Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
TATALAKSANA PENDERITA DIARE
TUJUAN
Tercapainya tatalaksana penderita diare dengan tepat dan efektif
A. DIARE AKUT
1. BATASAN
Secara operasional, diare akut adalah buang air besarlembek / cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih
sering biasanya ( biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari ) dan tberlangsung kurang dari 14 hari.
2. ETIOLOGI DAN EPIDEMIOLOGI
a) Etiologi

Secara klinis penyebab diare dapat dikelompokkan dalam golongan 6 besar, tetapi yang sering ditemukan di lapangam ataupun klinis adalah diare yang disebabkan infeksi dan keracunan. Untuk menganal penyebab diasre yang digambarkan dalam bagan berikut :

PENYEBAB PENYAKI T DI ARE
Plai
Epi
B. EPIDEMOLOGI
1) Penyebaran Kuman yang menyebabkan diare
PE
NYE
BABPE
NYAKI
TDI
ARE
INFEKSI
Malabsor
p
si
Alergi
Keracuna
n
Keracuana Bahan
Kimiaensi
Keracunan oleh
racun yang
dikandung dan
diproduksi
Aerom
onas
Bakteri
Parasit
Imu nisasi
Defisensi
Virus
Golongan
vebrio
E.coli
Salmoneli
a
Shigella
Giarda
lamblia
Entamuba
histol
y
tca
Protozoas
Ascaris
Strongy
loides
Adenovirus
Norwalk + Norwalk like agent
Rotavirus
Bacilus
Cereus
Clostridium
Periscens
Blastssisti
s huminis
Crypto
s p a rid iu
Balantidiu
m coli
Cacing
p
erut
Trichuris
Bacilus
cereus
Camflylo
bacter
Stsphilococ
usaurfus
Clos
tridium
p
erfricens
Ikan
Sebab
sebab lain
Algame
Sayur-sayuran
Buah-buahan
Jazad Renik

Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral antara lain melalui makanan/minuna yang tercemar tinja dan atau kontak langsung dengan tinja penderita. Beberapa perilaku dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare perilaku tersebut antara lain :

a) Tidak memberikan ASI ( Air Susi I bu ) secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan pada bayi yang tidak diberi ASI risiko untuk menmderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi AsI penuh dan kemungjinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar.

b) Menggunakan botol susu , penggunakan botol ini memudahkan pencernakan oleh Kuman , karena botol susah
dibersihkan
c) Menyimpan makanan masak pada suhu kamar. Bila makanan disimpan beberapa jam pada suhu kamar
makanan akan tercemar dan kuman akan berkembang biak,

d) Menggunakan air minum yang tercemar . Air mungkin sudah tercemar dari sumbernya atau pada saat disimpan di rumah, Perncemaran dirumah dapat terjadi kalau tempat penyimpanan tidak tertutup atau apabila tangan tercemar menyentuh air pada saat mengambil air dari tempat penyimpanan.

e) Tidak mencuci tangan sesudah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan
menyuapi anak,

f) Tidak membuang tinja ( termasuk tinja bayi ) dengan benar Sering beranggapan bahwa tinja bayi tidaklah berbahaya padahal sesungguhnya mengandung virus atau bakteri dalam jumlah besar sementara itu tinja binatang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

2) Faktor penjamu yang meningkatkan kerentanan terhadap diare
Beberapa faktor pada penjamu dapat meningkatkan insiden beberapa penyakit dan lamanya diare.
Faktor-faktor tersebut adalah :
a) Tidak memberikan ASI sampai 2 Tahun. ASI mengandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap
berbagai kuman penyebab diare seperti : Shigella dan v cholerae
b) Kurang gizi beratnya Penyakit , lama dan risiko kematian karena diare meningkat pada anak-anak yang
menderita gangguan gizi terutama pada penderita gizi buruk.
c) Campak diare dan desentri sering terjadi dan berakibat berat pada anak-anak yang sedang menderita campak
dalam waktu 4 minggu terakhir hal ini sebagai akibat dari penurunan kekebalan tubuh penderita.

d) I munodefesiensi / I munosupresi. Keadaan ini mungkin hanya berlangsung sementara, misalnya sesudah infeksi virus ( seperti campak ) natau mungkin yang berlangsung lama seperti pada penderita AIDS ( Automune Deficiensy Syndrome ) pada anak imunosupresi berat, diare dapat terjadi karena kuman yang tidak parogen dan mungkin juga berlangsung lama,

e) Segera Proposional , diare lebih banyak terjadi pada golongan Balita ( 55 % )
3) Faktor lingkungan dan perilaku :

Penyakit diare merupakan salah satu penyakiy yang berbasis lingkungan dua faktor yang dominan, yaitu sarana air bersih dan pembuangan tinja kedua faktor ini akan berinteraksi bersamadengan perilaku manusia Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula. Yaitu melalui makanan dan minuman, maka dapat menimbulkan kejadian penyakit diare.

