Asy-Syaikh Muqbil juga berkata dalam kitabnya
Tuhfatul Mujib
, hasiltranskrip sebuah ceramah beliau tertanggal 18 Shafar 1417 H. dengan judul :
“DiBalik Peristiwa Peledakan-peledakan di bumi
Al Haramain”
:“…begitu pula adanya penyandaran perkara-perkara umat kepada orang-orang jahil. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullahbin ‘Amr
radhiyallahu ‘anhu
bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alahi wa sallam
berkata :
ِﺇﱠﻥَﷲﺍﹶﻻ ﻳﹾﻘ ِﺒ ﺾ ﹾﻟﺍِﻌ ﹾﻠ ﻢ ﻧﺍِﺘ ﺰ ﻋﺍ ﻳ ﺎ ﻨ ﺘ ِﺰ ﻋﻪ ِﻣﻦ ﹾﻟﺍِﻌ ﺒ ِﺩﺎ ﻭ ،ﹶﻟِﻜ ﻦ ﻳﹾﻘ ِﺒ ﺾ ﹾﻟﺍِﻌ ﹾﻠ ﻢ ِﺑﹶﻘ ﺒ ِﺾ ﹾﻟﺍﻌ ﹶﻠ ﻤ ِﺀﺎ ﺣ ،ﱴ ِﺇﹶﺫﺍ
ﹶﻟﻢ ﻳﺒ ِﻖ ﻋِﻟﺎ ﻤ ِﺍ ،ﺎ ﺗﺨ ﹶﺬ ﻨﻟﺍﺱﺎ ﺭﺅﺎﺳﻭﺟﻬ ﹰﻻﺎ ﹶﻓ ،ﺴ ِﺌ ﹸﻠ ﹶﻓ ،ﺍﻮ ﹶﺄ ﹾﻓﺘ ﻮ ِﺑ ﺍﻐ ﻴ ِﺮ ِﻋﹾﻠ ٍﻢ ﹶﻓ ،ﻀ ﱡﻠ ﻭ ﺍﻮ ﹶﺃﺿﱡﻠ ﺍﻮ
Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta dicabut dari qalbu-qalbumanusia. Akan tetapi Allah mencabutnya dengan mewafatkan para ‘ulama. Sehingga kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan- pimpinan yang bodoh, kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya maka merekaberfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan
.
[HR. Al Bukhari
&
Muslim]
Seperti apa yang pernah dikatakan, bahwa sang ‘alim ini dia tidak mengetahuitentang realita umat sedikitpun, atau dijuluki dengan seorang ‘alim yang jumud,hal itu dalam rangka menjauhkan umat dari para ‘ulama tersebut, sebagaimanapernah dimuat dalam majalah
“As Sunnah
”
1)
--semestinya majalah tersebutdiberi nama dengan majalah
“Al Bid’ah
”
-- yang telah nampak permusuhannya yang sangat besar terhadap ahlus sunnah sejak pecahnya perang teluk (th. 1990-1991 M).Aku pun berkata, sesungguhnya kaum muslimin ketika mereka mulaimeninggalkan sikap
ruju’
(mengembalikan setiap permasalahan mereka) kepadapara ‘ulama, akhirmya mereka tersesat. Hal ini sebagaimana firman Allah
subhanahu wa ta’ala
:
{
ba`_~}|{zc hgfedonmlkjip utsrqyxwv
z
ﺀﺎﺴﻨﻟﺍ:٨٣
Jika datang kepada mereka suatu berita tentang ketentraman atau ketakutan (kekacauan)mereka segera menyiarkannya/menyebarkannya. Seandainya mereka mau menyerahkan(jawaban) perkara tersebut kepada Rasul dan Ulil Amri (para ‘ulama) di tengah-tengahmereka, maka tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akanmengetahuinya dari mereka (yakni Rasul dan para ‘ulama). Kalaulah tidak karena karunia danrahmat Allah pada kamu, tentu kamu mengikuti syaithan, kecuali sebagian kecil saja di antarakamu.
[An Nisa : 83]
Yang dimaksud
Ulil Amri
pada ayat tersebut adalah para ‘ulama dan para umara’ (para penguasa) serta para
‘uqala
(orang yang berakal jernih) yang shalih.
1
Yaitu majalah milik kelompok
As-Sururiyyah,
pengikut Muhammad Surur Zainal ‘Abidin, salah satusenior Imam Samudra yang tinggal di negeri kafir Inggris. Majalah ini merupakan salah satu coronggerakan terorisme Internasional.
Add a Comment
fendi nurdiantoleft a comment