Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Journal Skripsi

Journal Skripsi

Ratings: (0)|Views: 2,123 |Likes:
Published by Ilham Akhsanu Ridlo

More info:

Published by: Ilham Akhsanu Ridlo on Sep 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
EVALUASI IMPLEMENTASI RENCANA AKSI NASIONALPENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN GIZI BURUK 2005-2009(Studi Kasus di Puskesmas Wilayah Surabaya Barat)
THE EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION FOR NATIONAL ACT PLANS IN  PREVENTING AND TREATING MALNUTRITION 2005-2009( Case Study in the region Puskesmas west of Surabaya)
Ilham Akhsanu Ridlo
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Airlangga, Surabaya
ABSTRACT
Less protein energy becomes one of the main problems that affect all age groups inalmost all districts or cities in Indonesia. The problems of inadequate nutrition includingunder weight nutrition and malnutrition is included as urgent matters to be handledimmediately. The Government has established a National Plan of Action for the Preventionand malnutrition response 2005-2009. Problems malnutrition is a problem in the health areawest of Surabaya. In the year 2006 up to 2007 happen enhanced percentage of children under five
(balita)
malnutrition in the region
 Puskesmas
west of Surabaya 1,87% to 3,29%.Goal of this research is to evaluate the implementation of prevention and tackling programs malnutrition in west Surabaya as the National Action Plan of Prevention andtackling malnutrition 2005-2009.This research is based on the type of research evaluatif using the method observationalsurvey during December 2008. The number of respondents as much as 10 heads and 10 healthstaff implementing the nutrition in the region west of Surabaya. The object is a documentresearch and prevention programs for malnutrition.Results of this research is descriptive and quantitative evaluation of theimplementation of prevention programs and of malnutrition. The result is the preparation of  program planning in general quite good. The obstacle is a cross-sectoral cooperation betweenthe government less and the absence of a specific storage space for storage of malnutritionfeed formulation, implementation of the program in general is quite good. The obstacle in theimplementation of the program is the number of staff implementing the nutrition less whencompared with the load, the level of motivation and participation of cadres
 Posyandu
, cross-sectoral cooperation with government institutions and the private sector. The opportunities inthe implementation of the program is the cadres
 Posyandu
knowledge and skills of both,increased cooperation with the private sector and built region hospitals in the area west of Surabaya. Value adequacy of effort as big as 80%. Total value adequacy of performance as bigas 78%. Nutrition status monitoring results (
 PSG
) has decreased from year 2007 to year 2008of 0,43%.Conclusions from this research that the implementation of prevention programs andmalnutrition in the region west of Surabaya, there are several activities that are not run basedon the general guidelines the national plan of action for the prevention and tacklingmalnutrition 2005-2009. Suggested to involve staff in health planning, strengthen cross-sectoral cooperation, make the family aware of nutrition campaigns, and optimize theachievement of program results.Keywords: evaluation, national action plans, prevention and response, malnutrition
1
 
