Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
36Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kandungan logam berat Pb, Cu, Cd, dan Hg pada beberapa ikan laut di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung 2008

Kandungan logam berat Pb, Cu, Cd, dan Hg pada beberapa ikan laut di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung 2008

Ratings: (0)|Views: 7,436|Likes:
Published by Indra Gumay Yudha
Ternyata ikan-ikan di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung telah mengandung logam berat Hg, Cu, Cd, dan Pb. Walaupun masih berada di bawah ambang batas, namun fenomena ini harus diwaspadai.
Ternyata ikan-ikan di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung telah mengandung logam berat Hg, Cu, Cd, dan Pb. Walaupun masih berada di bawah ambang batas, namun fenomena ini harus diwaspadai.

More info:

Published by: Indra Gumay Yudha on Oct 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/20/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PENELITIAN
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA BIOTA LAUTDI WILAYAH PESISIR KOTA BANDAR LAMPUNG
Oleh:INDRA GUMAY YUDHA, S.Pi., M.SiNIP 132231087FAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS LAMPUNGNOVEMBER 2008
 
BAB 1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Kota Bandar Lampung yang terletak pada posisi 5º20’LS - 5º30’LS dan 105º28’BT-105º37’BT berada di ujung Pulau Sumatera merupakan suatu wilayah pesisir. KotaBandar Lampung memiliki luas 197,22 km
2
terdiri dari 13 kecamatan dan 98kelurahan. Terdapat 12 kelurahan yang berada di wilayah pesisir yang terletak di tigakecamatan, yaitu Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kecamatan Teluk Betung Baratdan Kecamatan Panjang. Sebagai salah satu kota yang terletak di wilayah pesisir,Bandar Lampung dengan segenap potensi yang dimilikinya telah menjadi magnetyang menarik berbagai pihak untuk melakukan berbagai kegiatan sesuai dengankepentingan masing-masing.Salah satu dampak negatif yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian akibatberlangsungnya berbagai aktivitas tersebut adalah pencemaran perairan laut akibatlimbah industri. Beberapa limbah yang dihasilkan oleh industri adakalanya berupalimbah B3, seperti jenis-jenis logam berat yang apabila masuk ke ekosistem pesisirdapat menimbulkan dampak yang fatal, baik bagi biota perairan maupun manusiayang ada di wilayah tersebut. Polutan yang berupa logam-logam berat diketahuidapat menyebabkan keracunan, kelumpuhan, kelainan genetik, hingga kematian.Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Yudha (2007) diketahui bahwa logam beratPb, Hg, Cu dan Cd telah terdeteksi keberadaannya dalam jumlah yang bervariasi, baik di badan sungai, sumur penduduk dan perairan laut di wilayah pesisir Kota BandarLampung. Logam berat Pb terdapat dalam jumlah yang melebihi dari baku mutu yangditetapkan untuk biota laut pada lokasi di sekitar perairan laut di depan lahanreklamasi PT BBS, perairan di sekitar Pelabuhan Peti Kemas Panjang, di sekitar PulauKubur, dan pantai Puri Gading. Keberadaan logam berat Hg umumnya masih beradadalam baku mutu yang ditetapkan, bahkan di beberapa tempat tidak terdeteksi, namundi sekitar perairan laut di depan lahan reklamasi PT BBS terdeteksi dalam jumlahyang telah melebihi baku mutu. Kandungan logam Cu diketahui telah melebihi bakumutu pada beberapa lokasi pengukuran, yaitu di perairan di sekitar PelabuhanSrengsem, di tengah laut, perairan Pulau Kubur, perairan di PPP Lempasing, di sekitarpantai Puri Gading, dan di perairan Pulau Pasaran. Keberadaan logam Cd telahmelebihi baku mutu pada lokasi pengukuran di perairan lahan reklamasi PT BBS, di
 
perairan Gudang Lelang, perairan Pelabuhan Peti Kemas, dan pantai Puri Gading.Bahkan di perairan sekitar lahan reklamasi PT BBS kandungan Cd telah mencapai0,026 ppm atau sekitar 26 kali lipat dari baku mutu yang ditetapkan.Terkait dengan keberadaan logam berat Pb, Hg, Cu, dan Cd di perairan pesisir KotaBandar Lampung, maka perlu dilakukan suatu kajian lanjutan untuk mengetahuikeberadaan logam-logam berat tersebut pada beberapa biota laut yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai bahan pangan. Hal ini perludilakukan sebagai bentuk pemantauan dalam rangka jaminan keamanan pangan bagimasyarakat setempat, sehingga Tragedi Minamata tidak terjadi di wilayah pesisirKota Bandar Lampung.
1.2 Perumusan Masalah
Permasalahan yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut:Bagaimana konsentrasi logam berat yang terkandung pada berbagai biota laut(ikan) yang terdapat di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb), airraksa (Hg), tembaga (Cu), dan kadmium (Cd) yang terdapat di biota laut (ikan) diwilayah pesisir Kota Bandar Lampung.
1.4 Kontribusi Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk melakukan pencegahan pencemaran logam berat dan mengambil langkah-langkahyang tepat apabila telah terjadi pencemaran logam berat pada biota laut yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan masyarakat setempat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->