riwayat-riwayat para perawi yang lemah-lemah, atau para mudallis, atau para pemuathadis maudu'. Dan ada yang menerangkan sebab-sebab dianggap cacat dan sebab-sebab dipandang adil dengan menyebut kata -kata yang dipakai untuk itu sertamartabat perkataan.Ada yang menerangkan nama-nama yang serupa tulisan berlainan sebutan yang didalam ilmu hadis disebut
Mu'talif
dan
Mukhtalif
. Dan ada yang menerangkan nama-nama perawi yang sama namanya, lain orangnya, Umpamanya Khalil ibnu Ahmad. Nama ini banyak orangnya. lni dinamai
Muttafiq
dan
Muftariq.
Dan ada yangmenerangkan nama- nama yang serupa tulisan dan sebutan, tetapi berlainan keturunandalam sebutan, sedang dalam tulisan serupa. Seumpama Muhammad ibnu Aqil danMuhammad ibnu Uqail. Ini dinamai
Musytabah
. Dan ada juga yang hanya menyebuttanggal wafat.Di samping itu ada pula yang hanya menerangkan nama-nama yang terdapat dalamsatu-satu kitab saja, atau: beberapa kitab saja. Dalam semua itu para ulama telah berjerih payah menyusun kitab-kitab yang dihajati.
Kitab yang diriwayatkan keadaan para perawi dari golongan sahabat "
Permulaan ulama yang menyusun kitab riwayat ringkas para sahabat, ialah Al-Bukhari (256 H). Kemudian usaha itu dilaksanakan oleh Muhammad Ibnu Saad,sesudah itu terdapat beberapa ahli lagi, di antaranya, yang penting diterangkan ialahIbnu Abdil Barr (463 H). Kitabnya bernama
AI-Istiab.
Pada permulaan abad ketujuh Hijrah, Izzuddin ibnul Atsir (630 H) mengumpulkankitab-kitab yang telah disusun sebelum masanya dalam sebuah kitab besar yangdinamai
Usdul Gabah
. Ibnu Atsir ini adalah saudara dari Majdudin Ibnu Atsir pengarang
An-Nihayah fi GaribiI Hadis
. Kitab Izzuddin diperbaiki oleh Ai-Dzahabi(747 H) dalam kitab
At-Tajrid.
Sesudah itu pada abad kesembilan Hijrah, Al-Hafidh Ibnu Hajar Al-Asqali menyusunkitabnya yang terkenal dengan nama
AI-Ishabah.
Dalam kitab ini dikumpulkan
Al- Istiab
dengan
Usdul Gabah
dan ditambah dengan yang tidak terdapat dalam kitab-kitab tersebut. Kitab ini telah diringkaskan oleh As-Sayuti dalam kitab
Ainul Ishabah
.Al-Bukhori dan muslim telah, menulis juga kitab yang menerangkan nama-namasahabi yang hanya meriwayatkan suatu hadis saja yang dinamai
Wuzdan.
Kemudian, dalam bab ini Yahya ibnu abdul Wahab ibnu Mandah Al-Asbahani (551 H)menulis sebuah kitab yang menerangkan nama-nama sahabat yang hidup 120 tahun.
B. Ilmul Jarhi Wat Takdil
Ilmu
Jarhi Wat Takdir,
pada hakekatnya merupakan suatu bagian dari ilmu
rijalil hadis
. Akan tetapi, karena bagian ini dipandang sebagai yang terpenting maka ilmu inidijadikan sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Yang dimaksud dengan
ilmul jarhi wat takdi
l ialah: