Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
79Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembuatan Pembakaran Batok Kelapa

Pembuatan Pembakaran Batok Kelapa

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 7,382 |Likes:
Published by Sbastian
Pembuatan arang batok
Pembuatan arang batok

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: Sbastian on Sep 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

 
PEMBUATAN PEMBAKARAN BATOK KELAPA
Indonesia memiliki hamparan perkebunan kelapa terluas di dunia, namun belum diolah secara maksimal.Salah satu kabupaten di Provinsi Riau, yaituIndragiri Hilir,memiliki hamparan perkebunan kelapa yang cukupluas, bahkan potensi kelapanya jauh lebih besar dibanding penduduknya namun hasil produksinya masihrendah. Selama ini petani kelapa Indragiri Hilir mengolah kelapanya menjadi kopra dengan teknik tradisional.Bahkan di sebagian tempat, hasil kelapa dibiarkan jatuh membusuk. Hal ini disebabkan nilai tambah yangdiperoleh dari kopra tidak cukup menarik secara ekonomi.Disisi lain, limbah yang dihasilkan dari buah kelapa, seperti sabut dan tempurung, belum banyak dimanfaatkanoleh masyarakat. Padahal limbah tersebut bisa mendatangkan tambahan pendapatan. Walaupun ada yangmengusahakan arang tempurung namun dengan peralatan yang masih sangat sederhana dan produksinyapun masih rendah.Lemahnya tingkat serapan teknologi pasca panen buahkelapa ini mendapat perhatian khususTim Prima Tani Indragiri Hilir . Tim Prima Tani mengintroduksikan teknologialat pembakar tempurung. Bahkan alat tersebut berhasildimodifikasi oleh Tarmizi, petani binaan Prima Tani IndragiriHilir, dari alat permanen menjadi alat sangat fleksibel.Desain awalnya alat yang dimodifikasinya ini berasal darialat yang diberikan oleh Ir.Tatang Hidayat, M.Si., penelitidari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan PascaPanen Pertanian (BB Pascapanen). “Untuk membiayai pembuatan alat ini merupakan sharing dana antaraPrima Tani dan BB Pascapanen”, lanjutnya.Struktur bangunan yang dimodifikasi terbuat dari besi plat ketebalan 3 mm, diameter 150 cm berbentuksilinder yang diberi penutup. Dilengkapi dengan tiga buah cerobong setinggi 200 cm dengan diameter 10 cmsebagai outlet dan tiga buah inlet. Bagian permanen yang dihilangkan oleh Tarmizi adalah lapisan batu batasetinggi selinder sebagai dinding dan lantai dasar selinder.Modifikasi alat yang dilakukan Tarmizi, pemuda asal Desa Rumabai Jaya Kec. Kempas Kab. Indragiri Hilir ini,mengubah bangunan permanen menjadi bangunan yang fleksibel (dapat dipindah–pindah sesuai kebutuhan). Alat pembakar arang tempurung terdiri dari tabung silinder pembakaran, pada bagian atasnya dibuat tempatdudukan cerobong yang terhubung dengan tempat keluar masuk udara dan diberi pintu pengaturan udara.Ruang pembakaran berbentuk silinder yang tidak beralas diberi penutup dari bahan besi plat.Penggunaan alat pembakar tempurung hasil modifikasi ini sangat sederhana dengan kualitas hasilpembakaran sangat baik. Operasionalisasinya pun tidak terlalu susah. Alat pembakar ditempatkan padabidang tanah yang datar, kemudian seluruh bagian pinggir bawah ditutup dengan tanah lembek atau lempung,atau dapat juga menggunakan pasir agar alat pembakar kedap udara. Api dihidupkan pada bagian titik tengah,kemudian tempurung diisi setengah bagian. Sebelum api mulai membesar pasang penutup alat, buka pintupenambahan tempurung dan semua pintu input/inlet udara. Periksa semua celah yang mengeluarkan asappada bagian penutup alat tutup dengan tanah lembek atau lempung kemudian pasang cerobong asap.Cerobong dibuka dan ditutup menggunakan penutup yang sudah ada. Tutup semua pintu input/inlet udara danbila terdapat celah yang mengeluarkan asap tutup dengan tanah lembek/lempung.Setelah tempurung mulai menyusut tambahkan tempurung sampai penuh melalui lubang penambahan yangterdapat pada bagian tengah pintu penutup. Bila penambahan tempurung dirasa sudah cukup penuh, tutup
 
