Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
[Ringkasan] [Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Internasional] [Tanggal 4 September 2009] KEUTAMAAN Mengkaji Alquran Karim di Bulan Ramadan

[Ringkasan] [Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Internasional] [Tanggal 4 September 2009] KEUTAMAAN Mengkaji Alquran Karim di Bulan Ramadan

Ratings: (0)|Views: 565 |Likes:
Published by Rahmat Ali
RINGKASAN Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Internasional Sayyidina Hadhrat Amirul Mukminin Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba. di Mesjid Baitul Futuh London, Inggris Raya, tanggal 4 September 2009

KEUTAMAAN Mengkaji Alquran Karim di Bulan Ramadan
RINGKASAN Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Internasional Sayyidina Hadhrat Amirul Mukminin Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba. di Mesjid Baitul Futuh London, Inggris Raya, tanggal 4 September 2009

KEUTAMAAN Mengkaji Alquran Karim di Bulan Ramadan

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: Rahmat Ali on Sep 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2010

pdf

text

original

 
RINGKASAN Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Internasional SayyidinaHadhrat Amirul Mukminin Khalifatul Masih V Mirza Masroor Ahmad atba. di Mesjid BaitulFutuh London, Inggris Raya, tanggal 4 September 2009
KEUTAMAAN Mengkaji Alquran Karim di BulanRamadan
SETELAH tasyahud, taawud, dantilawat QS Al-Fatihah, selanjutnyaHudhur (Hadhrat Khalifatul Masih V)atba. menilawatkan «QS [Al-Baqarah]2:186», sebagai berikut:“[Syahru ramadhâna`l-ladzî uŋzila fîhi`l-Qur`ânu hudal-li`n-nâsi wabayyinâtim-mina`l-hudâ wa`l-furqân(i),famaŋ-syahida miŋkumu`sy-syahrafalyashumhu wa maŋ-kâna marîdhan-`aw ‘alâ safariŋ-fa`iddatum-min-`âyyâmin-ukhar[a], yurîdu`l-Lâhubikumu`l-yusra wa lâ yurîdubikumu`l-‘usra walitukmilu`l-‘iddata walitukabbiru`l-Lâha ‘alâ mâ hâdâkum wala’allakumtasykurûn(a)]”―artinya―”BulanRamadan merupakan bulan yang didalamnya telah diturunkan Alquransebagai petunjuk bagi manusia danketerangan-keterangan yang nyatamengenai petunjuk dan furqan. Maka,barangsiapa di antara kamu yanghadir pada bulan ini, hendaklahberpuasa di dalamnya. Tetapi,barangsiapa sakit atau dalamperjalanan, maka hendaklah iaberpuasa sebanyak bilangan itu padahari-hari lain. Allah menghendakikeringanan bagi kamu dan tidakmenghendaki kesukaran bagimu, danDia menghendaki supaya kamumenyempurnakan bilangan itu dansupaya kamu mengagungkan Allah,karena Dia memberi petunjuk kepadakamu dan supaya kamu bersyukur.”Puasa di bulan suci Ramadantidak ditetapkan begitu saja oleh Allahswt.. Melainkan, sangat erat kaitannyadengan diturunkannya Kitab SuciAlquran (Alquran Karim) yang agungkepada Hadhrat Nabi Muhammad-Rasulullah saw. sebagai kitab yangpaling sempurna (kamil). Jadi, dari ayat tersebutmenunjukkan bahwa dalam Ramadantidak cukup hanya menunaikan ibadahpuasa dan beribadah kepada Allah swt.saja, melainkan pengkajian (membacaserta menelaah) Alquran Karim punharus diberi perhatian penuh.Ada hadis yang meriwayatkanbahwa dalam Ramadan, malaikat Jibrila.s. datang setiap tahun kepadaHadhrat Rasulullah saw. untukbersama-sama mengulang ayat-ayatAlquran Karim yang telah diturunkankepada beliau. Jadi, semakin jelaskemuliaan Ramadan bahwa bentuksyariat sempurna yang telah Allah swt.turunkan pada Ramadan adalahAlquran.Pada Ramadan terakhir dalamkehidupan Rasulullah saw., Jibril turundua kali kepada Rasulullah saw. untukmengulangi bersama-sama ayat-ayatAlquran Karim. Maka dari itu, demimengikuti sunah Rasulullah saw. kitapun harus berusaha dua kalimenamatkan kajian Alquran selamaRamadan. Jika tidak bisa menamatkankajian Alquran sebanyak dua kali,
1
 
