Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proses Terbentuknya Panas Bumi.html

Proses Terbentuknya Panas Bumi.html

Ratings: (0)|Views: 4|Likes:
Published by Raul Gandi

More info:

Published by: Raul Gandi on Jan 20, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2014

pdf

text

original

 
GEOGRAPHER
RABU, 23 MEI 2012
proses terbentuknya panas bumi
Proses Terbentuknya Panasbumi (Geothrmal Energy)
Secara garis besar bumi ini terdiri dari tiga lapisan utama yaitu kulit bumi(
crust 
), selubung bumi (
mantel 
) dan inti bumi (
core
). Kulit bumi adalah bagian terluardari bumi. Ketebalan dari kulit bumi bervariasi, tetapi umumnya kulit bumi di bawahsuatu daratan (
continent 
) lebih tebal dari yang terdapat di bawah suatu lautan. Dibawah suatu daratan ketebalan kulit bumi umumnya sekitar 35 kilometersedangkan di bawah lautan hanya sekitar 5 kilometer. Batuan yang terdapat padalapisan ini adalah batuan keras yang mempunyai density sekitar 2.7-3 gr/cm
3
.Di bawah kulit bumi terdapat suatu lapisan tebal yang disebut selubung bumi(
mantel 
) yang diperkirakan mempunyai ketebalan sekitar 2900 kilometer. Bagianteratas dari selubung bumi juga merupakan batuan keras.Bagian terdalam dari bumi adalah inti bumi (
core
) yang mempunyaiketebalan sekitar 3450 kilometer. Lapisan ini mempunyai temperatur dan tekananyang sangat tinggi sehingga lapisan ini berupa lelehan yang sangat panas yangdiperkirakan mempunyai density sekitar 10.2-11.5 gr/cm
3
. Diperkirakan temperaturpada pusat bumi dapat mencapai sekitar 6000
0
F.Kulit bumi dan bagian teratas dari selubung bumi kemudian dinamakanlitosfir (80-200 km). Bagian selubung bumi yang terletak tepat di bawah litosfirmerupakan batuan lunak tapi pekat dan jauh lebih panas. Bagian dari selubungbumi ini kemudian dinamakan astenosfer (200-300 km). Di bawah lapisan ini, yaitubagian bawah dari selubung bumi terdiri dari material-material cair, pekat danpanas, dengan density sekitar 3.3-5.7 gr/cm
3
.Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa litosfer sebenarnya bukanmerupakan permukaan yang utuh, tetapi terdiri dari sejumlah lempeng-lempengtipis dan kaku.Lempeng-lempeng tersebut merupakan bentangan batuan setebal 64–145km yang mengapung di atas astenosfer. Lempeng-lempeng ini bergerak secaraperlahan-lahan dan menerus. Di beberapa tempat lempeng-lempeng bergerakmemisah sementara di beberapa tempat lainnya lempeng-lempeng salingmendorong dan salah satu diantaranya akan menujam di bawah lempeng lainnya(lihat Gambar 2.3). Karena panas di dalam astenosfere dan panas akibat gesekan,ujung dari lempengan tersebut hancur meleleh dan mempunyai temperatur tinggi(
 proses magmatisasi 
).Adanya material panas pada kedalaman beberapa ribu kilometer di bawahpermukaan bumi menyebabkan terjadinya aliran panas dari sumber panas hinggake pemukaan. Hal ini menyebabkan tejadinya perubahan temperatur dari bawahhingga ke permukaan bumi, dengan gradien temperatur rata-rata sebesar 30
0
C/km.Di perbatasan antara dua lempeng (
daerah penujaman
) harga laju aliran panasumumnya lebih besar dari harga rata-rata tersebut. Hal ini menyebabkan gradientemperatur di daerah tersebut menjadi lebih besar dari gradien temperaturrata-rata, sehingga dapat mencapai 70-80
0
C/km.Pada dasarnya sistem panasbumi terbentuk sebagai hasil perpindahanpanas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dansecara konveksi. Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan,sedangkan perpindahan panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antaraair dengan suatu sumber panas. Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnyaterjadi karena gaya apung (
bouyancy 
). Air karena gaya gravitasi selalu mempunyaikecenderungan untuk bergerak kebawah, akan tetapi apabila air tersebut kontakdengan suatu sumber panas maka akan terjadi perpindahan panas sehinggatemperatur air menjadi lebih tinggi dan air menjadi lebih ringan. Keadaan inimenyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas dan air yang lebih dinginbergerak turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air atau arus konveksi.Terjadinya sumber energi panasbumi di Indonesia serta karakteristiknyadijelaskan oleh Budihardi (1998) sebagai berikut. Ada tiga lempengan yangberinteraksi di Indonesia, yaitu lempeng Pasifik, lempeng India-Australia danlempeng Eurasia. Tumbukan yang terjadi antara ketiga lempeng tektonik tersebuttelah memberikan peranan yang sangat penting bagi terbentuknya sumber energipanasbumi. Tumbukan antara lempeng India-Australia di sebelah selatan danlempeng Eurasia di sebelah utara mengasilkan zona penunjaman (
subduksi 
) dikedalaman 160-210 km di bawah Pulau Jawa-Nusatenggara dan di kedalamansekitar 100 km (Rocks et. al, 1982) di bawah Pulau Sumatera. Hal ini menyebabkanproses magmatisasi di bawah Pulau Sumatera lebih dangkal dibandingkan dengan di
Februari (1)November (2) Juli (1)Mei (3)April (2)Maret (1)
ARSIP BLOG
sigitbayhu
Lihat profillengkapku
MENGENAI SAYA
0
BBaaggiikkaann
Lainnya Blog Berikut»Buat BlogMasuk

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->