pintu penambahan. Proses pembakaran berlangsung selama 6-8 jam. Proses pembakaran berakhir ditandaidengan keluarnya asap tipis dari lubang cerobong.Proses pendinginan dilakukan selama tiga jam. Setelah dingin, penutup alat pembakar dibuka dan kemudianalat direbahkan untuk mengambil arang tempurung yang sudah jadi. Tempurung pun siap untuk dikemas.Suhendri SP, detaser Prima Tani Indragiri Hilir yang mendampingi Tarmizi, mengungkapkan selama prosespembakaran ada beberapa hal yang perlu diamati terutama perimbangan besaran asap yang keluar daricerobong. Bila terjadi hanya dua cerobong yang mengeluarkan asap harus dilakukan pembukaan input/inletudara pada sisi cerobong yang satunya itu, begitu juga sebaliknya. Bila hal ini dibiarkan akan sangatberpengaruh terhadap hasil terutama ada bagian-bagian tempurung yang tidak terbakar dengan sempurnasehingga tempurung masih ada yang berwarna hitam kecoklatan.Tarmizi sangat antusias melihat hasil yang dicapai dengan menggunakan alat pembakar yang barudimodifikasi olehnya. Menurut Tarmizi selama mengusahakan arang tempurung, baru sekarang ini iamendapatkan alat yang sangat baik terutama dari segi kualitas hasil.”Dengan alat ini saya dapat menghasilkan arang tempurung kelapa yang baik dan sangat minim abu sisapembakarannya, kalau memungkinkan,Prima Tanidapat menjembatani kelompok tani dengan pihakperbankan untuk pengembangan usaha ini”, harapnya.
 Arang tempurung kelapa selama ini lebih sering kita kenal sebagai bahan bakar untuk pemanggangan ikanatau makanan lain. Di balik kehitaman arang tempurung kelapa itu, ternyata menyimpan nilai ekonomis yanglebih tinggi lagi.Tempurung kelapa yang dijadikan arang dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan menjadikannya karbonaktif. Cara membuat karbon aktif dari tempurung kelapa juga relatif lebih mudah.Karbon aktif berfungsi sebagai filter untuk menjernihkan air, pemurnian gas, industri minuman, farmasi,katalisator, dan berbagai macam penggunaan lain. Tempurung kelapa adalah salah satu bahan karbon aktif yang kualitasnya cukup baik dijadikan karbon aktif.Bentuk dan ukuran, dan kualitas tempurung kelapa harus diperhatikan ketika membuat karbon aktif.Tempurung kelapa yang akan dijadikan bahan pembuat karbon aktif, sebaiknya bebentuk setengah atauseperempat ukuran tempurung.Jika ukurannya terlalu hancur, maka tempurung itu kurang baik dijadikan bahan pembuat karbon aktif. Darisegi kualitas, tempurung kelapa yang memenuhi syarat dijadikan bahan karbon aktif adalah kelapa yangbenar-benar tua hingga warnanya hitam mengkilap dan keras.Tempurung yang dijadikan bahan pembuat karbon aktif umumnya dari kelapa yang dijadikan kopra. Batokkelapa yang dihasilkan merupakan belahan dua dari satu buah kelapa utuh. Untuk membuat karbon aktif yangbenar-benar berkualitas, tempurung harus bersih dan terpisah dari sabutnya. Ada dua tahapan membuat karbon aktif yang berkualitas dari tempurung kelapa. Tahap pertama yang harusdilakukan adalah tempurung dibuat arang dengan peralatan drum berpenutup.Tahap kedua, melalui proses penggilingan arang tempurung hingga menghasilkan karbon aktif dan serbukarang. Serbuk arang ini masih bisa diproses menjadi briket arang tempurung. Penggilingan itu dilakukandengan mesin sederhana berpenggerak listrik, diesel, atau bensin.Kualitas tempurung dan proses pembakaran akan sangat menentukan rendemen karbon aktif yang dihasilkan.Kualitas tempurung kelapa biasa lebih baik dibanding kelapa hibrida.
 
