Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permen LH No 13 Thn 2007

Permen LH No 13 Thn 2007

Ratings: (0)|Views: 589 |Likes:
Published by eferest74
PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGELOLAAN AIR LIMBAH BAGI USAHA
DAN/ATAU KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMI
DENGAN CARA INJEKSI
PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGELOLAAN AIR LIMBAH BAGI USAHA
DAN/ATAU KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMI
DENGAN CARA INJEKSI

More info:

Published by: eferest74 on Sep 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

 
 
1
S A L I N A N
PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUPNOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANGPERSYARATAN DAN TATA CARA PENGELOLAAN AIR LIMBAH BAGI USAHADAN/ATAU KEGIATAN HULU MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMIDENGAN CARA INJEKSIMENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (4) dan (5)Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang PengelolaanLingkungan Hidup perlu menetapkan Peraturan Menteri NegaraLingkungan Hidup tentang Persyaratan dan Tata CaraPengelolaan Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan HuluMinyak dan Gas serta Panas Bumi dengan Cara Injeksi;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang PengelolaanLingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran RepublikIndonesia Negara Nomor 3699);2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak danGas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4152);3. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor115, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4327);4.
 
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubahdengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentangPenetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-UndangNomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4548);
 
 
2
5.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentangPengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4161);6.
 
Peraturan Presiden Nomor 09 Tahun 2005 tentangKedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, SusunanOrganisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara sebagaimanatelah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006;MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGELOLAAN AIRLIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN HULU MINYAKDAN GAS SERTA PANAS BUMI DENGAN CARA INJEKSI.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :1.
 
Usaha dan/atau kegiatan hulu minyak dan gas serta panas bumiadalah usaha dan/atau kegiatan di bidang minyak, gas, dan/atau panasbumi yang meliputi: eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi(MIGAS) baik
on shore
maupun off shore, eksplorasi dan produksi panasbumi, pengilangan minyak bumi, pengilangan liquified natural gas (LNG)dan liquified petroleum gas (LPG), dan instalasi, depot dan terminalminyak.2.
 
Eksplorasi adalah kegiatan yang bertujuan memperoleh informasimengenai kondisi geologi untuk menemukan dan memperoleh perkiraancadangan minyak dan gas serta panas bumi di Wilayah Kerja yangditentukan.3.
 
Eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untukmenghasilkan minyak, gas dan panas bumi dari Wilayah Kerja yangditentukan, yang terdiri atas pengeboran dan penyelesaian sumur,pembangunan sarana pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahanuntuk pemisahan dan pemurnian minyak dan gas serta panas bumi dilapangan serta kegiatan lain yang mendukungnya.
 
 
3
4.
 
Injeksi air limbah adalah penempatan atau pembuangan air limbahusaha dan/atau kegiatan hulu minyak dan gas serta panas bumi kedalam formasi tertentu di dalam perut bumi.5.
 
Sumur injeksi adalah sumur yang digunakan untuk injeksi air limbah yang dapat berupa sumur baru yang khusus diperuntukkan sebagaisumur injeksi atau sumur yang dikonversikan menjadi sumur injeksi.6.
 
Daerah Kajian
(Area of Review)
adalah luasan dengan radius samadengan jarak lateral di mana tekanan di dalam zona target injeksi dapatmenyebabkan perpindahan air limbah yang diinjeksikan atau fluidaformasi ke dalam sumber air minum bawah tanah.7.
 
Residu terlarut (
total dissolved solids
) adalah total residu yang lolos darisaringan gelas fiber standar (
standard glass fiber disk
) dan tetap adasetelah diuapkan dan dikeringkan sampai berat konstan pada suhu180
o
C dan dapat digunakan sebagai ukuran kandungan garam terlarutdalam air.8.
 
Penyekat
(packer)
adalah alat semacam sumbat yang dapat mengembanguntuk memisahkan ruangan anulus diantara rangkaian pipa danselubung untuk membatasi zona satu dengan zona lainnya agar tidakberhubungan.9.
 
Pipa selubung
(casing)
adalah pipa baja yang dipasang di dinding sumuruntuk menahan runtuhnya dinding lubang sumur.10.
 
Pipa sembur (
tubing
) adalah rangkaian pipa baja yang digantungkanpada ujung atas rangkaian pipa selubung dan berfungsi sebagaipelindung rangkaian pipa produksi atau dapat berfungsi sebagairangkaian pipa produksi.11.
 
Kepala sumur (
 wellhead
) adalah peralatan untuk mengontrol sumur yang terdiri atas kepala pipa selubung, kepala pipa sembur, dan silangsembur.12.
 
Anulus
(annulus)
adalah ruang antara dua dinding silinder yang garistengahnya berbeda.
 
13.
 
Akuifer adalah formasi geologi atau bagian dari suatu formasi yangmengandung sumber air bawah tanah.14.
 
Integritas mekanik adalah keadaan di mana tidak ada kebocoran yangsignifikan pada pipa selubung, pipa sembur, dan/atau penyekat padasumur injeksi dan/atau tidak ada pergerakan air limbah ke sumber airminum bawah tanah melalui saluran vertikal
(vertical channel)
 yangberhubungan dengan lubang sumur.15.
 
Lapisan zona kedap
(Confinement Zone)
 
adalah formasi geologi yangterdiri atas kelompok formasi, suatu formasi, atau bagian dari suatuformasi yang bersifat kedap/impermeable sehingga dapatmenyekat/mencegah berpindahnya air limbah yang diinjeksikan masukke dalam akuifer.

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
dindarita liked this
Puspa Ningrum liked this
Siska Mayasari liked this
Musfil As liked this
fmarthing liked this
Noezran Azwar liked this
dive2przta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->