1
No : 019 /AL-MUS/VIII/2009Lamp. : 9 halHal :
Hasil Observasi Fajar Shodiq
j
Segala puji bagi Allah
Subhanahu wa ta’ala
rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada suri tauladankita, Nabi Muhammad
s
, keluarga, sahabat dan orang – orang yang mengikuti mereka dengan ihsan hingga harikiamat.
Permasalahan penentuan waktu sholat sangat krusial, karena dalam hal ini berkaitan erat denganpelaksanaan ibadah sholat kaum muslimin. Alloh berfirman:
ﺎﺗﻮﹸﻗﻮﻣ
ﺎﺑﺎﺘﻛ
ﲔﹺﻨﻣﺆﻤﹾﻟﺍ
ﻰﹶﻠﻋ
ﺖﻧﺎﹶﻛ
ﹶﺓﻼﺼﻟﺍ
ﱠﻥﹺﺇ
"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa`: 103). Maka dalam hal ini, waktu sholat shubuh pun telah ditentukan oleh Alloh sebagaimana telahdijelaskan melalui lisan Rosululloh
s
yang mulia. Dari Salim bin Abdillah dari ayahnya, bahwa Rasulullah
s
bersabda: "
Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di waktu malam, makan dan minumlah hingga IbnUmmi Maktum adzan." Kemudian berkata, “Ia adalah laki-laki buta, ia tidak adzan hingga dikatakankepadanya: Sudah subuh, sudah subuh
." (HR. al-Bukhari: 610)Al-Hakim dan al-Baihaqi meriwayatkan hadits dari Ibn Abbas –Radhiyallohu’anhuma-, bahwa Nabi
s
bersabda,
»
ﻥﺍﺮﺠﹶﻓ
ﺮﺠﹶﻔﻟﺍ
:
ﻡﺮﺤـ ﺗﻭ
ﻡﺎﻌﱠﻄﻟﺍ
ﻪﻴـ ﻓ
ﱡﻞﺤ ﻳ
ﺮﺠﹶﻓﻭ
،ﹸﺓﹶﻼﺼﻟﺍ
ﻪﻴـ ﻓ
ﱡﻞﺤـ ﺗﻭ
ﻡﺎﻌﱠﻄﻟﺍ
ﻪﻴـ ﻓ
ﻡﺮﺤ ﻳ
ﺮﺠﹶﻓ
ﹸﺓﻼﺼﻟﺍ
ﻪﻴـ ﻓ
«
"
Fajar itu ada dua; fajar yang di dalamnya haram makanan serta dihalalkan shalat, kedua fajar yang didalamnya halal makanan dan haram shalat -Subuh-
." Dishahihkan al-Albani dalam Shahih Al-Jami' no. 4279.Ibn Qudamah -Rahimahullah- mengatakan, "Ringkasnya, bahwa waktu Subuh masuk dengan terbitnya fajarkedua, berdasarkan ijma' ulama. Hadits-hadits tentang penentuan waktu shalat menunjukkan hal ini, yaitu sinarputih yang melebar di ufuk. Disebut fajar shadiq, karena ia benar memberitakan tentang Subuh danmenjelaskannya kepada anda.
Subuh itu adalah waktu yang menggabungkan sinar putih (terang) dengansemburat merah
. Dari sini orang yang berkulit putih bercampur merah disebut
Ashbah
. Sedangkan fajarpertama yaitu sinar terang yang memanjang ke atas dan tidak melebar (vertikal) maka tidak ada sangkut pautnyadengan hukum syar'i, disebut fajar kadzib." Dari kitab al-Mughni (2/30).Menindaklanjuti pengamatan yang telah kami laksanakan pada hari ahad, 9 Agustus 2009 maka kamimengadakan pengamatan fajar shodiq yang kedua, yang bertujuan antara lain untuk membandingkan pergeseranwaktu shubuh dengan pengamatan pertama serta sebagai acuan waktu shubuh mengingat bulan romadhon telahdekat. Hal ini menjadi semakin urgen dimana penentuan waktu shubuh berkaitan dengan sahur di bulanRomadhon. Berikut hasil pengamatan fajar shodiq yang kedua:1.
Observasi dilakukan pada hari Jum’at, 21 Agustus 20092.
Lokasi : Mercusuar Pantai Patehan, Bantul, Yogyakarta (± 30 km dari Yogyakarta)3.
Posisi : 7
o
59’58” S 110
o
15’30” E4.
Ketinggian Mercusuar : 40 m (dpl)5.
Tim Takmir Masjid Al Mustaqiem Sendowo : terdiri 2 tim, tim pertama melakukan pengamatan di mercusuarpantai Patehan, Bantul sebanyak 6 orang. Tim kedua adalah koresponden di Yogyakarta.6.
Kamera yang digunakan SONY DSC-S730
Add a Comment