 Agar dapat memperoleh rendemen karbon aktif yang lebih baik, langkah-langkah proses pembakaran dengancara drum diberi empat lubang di bagian bawah. Agar selama pembakaran udara bisa masuk, drum harusdiganjal tiga potongan batu bata.Pembakaran arang dilakukan lapis demi lapis tempurung. Memulai pembakaran bisa dengan menggunakankertas atau daun kelapa kering yang ditaruh di atas satu lapis tempurung di dasar drum. Setelah tempurunglapisan pertama terbakar, sedikit demi sedikit satu lapisan ditaruh diatasnya. Langkah ini terus dilakukansampai drum penuh.Ketika tempurung lapisan atas mulai terbakar, batu bata yang menjadi ganjalan drum perlahan-lahan diambil,sehingga dasar drum langsung menyentuh tanah dan menutup lubang. Kemudian drum ditutup rapat-rapatdan jangan sampai ada udara yang masuk.Jika ada udara yang masuk, maka arang yang ada dalam drum akan menjadi abu. Tetapi kalau drum ditutuprapat sebelum seluruh tempurung terbakar, tempurung tidak akan menjadi arang.Keesokan harinya, setelah drum dingin, tutupnya dibuka, kemudian drum dibaringkan. Arang tempurungkemudian dibongkar secara perlahan-lahan. Arang tempurung yang tampak hitam, mengkilap, utuh, keras,dan mudah dipatahkan menunjukkan kualitasnya baik. kadar air dalam arang tempurung kelapa antara 50-70persen.
Karbon Aktif dan Komposisinya
Karbon atau arang aktif adalah material yang berbentuk butiran atau bubuk yang berasal dari material yangmengandung karbon misalnya batubara, kulit kelapa, dan sebagainya. Dengan pengolahan tertentu yaituproses aktivasi seperti perlakuan dengan tekanan dan suhu tinggi, dapat diperoleh karbon aktif yang memilikipermukaan dalam yang luas. Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahanyang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakanagar tidak terjadi kebocoran udara didalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbontersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Arang selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapatdigunakan sebagai adsorben (penyerap). Daya serap ditentukan oleh luas permukaan partikel dankemampuan ini dapat menjadi lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktifasi dengan bahan-bahankimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi. Dengan demikian, arang akan mengalamiperubahan sifat-sifat fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut sebagai arang aktif.Dalam satu gram karbon aktif, pada umumnya memiliki luas permukaan seluas 500-1500 m2, sehinggasangat efektif dalam menangkap partikel-partikel yang sangat halus berukuran 0.01-0.0000001 mm. Karbonaktif bersifat sangat aktif dan akan menyerap apa saja yang kontak dengan karbon tersebut. Dalam waktu 60 jam biasanya karbon aktif tersebut manjadi jenuh dan tidak aktif lagi. Oleh karena itu biasanya arang aktif dikemas dalam kemasan yang kedap udara. Sampai tahap tertentu beberapa jenis arang aktif dapat direaktivasi kembali, meskipun demikian tidak jarang yang disarankan untuk sekali pakai. Reaktifasi karbon aktif sangat tergantung dari metode aktivasi sebelumnya, oleh karena itu perlu diperhatikan keterangan padakemasan produk tersebut.Karbon aktif tersedia dalam berbagai bentuk misalnya gravel, pelet (0.8-5 mm) lembaran fiber, bubuk (PAC :powder active carbon, 0.18 mm atau US mesh 80) dan butiran-butiran kecil (GAC : Granular Active carbon,0.2-5 mm) dsb. Serbuk karbon aktif PAC lebih mudah digunakan dalam pengolahan air dengan sistempembubuhan yang sederhana.Serbuk (powder) Butiran (granule) Bongkahan (gravel) PeletBahan baku yang berasal dari hewan, tumbuh-tumbuhan, limbah ataupun mineral yang mengandung karbondapat dibuat menjadi arang aktif, bahan tersebut antara lain: tulang, kayu lunak, sekam, tongkol jagung,

Activity (79)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
sampon liked this
Efta Budiyanto liked this
Utama Net liked this
Risma Agustian liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->