BAB 1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Kota Bandar Lampung yang terletak pada posisi 5º20’LS - 5º30’LS dan 105º28’BT-105º37’BT berada di ujung Pulau Sumatera merupakan suatu wilayah pesisir. KotaBandar Lampung memiliki luas 197,22 km
2
terdiri dari 13 kecamatan dan 98kelurahan. Terdapat 12 kelurahan yang berada di wilayah pesisir yang terletak di tigakecamatan, yaitu Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kecamatan Teluk Betung Baratdan Kecamatan Panjang. Sebagai salah satu kota yang terletak di wilayah pesisir,Bandar Lampung dengan segenap potensi yang dimilikinya telah menjadi magnetyang menarik berbagai pihak untuk melakukan berbagai kegiatan sesuai dengankepentingan masing-masing.Salah satu dampak negatif yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian akibatberlangsungnya berbagai aktivitas tersebut adalah pencemaran perairan laut akibatlimbah industri. Beberapa limbah yang dihasilkan oleh industri adakalanya berupalimbah B3, seperti jenis-jenis logam berat yang apabila masuk ke ekosistem pesisirdapat menimbulkan dampak yang fatal, baik bagi biota perairan maupun manusiayang ada di wilayah tersebut. Polutan yang berupa logam-logam berat diketahuidapat menyebabkan keracunan, kelumpuhan, kelainan genetik, hingga kematian.Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Yudha (2007) diketahui bahwa logam beratPb, Hg, Cu dan Cd telah terdeteksi keberadaannya dalam jumlah yang bervariasi, baik di badan sungai, sumur penduduk dan perairan laut di wilayah pesisir Kota BandarLampung. Logam berat Pb terdapat dalam jumlah yang melebihi dari baku mutu yangditetapkan untuk biota laut pada lokasi di sekitar perairan laut di depan lahanreklamasi PT BBS, perairan di sekitar Pelabuhan Peti Kemas Panjang, di sekitar PulauKubur, dan pantai Puri Gading. Keberadaan logam berat Hg umumnya masih beradadalam baku mutu yang ditetapkan, bahkan di beberapa tempat tidak terdeteksi, namundi sekitar perairan laut di depan lahan reklamasi PT BBS terdeteksi dalam jumlahyang telah melebihi baku mutu. Kandungan logam Cu diketahui telah melebihi bakumutu pada beberapa lokasi pengukuran, yaitu di perairan di sekitar PelabuhanSrengsem, di tengah laut, perairan Pulau Kubur, perairan di PPP Lempasing, di sekitarpantai Puri Gading, dan di perairan Pulau Pasaran. Keberadaan logam Cd telahmelebihi baku mutu pada lokasi pengukuran di perairan lahan reklamasi PT BBS, di