P. 1
tugas tokoh

tugas tokoh

Ratings: (0)|Views: 753|Likes:
Published by budi wibowo

More info:

Published by: budi wibowo on Oct 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

 
Pani Zaristian Vaspintra
Karl Marx dan PerdamaianKarl Marx dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1818 di Kota Treves (Trieste, Trier), ProvinsiRhein di Prusia. Karl Marx muda mengalami sendiri masa-masa perkembangan awalkapitalisme dimana sawah-sawah mulai digusur untuk pendirian pabrik-pabrik, hinggapara petani miskin yang kehilangan tanahnya terpaksa melamar bekerja di pabrik-pabrik.Banyak sumber mengatakan bahwa Marx senang bermain di Sawah ketika masa kecilnyadulu. Pengamatan yang dilakukannya sepanjang masa kecilnya itu, kelak dituangkandalam analisis yang terinci mengenai perkembangan kapitalisme dan hubungannyadengan masalah pertanian. Marx muda mengikuti semua berita politik melalui koran yangada di negerinya. Ayahnya, Heinrich Marx, adalah seorang yang terpandang di kalanganmasyarakat Jerman, Marx mewarisi satu semangat mempelajari filsafat. Ayahnya yangterpelajar, meminati bacaan filsafat dari John Locke, terutama karya-karya awalnya yangsangat kental mengandung filsafat Materialisme, dan Diderot. Pembicaraan-pembicaraanyang ada di dalam keluarga inilah yang kelak membangkitkan minat Marx muda untukmempelajari filsafat, terutama sekali materialisme.Pandangan Marx tentang perdamaian adalah adanya perjuangan kelas buruh yangsampai pada pengakuan akan perlunya dictator proletariat. Hal ini merupakan upayauntuk merealisasikan masyarakat tanpa kelas. Pola kemasyarakatan ini akan membentuksistem sosialis dimana setiap orang akan diperlukan kemampuannya dan pada setiaporang akan diberikan sesuai dengan kebutuhannya. Pemikirannya tersebut sangatdipengaruhi oleh pandanganya terhadap kapitalisme, dimana ia menganggap bahwakapitalisme hanya akan memperbesar kesenjangan antara si kaya dan si miskin.Dalam pandangannya, masyarakat semacam ini tidak dapat hanya ditunggu, namunharus segera diciptakan. Untuk merealisasikan idenya tersebut, Marx kemudianmendemontrasikan keberadaan kelas-kelas sosial dalam fase sejarah dalamperkembangan akan kepemilikan faktor produksi. Perjuangan kelaa yang dilakukan punditujuan untuk membentuk kediktatoran proletariat, dimana akhirnya, sebagaimana ideyang digagas Marx, kediktatoran ini adalah sebagai bentuk transisi dari penghilangansemua jenis kelas sosial sehingga tercipta masyarakat tanpa kelas. Seperti yang dicita-citakannya, perdamaian akan terwujud melalui mekanisme perwujudan konsep danpandangan yang ia gulirkan.
 
Novitasari Dewi S.
Peace Ideas of Thomas Aquinas
 Thomas Aquinas (terkadang juga disebut Thomas Aquino) adalah seorang teologternama. Beliau lahir di Roccasecca, Italia, sekitar tahun 1225. Ayahnya adalahPangeran Landulf dari Aquino.
 Thomas Aquinas berasal dari keluarga penganut Katolik yang sangat taat. Oleh karenaitu, pada umur 5 tahun ia sudah diserahkan ke Biara Benedictus di Monte Cassinountuk dididik menjadi biarawan kelak.
Ajaran dan pandangan Thomas Aquinas banyak dipengaruhi oleh Aristoteles, yangkemudian ia selaraskan dengan pandangan Alkitab.
Dalam pandangan Aquinas, untuk menjustifikasi sebuah perang, dibutuhkan tiga hal.Pertama, adanya otoritas dari raja / penguasa. Kedua, adanya penyebab yang benar-benar jelas. Ketiga, memiliki maksud / tujuan yang benar.
Dalam ajaran Aquinas, tujuan dari hidup manusia (keberadaan manusia di bumi)adalah untuk bersatu dan “bersahabat” dengan Tuhan. Tujuan besar ini membawaimplikasi bagi hidup manusia. Aquinas menyatakan bahwa “kemauan” atau “niat”seseorang harus ditujukan untuk hal-hal yang baik, seperti beramal, perdamaian,maupun kesucian. Inilah cara untuk mencapai kebahagiaan.
 Thomas Aquinas'
Quotes
:
“Three things are necessary for the salvation of man : to know what he ought tobelieve, to know what he ougth to desire, to know what he ought to do.” 
“There is nothing in this earth more to be prized than true friendship.” 
“Friendship is the source of the greatest pleasures, and without friends even themost agreeable pursuits become tedious.” 
“Because of the diverse conditions of humans, it happens that some acts arevirtuous to some people, as appropriate and suitable for them, while the sameacts are immoral for others, as inappropriate to them.” 
“Good can exist without evil, whereas evil cannot exist without good...” 
 
Sukmawani Bela Pertiwi
Napoleon, Politics, Peace, and Power
“I still love you, but in politics there is no heart, only head.” “He accepted peace as if he had been defeated.” “Power is my mistress. I have worked too hard in conquering her to allow anyone to takeher from me, or even to covet her.” 
Napoleon Bonaparte, dua dari delapan bersaudara, (1769-1821) lahir pada 15 Agustus1769 di Corsica, sebuah pulau di Laut Tengah di bawah kekuasaan Prancis, dari pasanganCarlo Buonaparte dan Leticia Ramolino Bonaparte yang sama sekali tidak berkecimpung didunia militer. Thanks to his father's influence, Napoleon bersekolah di sekolah militerBrienne dan Ecole Militaire atas biaya Raja Louis XVI. Sejak itu kariernya di dunia militermelejit. Napoleon ikut menjadi tokoh sentral dalam revolusi bersejarah Eropa, RevolusiPrancis (1789-1799), yang menjatuhkan monarki absolut dan membangun sebuah negarademokratis.Dalam kepemimpinannya itulah, kita dapat melihat ide perdamaiannya yang secaraimplicit tampak dalam tujuan yang ingin dicapainya, yaitu mendirikan negara Eropasebagai “federation of free people”. Untuk mencapai “perdamaian”nya itu, dia berperangmenakhlukkan sebagian besar negara-negara Eropa dalam perang Napoleón (1799-1815).Di semua kekuasaannya itu, dia melakuan banyak perubahan, seperti penghapusanfeodalisme dan perbudakan, adanya kebebasan beragama, dan dibentuknya konstitusi pernegara. Napoleón juga sangat memperhatikan bidang pendidikan yang adil bagiwarganya. Meskipun begitu, dia memerintah secara otoriter, kadang seperti tiran. Hal itu juga, ditambah dengan kekalahannya di Rusia, mendorong perlawanan dari negara-negarayang dikuasainya. Napoleón jatuh dan pada akhirnya diasingkan di Saint Helena hinggameninggal pada 5 Mei 1821.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
zmanr70 liked this
faid_jazuli liked this
najimcobaim liked this
mhawks99 liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
kamal.zubair8626 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->