3. PRI NSI P TATALAKSANA PENDERI TA DI ARE
a) Mencegah terjanya dehidrasi
Mencegah terjadi nya dehidasi dapat dilakukan mulai dari rumah dengan memberikan minum lebih banyak dengan
cairan rumah tangga yang dianjurkan seperti air tajin , kuah sayur, air sup.
Macam Cairan yang dapat digunakan akan tergantung pada :

??Kebiasaan setempat dalam mengobati diare
??Tersedianya cairan sari makanan yang cocok
??Jangkauan pelayanan Kesehatan
??Tersedianya oralit

Bila tidak mungkin memberikan cairan rumah tangga yang diajukan , berikan air matang.
b. Mengobati dehidrasi

Bila terjadi dehidrasi (terutama pada anak), penderita harus segera dibawa ke petugas atau sarana kesehatan untuk mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat, yaitu dengan oralit. Bila terjadi dehidrasi berat, penderita harus segera diberikan cairan intravena dengan ringer laktat sebelum dilanjutkan terapioral

c. Memberi makanan

Berikan makanan selama diare untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. Berikan cairan termasuk oralit dan makanan sesuai yang dianjurkan.

Anak yang masih mimun ASI harus lebih sering diberi ASI .
Anak yang minum susu formula diberikan lebih sering dari biasanya.
Anak Usia 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapat makanan padat harus diberikan makanan
yang mudah dicerna sedikit sedikit tetapi sering.
Setelah diare berhenti pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan
berat badan anak.
d. Mengobati masalah lain

Apabila diketemukan penderita diare disertai dengan penyakit lain, maka diberikan pengobatan sesuai indikasi,
dengan tetap mengutamakan rehidrasi.
Tidak ada Obat yang aman dan efektif untuk menghentikan diare.

4. PROSEDUR TATALAKSANA PENDERI TA DI ARE
a.
Menilai derajat dehidrasi
Tabel Penilaian Derajat Dahidrasi
Penilaian
A
B
C
1.lihat
Keadaan Umum
Mat a
Air Mata
Mulut & Lidah
Rasa Haus
Baik , Sadar
Normal
Ada
Basah
Minun biasa
Tidak Hasus
??Gelisa, Rewel
Cekung
Tidak ada
Kering
* Haus , I ngin
Minum Banyak
??Lesu, lunglai atau tidak
adar
Sangat cekung dan kering
Tidak ada
Sangat Kering
??Malas minun atau
Tidak bisa minum
2. Periksa
Turgor Kulit
Kembali capat
* Kembali tambat
??Kembali Sangat Lambat
3.Derajat Dehidrasi
Tanpa Dehidrasi sedang
Dehidrasi ringan/
Bila ada 1 tanda *
Ditambah 1 atau
Lebih tanda lain
Dehidrasi berat
Bila ada 1 tanda
Ditambah 1 atau
Lebih tanda lain
4. Terapi
Rencana terapi A
Rencana Terapi B
Tencana Terapi C
Cara membaca tabel untuk menentukan kesimpulan derajat dehidrasi :
??Baca tabel penilaian derajat dehidrasi dari kolom kanan ke kiri ( C ke A )
??Kesimpulan derajat dehidrasi penderita ditentukan dari adanya 1 gejala kunci ( yang diberi tanda bintang ) ditambah
minimal 1 gejala yang lain ( minimal 1 gejala ) pada kolom yang sama.
Dengan menggunakan Tabel penilaian Derajat Dehidrasi lihatlah :
??Bagaimana keadaan umum anak tersebut ?
-
Apakah dia baik dan sadar ?
-
Apakah dis gelisah atau rewel ?

??Apakah dia mengantuk . lesu,lunglai atau tidak sadar ?
??Apakah anak mengeluarkan air mata waktu menangis?
??Apakah matanya normal cekung atau sangat cekung dan kering ?
??Apakah mulut dan lidahnya basah , kering atau sangat kering ?

( raba lidah dan bagian dalam mulut dengan jari yang basih dan kering untuk mengetahui keadaan mulut dan lidah anak )
??Saat Saudara memberikan minum , apakah anak :
-
Minum biasa atau tampak tidak haus ?
-
Minun banyak dan tampak haus ?
-
Minum sedikit atau tampak tidak bisa minum ?
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more