapat ikhtilaf di antara para ulama.Imam Nawawi juga berkata: Berkata shahabat shahabat kami: Shalat berjamaah bukanlahfardlu ‘ain dan bukan pula fardlu kifayah pada haq wanita, tetapi hanya sunnah saja bagimereka. Sebaliknya wanita dianjurkan untuk shalat di runahnya karena fadlilah (keutamaan)nyalebih besar dibandingkan dengan shalat berjamaah dj masjid. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda kepada para wanita:Shalat salah seorang di antara kalian di makhda (kamar kecil yang berada di dalam rumah yangbesar dan berguna untuk menjaga barang-barang mahal dan berharga) lebih~ utama daripadashalat di kamamnya. Shalat di kamamya lebih utama daripada shalat di rumahnya. Shalat dirumahnya lebih utama daripada shalat di masjid kaumnya dan shalat di masiid kaumnya lebihutama daripada mereka shalat bersamaku (masiidku). (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan IbnuHibban dalam Shahih keduanya; dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin AI-AIbani didalam Jilbab Marah~Muslimah, hal. I55)Mengomentari hadits di atas, Syaikh Albani hafidhahullah berkata: Hadits tersebut tidakbertentangan dengan hadits riwayat Imam Muslim yang berbunyi: Shalat di masjidku lebihutama seribu shalat dibandingkan dengan shalat di masjid-masjid yanglainnya. Hadits ini tidak menafikan bahwa shalat-shalat mereka (para wanita) di rumahnya lebihutama bagi mereka, sebagaimana tidak dinafikannya pula keutamaan shalat sunnah di rumahbagi laki-laki dibandingkan dengan jika dilakukan di masjid. Akan tetapi jika dia (laki-laki) shalatdi salah satu masjid yang tiga (Mekah, Madinah dan Aqsha), maka mereka mendapatkeutamaan-keutamaan dan kekhususan-kekhususan· Demikian pula halnya bagi wanita.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalar dikamarnya. Dan shalamyadimahdanya lebih utama daripada shalar di rumahnya. (HR. Abu Dawud, hadirs no. 566 danberRarn SyaiWt Nashiruddin AI-Albnni di dalam Misykatul MasFabih hal. 1063: Sanadnyashahih atas syarat Muslim. Diriwayatkanpula oleh Imam Hakim dan berkata: Sanadnya atassyarat Bukhari dan Muslim dan Adz-Dzahabi menyetujuinya )Beliau shallalahu alaihi wa sallam bersabda:
1 / 9
 
Hukum Shalat Berjamaah BAGI WANITA
Written by AdministratorSaturday, 30 May 2009 03:39 -
Sebaik-baik masjid bagi wanila adalah di dalam rumah-rumah mereka. (HR. Ahmad (6/301),Ibnu Khuraimah (3/92) dan Baihaqi (3A31~Dari riwayat-riwayat di atas, para ulama mengambil istimbat hukum bahwa shalat wanita didalam rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid. Mustafa Al-Adawi di dalam kitabAhkamu An-Nisa hal. 299, berkata -setelah memaparkan hadits-hadits ini: Hadits ini adalahtambahan dari sanad yang menjelaskan bahwa shalat wanita di rumahnya lebih utama daripadashalat di masjid. (lihat Shahih Ibnu Khwnimph (3/96) dan Sunan AI-Baihaqi Al-Kubra (3/ 132)).Beliau (Mustafa) menambahkan: Sesungguhnya hadits-hadits yang menunjukkan bahwa shalatwanita di rumahnya Lebih utama dari shalat mereka di masjid itu adalah shahih denganterkumpulnya sanad-sanad hadits tersebut.Imam Nawawi rahimahullah berkata: Shahabat-shahabat kami berkata: Shalat wanita di suatutempat di dalam rumahnya yang lebih tertutup adalah lebih afdal, karena terdapat hadits dariAbdullah bin Masud radhjallahu mthu bahwasanya Rasulullah shaNaNahu alaihi wa sallambersabda:Shalat wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di kamamya dan shalat di mahdanyalebih utama daripada di rumahnya. (HR. Abu Dawud dnnsanadnya shahih atas syarat Muslim,lihat Synrh Muslim, 2/73)Demikianlah perkataan Imam Nawawi rahimahullah yang menyatakan bahwa yang lebih afdlalbagi wanita adalah shalat di rumahnya dengan alasan lebih tertutup dan lebih aman dari fitnah.Masih banyak lagi paa ulama lainnya yang menyatakan demikian. Di antaranya Ibnul Qayyimal-Jauziyah rahimahullah. Beliau berkata ketika men-syarah hadits yang diriwayatkan olehImam Abu Dawud-: Shalat wanita di rumahnya, maksudnya karena kesempuinaan hijab. Dankeutamaan shalat di rumah bagi wanita karena di bangun atas dasar ini.Beliau Obnul Qayyim) menjelaskan pula tentang lafadz riwayat Rumah mereka lebih utamabagi mereka. Maksudnya adalah shalat-shalat mereka (wanita) di rumahnya itu Lebih utamabagi mereka dibandingkan dengan shalatnya di masjid. jika mereka mengetahui yang demikian(pastilah mereka tidak meminta untuk keluar masjid). Akan tetapi karena mereka tidakmengetahuinya, maka mereka (shahabiyah) meminta izin untuk keluar ke masjid denganberkeyakinan bahwa pahalanya lebih banyak daripada shalat di rumahnya. Keutamaan yanglain adalah aman dari fitnah, (hal itu) didukung dengan adanya perbuatan yang dilakukan parawanita (yakni tabarruj, ikhtilath [bercampurnya antara laki-laki dan perempuan], memakaiwangi-wangian dan lain-lain).Dalam hadits lain riwayat Ibnu Masud radhiyaIlahu anhu secara morfudisebutkan:Sebaik-baik masjid bagi wanita adalah ruma rumah mereka. (HR Ahmad. 6/301,IbnuKhuzaimah 3/29, dan Baihaqi 3/131)Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: Allah tidak menerima shalat wanita yangsudah haidl (baligh), kecuali jika ia memakai kerudung walaupun di dalam rumahnya dan tidakada orang-orang asing (bukan mahram) yang melihatnya. Hal itu menunjukkan diperintahkan
2 / 9
 
