Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
artikel j basuki

artikel j basuki

Ratings: (0)|Views: 1,685 |Likes:
Published by -Koboi Kampus-

More info:

Published by: -Koboi Kampus- on Oct 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

 
1
 Tantangan Ilmu AdministrasiPublik: Paradigma BaruKepemimpinan Aparatur Negara
 
The greatest challenge of leaders in 21
st 
century is how to be effective leaders. The era of which leaders are expected to make a change with new paradigm in public administration and management, have capability in managing information, productive, and science and technology basis. The new paradigm of leadership of government apparatus is transformational,transactional, resonant, serve public, and have vision. The most important is leader with self-esteem who respects to values for achieving successful and prosperity.Key words: Public administration, new paradigm, leadership, public apparatus.
Oleh Johanes Basuki
Kepemimpinan bukan sesuatuyang baru namun tetap relevan danpenting dikaji oleh para teoritisi,praktisi, politisi dan bahkan olehmasyarakat pada umumnya. Banyak-nya perhatian terhadap kepemimpin-an, mengingat peran stratejik dalamtatanan organisasi baik negara/pemerintah, dunia usaha maupunorganisasi masyarakat. Dalamkonteks sistem administrasi negara,peran kepemimpinan aparaturnegara menjadi sangat penting,karena diyakini sebagai faktorpenentu arah perjalan suatu bangsa.Selain stratejik dan perannyatersebut, beberapa pertimbanganlainnya adalah:
Pertama
, pada dasarnya, prosestransformasi dalam berbagai bidangkehidupan yang multidimensionalberlangsung dalam sistem danmelalui proses administrasi publik.Oleh sebab itu, adalah beralasan dan
 
2
merupakan tanggungjawab intelek-tual dan moral segenap teoritisi danpraktisi administrasi pada organisasimanapun untuk memberikan jawab-an atas berbagai permasalahan dantantangan pembangunan yangdihadapi bangsa dan negara kita.
Kedua
, bahwa reformasi admini-strasi publik yang selama inidilakukan hanya diarahkan padamasalah sumber daya manusiaaparatur, kelembagaan dan sistemserta tatalaksana ternyata belummampu memberikan sumbanganyang signifikan. Model pelayananyang hanya menekankan pada sistemdan aspek teknis pelayanan dengansasaran pada para petugaspelayanan, juga belum memberikanhasil yang memuaskan. Apabiladitelusuri penyebabnya, salahsatunya karena kurangnya perhatianterhadap reformasi terhadap aspekkepemimpinan aparatur negara.Disebut demikian, menurut kaidahpara pemimpin adalah manusia-manusia
super 
yang memilikikelebihan dari yang lain, kuat, gigih,bersemangat dan tahu segalanya.Para pemimpin juga merupakanmanusia-manusia yang jumlahnyasedikit, namun perannya dalamorganisasi merupakan penentukeberhasilan dan suksesnya tujuanorganisasi yang hendak dicapai.Dalam sejarah peradabanmanusia, gerak hidup dan dinamikaorganisasi sedikit banyak tergantungpada sekelompok kecil manusiapenyelenggara organisasi. Bahkandapat dikatakan kemajuan umatmanusia datangnya dari sejumlahkecil orang-orang istimewa yangtampil kedepan membawa kelompokatau bangsanya kearah suatu tujuanyang hendak dicapai. Orang-orangini adalah perintis, pelopor, ahli-ahlipikir, pencipta dan ahli organisasi.Sekelompok orang-orang istimewainilah yang disebut ”
 pemimpin
”.
Ketiga,
dilihat dari perspektifadministrasi publik, bahwatantangan Abad ke-21 menuntutparadigma baru manajemen, pemim-pin perubahan dan kemampuanmengelola informasi serta produkti-vitas pegawai berbasis ilmupengetahuan. Tuntutan ini sebagaikonsekuensi logis tuntutan masyara-kat terhadap pemerintah yangcenderung makin tinggi baikkuantitas maupun kualitasnya.Kecenderungan ini harus diikutisuatu pelayanan aparatur negarayang makin berkualitas. Paradigmalama yang menempatkan masyarakatyang melayani aparatur negara harusdilakukan perubahan secaramendasar dan tuntas. Para pemimpindi lingkungan aparatur negara yanghakikatnya merupakan aktor utamadan panutan harus melakukanperubahan-perubahan khususnyadalam
mindset
-nya.
 
