bangsa di dunia. Pengaruh buruk dampak lingkungan eksternal kadang-kadangbersifat terselubung, dan dengan kejamnya merenggut kedudukan keunggulanpersaingan beberapa perusahaan domestik yang berskala kecil dan menengah.Kita melihat bagaimana krisis perekonomian nasional yang dilanjutkandengan berbagai krisis politik dan sosial sejak tahun 1998 pada kenyataannyatelah merubah seluruh tatanan (paradigm) melakukan kegiatan berusaha dariperusahaan-perusahaan swasta nasional di negara kita. Tanpa disadari berbagaiperubahan issue non-ekonomi, seperti peristiwa bom Bali, perselisihan antarkelompok etnis, sengketa wilayah dan tuntutan kelompok Gerakan masyarakatdan huruhara, semuanya telah mengganggu pencapaian kinerja perusahaan diIndonesia dalam jangka pendek. Terakhir kali kita saksikan bagaimanadatangnya Gempa di Padang telah merusak sendi-sendi perekonomian diberbagai lokalitas di kawasan Sumatra Barat. Rentetan peristiwa inimengakibatkan lambatnya program pemulihan perekonomian nasional.Kepastian dan iklim berusaha mengalami erosi, dan risiko negara dan risikoberusaha menjadi semakin tinggi. Akhirnya dalam beberapa tahun kemudianterjadi peningkatan kasus penutupan dan kebangkrutan perusahaan.
II.Lingkungan Eksternal
Secara umum, lingkungan perusahaan dapat dikategorikan ke dalam duabagian besar, yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan.Lingkungan eksternal sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besarlagi yakni lingkungan yang sifatnya umum dan lingkungan industri. Kategorilingkungan Eksternal perusahaan adalah sebagai berikut:
1.Lingkungan Umum
Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternalorganisasi yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas danfaktor-faktor tersebut pada dasarnya berada di luar dan terlepas dari operasi