mengatakan bahwa Mbah Jeprak adalah salah satu keturunanSiliwangi yang dituakan di wilayah Bogor.Hasilnya, hampir selama satu setengah tahun berkunjungke kebun raya, kami tidak pernah melihat Sukarno ataubayangannya sekalipun. Sukarno seolah-olah raib ketika kamiberusaha bertemu beliau. Hanya saja dalam perjalananpencarian kami, banyak cerita-cerita pertemuan beliau denganbeberapa orang yang sempat kami ajak bicara.Ketidakberkenannya beliau untuk bertemu dengan kamiberdua telah membawa kepada pemikiran bahwa ceritapertemuan dengan Sukarno dengan berbagai kalangan hanyasebatas cerita saja untuk kami yang baru duduk di kelas satuSMA. Rasanya belum pantas kami bertemu dengan beliaukarena dianggap belum cukup umur. Itu saja alasan yang bisadihasilkan oleh pemikiran dua orang yang mencoba mencarialasan mengapa beliau tidak berhasil kita temukan.Secara tidak sengaja ritual pencarian Sukarno punterhenti. Banyak kemarahan orang tua yang harus saya terimakarena keterlambatan waktu untuk sampai di rumah setiap kaliselesai latihan silat. Akhirnya diputuskan saya tidak boleh lagilatihan silat Cimande yang dilakukan malam hari.Keputusan untuk harus tetap tinggal berada di dalamrumah pada malam hari membuat saya lebih tertarik untukmembaca buku
Di Bawah Bendera Revolusi
, yang tebalnyahampir sama dengan tinggi kotak rokok. Setiap halaman dibacauntuk mendapat pemahaman yang lebih lengkap tentang beliau.Celakanya hampir tidak ada yang dapat dimengerti oleh anakyang baru duduk di kelas dua SMA.Pemahaman terhadap Soekarno menjadi lebih didasarkanpada cerita orang-orang yang masa mudanya begitu terpesonaoleh kepiawaian beliau. Sampai perjalanan lima tahun kedepan, pemahaman terhadap kepemimpinan Soekarno semakinmenjadi tidak luar biasa. Akan tetapi bagi seorang anak muda
Menggali Warna
3