A.
 
Tantangan Administrasi Publik
Apabila diidentifikasi secaracermat, berdasarkan perkembangankeadaan, cukup banyak tantanganyang dihadapi administrasi publik,saya mencatat paling tidak terdapat21 tantangan yang dihadapi
 
3
administrasi publik, yakni, (1)globalisasi ekonomi, (2) pendidikan,(3) pengangguran, (4) tanggung jawab sosial, (5) pelestarianlingkungan hidup, (6) peningkatankualitas hidup, (7) penerapan norma-norma moral dan etika, (8)keanekaragaman tenaga kerja, (9)pergeseran konfigurasi demografi,(10) penguasaan dan pemanfaatanIPTEK, (11) tantangan di bidangpolitik, (12) bencana alam (tsunami,gempa, banjir-(
disaster management
),(13) pemanasan global, (14)kesenjangan sosial, (15) manajemenmultikultural, (16)
 paperless bureaucra-cy
, (17)
 global competition
, (18)
customer loyalty problem
, (19)
knowledge base economy
; (20)
time tomarket
, dan (21) kualitas kepemim-pinan. Adapun menurut GinandjarKartasamita (Orasi Ilmiah: 2007),tantangan besar yang dihadapiadministrasi publik dihampir semuanegara, adalah,
 prevalensi dari patologibirokrasi
, yaitu kecenderunganmengutamakan kepentingan sendiri(
self-serving
), mempertahankan
sta-tus-quo
dan resisten terhadapperubahan, cenderung terpusat(
centralized
), dan dengan kewena-ngannya yang besar, sering kalimemanfaatkan kewenangan ituuntuk kepentingan sendiri.Dari patologi birokrasi tersebut,dapat ditambahkan 9 (sembilan)patologi birokrasi, yakni; (1)kekurangmampuan pimpinan mene-rapkan gaya kepemimpinan yangtepat; (2) orientasi kekuasaan danbukan pada pelayanan (3) rendahnyaprofesionalisme birokrasi pemerin-tah; (4) primordialisme, kronisme,dan nepotisme; (5) sikap meng-abaikan norma-norma moral danetika; (6) tidak taat azas (7) perilakudisfungsional para birokrasi, dan (8)budaya organisasi yang tidakkondusif dalam penciptaan, penum-buhan, dan pemeliharaan etos kerjayang tercermin dalam loyalitaskepada negara, disiplin kerja,kepatuhan, dan ketekunan, serta (9)inkonsistensi kebijakan yangberdampak pada makin menurunnyatingkat kepercayaan masyarakat dandunia usaha terhadap pemerintah.Sebagai ilmu yang bersifatinterdisiplin, tantangan administrasipublik menunjukkan menyentuhhampir semua aspek kehidupanorganisasional yakni ekonomi, sosial,budaya, politik dan etika serta moral.Mengingat luas wilayah permasalah-an yang dihadapi, pada kesempatanini hanya beberapa yang diungkaputamanya yang yang relevan denganfokus bahasan.Terkait dengan hal tersebut,berdasarkan hasil kajian B. GuyPeters (2003: 2), menemukan bahwareformasi dan peningkatan kinerjaorganisasi memiliki korelasi yangsignifikan dengan kepemimpinandan kompetensi para pemimpinorganisasi pemerintah dan duniausaha. Anderson (http.//www.quesia.publicadmin.com, 2007),mengingatkan bahwa tantanganadministrasi publik sebagai dampakglobalisasi adalah terjadinya bentur-an budaya dan menurunnya nilai-nilai lokal yang mengakibatkan parapimpinan administrasi publik

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Raychimach Meich liked this
pgsr liked this
Ibnu Salman liked this
Ibnu Salman liked this
Mas Andi liked this
Trisnawati Saleh liked this
abdulnajib liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->