9/28/09 3:40 PMURNAL PEREMPUANPage 3 of 4http://www.jurnalperempuan.com/index.php/jpo/comments/dukanya_menjadi_tkw/
Di sana kami diberi makan sehari dua kali dan tidak boleh lama-lama. Bila kita makan terlalu lamaatau kerja terlalu lamban mereka akan complain ke agency dan agency akan memarahi kita. DiSingapura para TKW kita tidak di hargai. Mereka katakan orang Indonesia itu bodoh, tukang ambilsuami orang dan sebagainya. Bahkan di cap sebagi pembunuh. Namun mereka (majikan-red) tidaksadar mengapa orang Indonesia bisa melakukan itu. Salah satunya karena TKW diperlakukan kasardan tidak dihargai sama sekali. Kita di anggap seperti robot atau mesin yang harus siap bekerja kapansaja. Bila tidak mereka akan memaki kita seenaknya.Di Singapura saya temukan ada MOM (Ministry of Manpower), sebuah biro perlindungan TKW. Tapiterkadang biro itu banyak membela bangsanya sendiri. Jadi apa artinya ada pusat perlindungan jikatidak dapat menolong dan melindungi? Pernah saya melihat TKW bunuh diri dari lantai 22 sampaiotaknya terburai. Ini karena TKW sudah tidak tahan lagi menghadapi kekejaman sang majikan yangsangat tidak manusiawi.Kami bekerja tapi seperti di penjara. Tidak boleh keluar rumah. Seorang teman saya bercerita bahwaia pernah dibawa ke kantor polisi lantaran memakan roti keping milik sang majikannya. Ia tertangkapkarena majikannya memasang kamera pemantau.Di MOM saya pernah bertemu banyak orang yang mengatakan bahwa gaji mereka tidak pernahdibayar selama bekerja. Ada pula yang bekerja dari jam 6.00 pagi hingga jam 3.00 pagi dan hanyadiberi roti keping. Mereka hanya tertidur 2 jam. Bahkan teman saya harus melayani majikannya setiapmalam. Banyak kejadian mengerikan selama saya bekerja di Singapura. Selain itu ada juga tempatpenampungan TKW Indonesia yang menjadi pemasok PSK di Geylang.Saat saya lari dari sang majikan, saya meminta pertolangan ke kedubes RI. Disana banyak sayatemukan berbagai persoalan TKW di Singapura. Ada yang tangannya patah di pukul sang majikan,diperkosa, bahkan ada juga yang memukul majikan karena ledakan tekanan batinnya. Hingga tigatahun persoalan hukumnya belum juga tuntas. Belum lagi kasus penganiayaan dan pelecehan seksual.Sekarang ini masalah TKW bertambah rumit. Namun pemerintah kita seolah tak mau peduli denganmasalah yang di hadapi para TKW. Padahal para TKW adalah penyumbang devisa yang lumayan besaruntuk negara. Seperti halnya sekarang ini ada BNP2TKI yang katanya membantu menyelesaikanmasalah-masalah kronis di seputar TKI. Ternyata hasilnya nol besar. Banyak oknum-oknum yangtidak bertanggung jawab mencari kesempatan bahkan mereka mengadakan pungutan liar (pungli)untuk jasa pengantaran dan jasa poter.Yang sangat saya sesalkan adalah keberadaan Terminal Tiga. Ketika tiba di Terminal Tiga kami tidakdiizinkan keluar melalui pintu gerbang sekalipun hanya untuk membeli minum saja. Padahal kamiberada di tanah air sendiri. Tetapi kami di perlakukan seperti tawanan karena takut kami melarikandiri. Kami datang untuk meminta bantuan. Saya sangat kecewa dengan BNP2TKI. Yang sangat sayasesalkan apalah gunanya BNP2TKI. Waktu itu saya bersama enam orang teman saya. Dua orang keSurabaya dan kami berlima ke Jakarta. Ketika salah satu teman saya, sebut saja Rina hendak naiktravel ke Jember dia dipaksa membayar uang sebesar Rp. 450.000.- untuk biaya asuransi. Padahal iasudah mendapatkan surat kuning dari KBRI. Namun mereka beralasan kalau Rina dituduh sebagaiTKW bermasalah. Mereka juga mengancam Rina tidak boleh pulang ke kampung halamannya. Iasangat sedih ketika nama saya di panggil untuk pulang.Di sini saya ingin sampaikan kepada seluruh perempuan Indonesia, pikirkanlah terlebih dahulusebelum semuanya terlambat. Karena apa yang kita bayangkan sesampainya di negeri orang tidaksesuai dengan apa yang kita bayangkan. Sekian dari saya semoga pengalaman hidup saya yangsangat pahit di negeri orang bermanfaat bagi teman-teman semua yang baru berencana untukbekerja ke negeri orang.
Lidya
(nama samaran) KOMENTAR MASUK:Ya hujan emas di negeri orang lebih baik hujan batu di negeri sendiri.pengalaman pahit di negeri orang adalah guru yang baik.sebenarnya untuk mengubah hidup tidak ada batas begara atau waktu. semuanya selalu kembali padaDIRI SENDIRI, apa yang kita cari ? jika kita percaya pada Tuhan, lihatlah bgmn burung2 di udara bsmencari makan, bunga bunga tumbuh tanpa ada yang menyirami, apalagi kita sebagai ciptaan Tuhanyang lebih istimewa, masakan Tuhan akan meninggalkan kita ?selama perjalanan hidup saya, yang menjadi kekuatan adalah HARAPAN, bahwa saya bisa mengubahhidup saya. saya hanya perlu kuat dan konsisten, memiliki sikap dan mandiri.di Indonesia peluang untuk mencari kehidupan yang lebih baik itu banyak, hanya banyak manusia ygtd bisa melihatnya karena terfokus pada masalah itu sendiri. bukan keluar dari masalah itu sendiri.Dalam buku terbaru Rhenald Kasali : CHANGE, sungguhmerupakan suatu petunjuk yang baik utkmengubah hidup sendiri, seberapa jauh kesalahan yang sudah dibuat pun !
Leave a Comment