sekurang-kurangnya harus berusahauntuk menamatkannya satu kali sajaselama bulan tersebut. Kemudian,dalam bulan ini pun terdapat salatsunah Tarawih di mana banyakdibacakan ayat-ayat Alquran Karimdan biasanya diselenggarakan daras-daras Alquran. Semua itu harus kitaikuti dan kita dengarkan sebaik-baiknya.Orang-orang yang keluar rumahpergi untuk bekerja atau berniaga bisamendengarkan tilawat Alquran Karimdari rekaman yang dipasang padakendaraan mereka. Pendeknya, dalambulan suci Ramadan ini, usaha untukmengkaji atau mendengar tilawatAlquran Karim harus diusahakansebanyak mungkin. Selainmengkajinya, kita harus menelaah danmencari petunjuk-petunjuk didalamnya untuk diamalkan. Sehingga,bila Ramadan telah berlalu, kita bisaterus mengamalkan hukum-hukum itupada hari-hari lain, sepanjang bulan-bulan berikutnya. Sehingga, kita bisamenghargai betapa penting danagungnya martabat bulan suciRamadan ini.Dengan hanya «mendengarkanpenjelasan atau nasihat untuk menjadiorang saleh dan bertakwa namun kitatidak tahu apa makna taqwa danmaksud amal saleh tersebut» atau«lama mendengarkan khotbah ataupenjelasan tentang takwa» kemudianpergi tanpa memiliki kesan mendalam,seseorang tidak akan membawa kesandan faedah yang nyata. Itu sebabnya,Allah swt. berfirman, “
ّقَح ، هَنْوُلْتَ ي َبٰتِكا مٰْَٰا َْ يِذا هِَِ
 
[Alladzîna âtainâhumu`l-kitâbayatlûnah, ĥaqqatilâwatih],”―yakni―”orang-orang yangkepada mereka Kami berikan Alkitabini, [adalah] mereka yang mengkajinyadengan bacaan yang sesungguh-sungguhnya.”
 
Artinya, mengkajiAlquran harus berulangkali denganpenuh semangat sambil merenungkandan memahami apa yang terkandungdi dalamnya. Kemudian, harusberusaha mengamalkan ajarannya.Alquran harus dikaji dengantekun secara dawam sambilmerenungkan apa yang dimaksuddengan firman Tuhan di dalamnya.Kemudian, berusaha menerapkanajarannya di dalam kehidupan kita.Dalam «QS 2:186» tersebut, Allah swt.menjelaskan bahwa Alquran telahditurunkan sebagai petunjuk bagimanusia. Jika Alquran tidak dikajidengan penuh perhatian yangsungguh-sungguh dan tidak diresapibetul apa maksudnya, makabagaimanapun hebatnya [suatu]petunjuk, darinya tidak akan bisadiperoleh [petunjuk tersebut] danantara perkara yang benar maupunyang dusta tidak bisa dibedakan. Jikaseorang mukmin ingin menunaikanibadah puasa Ramadan dengansebaik-baiknya, ia harus mengkajiAlquran dengan penuh perhatiansambil mencari hukum yangsesungguhnya untuk diamalkan.Sehubungan dengan caramengkaji Alquran, Allah swt. telahmemberi petunjuk lain lagi dalam «QS[An-Naml] 27:92-93» yaitu, “
َِ ْوُا ا ْرِُاّ ٰاْرُا اَوُلْا اَ . ْِِلْسا‌
 
[Wa umirtu an-akûnamina`l-muslimîn(a). Wa an-atluwa`l-qur`ân(a)]”―artinya―”Dan akudiperintah untuk menjadi salahseorang yang berserah diri kepada Tuhan. Dan, supaya aku bacakanAlquran.”Berserah diri yang sempurnakepada Tuhan adalah: berjanji untukmenghormati syariat sempurna iniyang telah diturunkan kepada HadhratRasulullah saw.; dengan mengkajinyasecara teratur selama bulan suciRamadan; dan, berjanji meneruskanamalan ini setiap hari setelahRamadan berlalu dan berusahamengamalkan ajarannya dalamkehidupan sehari-hari. Hal itu akanmenjadi sarana untuk mendekatkandiri kepada Tuhan dan membuatibadah puasa kita diterima oleh Allahswt..Pendiri Jemaat AhmadiyahHadhrat Mirza Ghulam Ahmad ‘ImamMahdi-dan-Almasih Yang Dijanjikan(Masih Mau’ud) a.s. bersabda,“Janganlah Anda meninggalkanAlquran seperti barang yang telahditinggalkan, sebab di dalamnyaterdapat kehidupan bagi Anda. Janganhanya sekedar membaca denganlantang; namun, ia harus dikaji dengantekun sambil memahami dan meresapiajarannya dan berusaha untukmengamalkannya. Jika tidak, Andaakan menjadi seperti
murdah
ataumanusia mati, tak bernyawa.Barangsiapa yang menghormati
2
 