Hukum Shalat Berjamaah BAGI WANITA
Written by AdministratorSaturday, 30 May 2009 03:39 -
menutup aurat dari sudut syariat yang tidak diperintahkan kepada laki-laki. Yang demikiandiwajibkan oleh Allah atas mereka, walaupun dia tidak dilihat oleh seorang pun. Allah berfirman:Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah lakuseperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (Al-Ahzab: 33)Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:Janganlah kalian mencegah hamba-hamba Allah (wanita) ke masiid, meskipun rumah-rumahmereka adalah lebih baik bagi mereka. (HR Bukhari no. 900) Juga sabda beliau shallallahualaihi wa sallam (yang artinya): Shalat salah seorang di antara kalian (para wanita) dimahda-nya lebih utama daripada shalat di kamarnya. Shalat di kamarnya lebih utama daripadashalat di rumahnya Shalat di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid kaumnya danshalat di masjid kaumnya lebih urama daripada shalat bersamaku (HR. Ahmad, IbnuKhuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahih keduanya; dihasankan oleh SyaiRh MuhammadNashiruddin Al-Albani di dalam Jilbab Marah Muslimah, hal. 155)Imam Syaukani rahimahullah berkata: Shalat mereka (wanita) di rumahnya adalah lebih balkdan utama daripada shalat di masjid jika mereka mengetahui yang demikian. Akan tetapi,karena mereka tidak mengetahuinya, mereka meminta izin untuk keluar ber- jamaah. Mereka berkeyakinan bahwa pahala shalat di masjid lebih banyak. Keutamaan yanglainnya adalah bahwa shalat-shalat mereka di rumahnya lebih aman dari fitnah. Yangmenekankan demikian ini karena adanya pebuatan yang diadakan oleh wanita seperti tabarruj(berdandan) atau bersolek, sebagaimana yang telah dikatakan oleh Aisyah radhiyallahu anha.Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin hafidhahullah berkata: Rasulullah shallallahu alaihiwa sallam bersabda: Rumah-rumah mereka lebih utama bagi mereka. Hadits ini memberikanpengertian bahwa shalat wanita di rumahnya lebih utama. Jika mereka (para wanita) berkata:Aku ingin shalat di masjid agar dapat berjamaah. Maka akan aku (syaikh Utsaimin) katakan:Sesungguhnya shalatmu di rumahmu itu lebih utama dan lebih baik. Hat itu dikarenakanseorang wanita akan terjauh dari ikhtilath bersama lelaki lain, sehingga akan dapatmenjauhkannya dari fitnah. Dari keterangan di atas telah jelas bagi kita keutamaan shalatwanita di rumahnya. Walaupun begitu mungkin akan timbul dalam benak kita suatu pertanyaan:Manakah yang lebih utama, wanita shalat di rumahnya dengan berjamaah atau shalat sendiri.Dan apakah shalat jamaahnya akan mendapatkan seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam (yakni lebih utama 27 derajat)? Untuk menjawab pertanyaan initerlebih dahulu kita melihat syarah hadits Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalatsendiri dengan dunpuluh lima (dalam riwayar lain dengan duapuluh tujuh) derajat. Apakahhadits tersebut bersifat umum bagi laki-laki dan wanita?Imam Ibnu Hajar Asqalani dalam Fathul Bari, juz 2 ha1.157, mengatakan tentang kekhususankeutamaan shalat berjamaah dengan membawakan keterangan para ulama yang mensyarahhadits tersebut. Seperti Ibnu Qattan dan para pensyarah lain yang dikomentari oleh At-Zain binAl-Mundzir dan yang lain secara terperinci. Beliau (Ibnu Hajar) berkata: Sungguh akumenganggap benar pendapat mereka yang sesuai dengan keadaan shalat berjamaah dan
3 / 9

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Iffa Kurnia Sari liked this
Syaf Udin liked this
Surani Ningsih liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->