2
PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan pasal 28 ayat 1 UUD1945 dan Undang-undang nomor 23 tahun tentang kesehatan. Undang-undang nomor 23tahun 2002 tentang perlindungan anak menyatakan bahwa pemerintah wajib memenuhikelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan serta perlindungan terhadap anak.Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, yaitu kasih sayang dan perlindungan,makanan bergizi seimbang (sejak lahir sampai 6 bulan hanya ASI saja, sesudah 6 bulansampai 2 tahun ASI ditambah makanan pendamping ASI), imunisasi dasar dan suplementasikapsul vitamin A, pendidikan dan pengasuhan dini, perawatan kesehatan dan pencegahankecatatan, cedera dan lingkungan yang sehat dan aman, orangtua berkeluarga berencana(Depkes RI, 2005).Kurang energi protein (KEP) tetap menjadi salah satu permasalahan utama yangmempengaruhi semua kelompok umur di hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia .Prevalensi KEP nyata yang merupakan total dari prevalensi gizi buruk dan gizi kurangmenunjukkan angka yang selalu tinggi selama dua dasawarsa terakhir (Susenas 1989-2003).Masalah gizi buruk walaupun terjadi penurunan dari data total Kota Surabaya daritahun 2006 sebesar 2,09 % menjadi 1,96 % pada tahun 2007, tetapi jika dilihat ke dalam pembagian per wilayah terdapat peningkatan persentase angka gizi buruk di wilayahSurabaya barat dari 1,87 % pada tahun 2006 menjadi 3,29 % pada tahun 2007 atau telahterjadi peningkatan angka gizi buruk sebesar 1,42 %.Dengan terjadinya peningkatan balita gizi buruk, maka diperlukan suatu langkahevaluasi terhadap upaya program pencegahan dan penanggulangan balita gizi buruk sehinggadapat diketahui kendala dan faktor apa yang dapat memberikan manfaat lebih baik untuk  perencanaan program yang lebih tepat untuk program berikutnya dan tercapainya hasil yangdiinginkan. Dengan menelaah latar belakang di atas, maka peneliti berminat untumengevaluasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk 2005-2009 dengan melakukan studi kasus di Puskesmas wilayah Surabaya barat.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif. Rancang bangun penelitian ini bersifatobservasional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah semua Puskesmas di wilayahSurabaya barat yang berjumlah 10 Puskesmas. Objek penelitian adalah dokumen program pencegahan dan penanggulangan gizi buruk di Puskesmas wilayah Surabaya barat yangmeliputi dokumen perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan hasil cakupan kegiatan. Respondendalam penelitian ini adalah kepala Puskesmas dan petugas pelaksana gizi.Penelitian ini dilakukan di Puskesmas wilayah Surabaya barat yaitu PuskesmasTanjungsari, Puskesmas Simomulyo, Puskesmas Manukan kulon, Puskesmas Balongsari,Puskesmas Asemrowo, Puskesmas Sememi, Puskesmas Benowo, Puskesmas Lontar,Puskesmas Jeruk dan Puskesmas Lidah kulon. Pengambilan data selama 1 bulan yaitu bulanDesember 2008.Instrumen penelitian yang dipergunakan dengan wawancara (kuesioner) dan
check list 
. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kejadian yang berkaitan denganvariabel yang akan diteliti.
HASIL PENELITIAN
 
3
Dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yang mencakuptahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta evaluasi hasil pencapaian program pencegahan dan penanggulangan gizi buruk.1.Perencanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk Secara umum pelaksanaan perencanaan dan penanggulangan gizi buruk tergolong baik. Tahapan yang tidak dilakukan dalam proses perencanaan program pencegahan dan penanggulangan gizi buruk yang berkaitan dengan identifikasi masalah, penentuan prioritas, perencanaan kebutuhan serta perencanaan terhadap evaluasi dikarenakanPuskesmas tidak mempunyai wewenang dari Dinas Kesehatan Kota untuk melakukannyahal ini dikarenakan secara umum program gizi di Kota Surabaya dilaksanakan dengansistem
topdown
.
2.
Hambatan Perencanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk Hambatan dalam perencanaan program pencegahan dan penanggulangan gizi buruk terletak pada kurangnya kerjasama lintas sektoral antar instansi terkait. Sehinggaketerlibatan penuh antar sektor seperti yang ditunjukkan dalam buku pedoman RencanaAksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk tidak terjadi. Hambatan yanglainnya terletak pada tidak adanya sarana penyimpanan khusus di Puskesmas untuk menyimpan formula gizi.3.Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk Pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan gizi buruk yang terdiri darirevitalisasi Posyandu, revitalisasi Puskesmas, intervensi gizi dan kesehatan, revitalisasisistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) telah dilakukan kecuali promosi keluargasadar gizi (Kadarzi).4.Hambatan Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk Hambatan yang terjadi pada pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangangizi buruk adalah keterbatasan tenaga pelaksana gizi, tingkat partisipasi dan motivasikader, dan peranan lintas sektoral.5.Peluang Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk Peluang yang dapat ditindaklanjuti dalam program pencegahan dan penanggulangan gizi buruk di wilayah Surabaya barat adalah adanya sektor swasta diwilayah Surabaya barat sehingga selayaknya petugas di Puskesmas dapat menangkap peluang tersebut melalui program CSR 
(Corporate Social Responsibility)
.6.Evaluasi Program Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk 

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nenk CaLm liked this
Stuner Apon liked this
Amelia Winda liked this
Amelia Winda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->