Alquran Karim, ia akan mendapatkehormatan di Langit. Barangsiapayang mendahulukan Alquran dari yanglainnya, dia akan ditempatkan palingdepan di Langit.”Kita sangat beruntung danbernasib baik telah mendapat taufikbergabung ke dalam Jemaat HadhratMasih Mau’ud a.s.. Kita sudah berjanjiuntuk berusaha memahami kedudukansyariat paling sempurna ini dan telahmemahami martabat serta kedudukanHadhrat Rasulullah saw. sebagaiKhataman Nabiyyin. Sedangkan, umatIslam pada umumnya, banyak sekaliyang belum mendapat karunia untukmemahami hakikat Khataman Nabiyyinsebenarnya.Karunia ini: [i] merupakankehormatan istimewa bagi kita yangmembedakan antara kita orang-orangAhmadi dengan Non Ahmadi; dan, [ii]menarik perhatian kita sepenuhnyaterhadap pemahaman ajaran Alquranyang hakiki; dan, [iii] menanamkankehormatan sejati terhadap Alquran didalam hati kita. Setiap perkataan dansetiap amalan kita, harusmenampilkan kenyataan sepenuhnyatentang kebenaran itu.Bila kita tidak berusahamenampilkan ajaran Alquran inidengan perkataan dan denganamalan, akan berarti bahwa Alquran iniseperti benda yang telah ditinggalkan.Keadaan seperti itu telah difirmankan Tuhan sebelumnya sebagai peringatanberupa nubuatan dalam «QS [Al-Furqân] 25:31» yang berbunyi ,
َاًْوجْَ ٰاْرُا اذٰ اْُذَخا ىِْو ِا َرٰي ُْوّرا
 
[Wa qâla`r-rasûlu yâ rabbi anna qaumît-takhidzûhâdza`l-Qur`ânamahjûrâ(n)]”―artinya―”Dan Rasul ituakan berkata, «Ya Tuhan-ku,sesungguhnya, kaumku telahmemperlakukan Alquran ini sebagaibenda yang telah ditinggalkan.(Kaumku membacanya tetapi tidakmengamalkan hukum-hukumnya)».”Hal ini merupakan perkara yangsangat serius yang harus dipikirkansetiap Muslim Ahmadi. Allah swt. telahmemberi taufik kepada kita untukberiman kepada Sang Imam Zamana.s. agar kita berusaha menerapkanajaran-ajaran Alquran yang indah inipada diri kita. Semoga, Allah swt.memberi petunjuk dan kekuatankepada kita untuk menegakkanKerajaan Alquran di muka bumi ini, danberusaha keras untuk menjalanikehidupan sesuai dengan ajaran yangterkandung di dalamnya. Denganmengamalkan ajarannya setiap haridalam kehidupan kita, berarti kitaterselamat dari perbuatan“meninggalkan Alquran”.Hadhrat Masih Mau’ud a.s.bersabda bahwa Alquran Karimmerupakan sumber mata air hakikiyang mampu memberi kehidupan dankeselamatan kepada kita. Dari antaraorang-orang yang tidak mematuhiajarannya adalah mereka yang tidakberiman kepadanya. Dan yang tidakmenganggapnya sebagai Kalam Allahswt., merekalah yang akan terlempar jauh. Akan tetapi, «orang-orang yangberiman dan menganggap bahwaAlquran merupakan ‘kalam Allah swt.’dan ‘kitab keselamatan orang-orangberiman’», jika mereka tidakmengamalkan ajaran-ajarannya,mereka sangat disesalkan dan akanbernasib sangat malang.Banyak sekali orang-orang yangtelah beriman, namun sepanjang hidupmereka tidak pernah mengkajiAlquran. Permisalan orang yang lalai,tidak mempunyai perhatian kepadaKitab yang memberi kehidupan ini,adalah: «Seumpama orang yangmengetahui ada sebuah sumber mataair yang sangat jernih dan murni sertayang bisa memberi kesegaran, bahkanair itu memberi kesehatan bagimanusia; ia mengetahui betul tentangkeadaan dan khasiat sumber mata airyang sangat baik tersebut; namun, iatidak pernah pergi ke sana untukmeminumnya dan ia tetap dalamkeadaan dahaga dan kehausan».Keadaan orang seperti itu sungguhbodoh dan jahil
 yang amat sangat 
. Kitaharus menghargai sumber mata airrohani yang agung dan murni, yangmerupakan karunia Allah swt. ini danharus berusaha untuk mengamalkansesuai dengan ajarannya. Kemudian,perhatikan bagaimana Allah swt. akanmenolong: memecahkan segalaproblema yang tengah kita hadapi.Kewajiban kita untukmenyebarkan ajaran-ajaran Alquranmenjadi semakin luas dan bertambahberat. Sebab, Hadhrat Masih Mau’uda.s. telah mengisyaratkan bahwakeadaan orang-orang Islam zaman
3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
AchullMaUSa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->