Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
17Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kapata Sebagai Penutur Sejarah Masyarakat Maluku

Kapata Sebagai Penutur Sejarah Masyarakat Maluku

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 9,909|Likes:
This Researh Sponsored By DIPA Pattimura University, Ambon, 2008
This Researh Sponsored By DIPA Pattimura University, Ambon, 2008

More info:

Published by: Falantino Eryk Latupapua on Oct 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/24/2013

pdf

text

original

 
KAPATA
SEBAGAI PENUTUR SEJARAH MASYARAKAT MALUKU(SUATU KAJIAN HERMENEUTIK TERHADAP
KAPATA SIWALIMA
DARINEGERI SOAHUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH
Falantino Eryk LatupapuaFricean Tutuarima
Abstrak
: Dalam kehidupan suatu masyarakat adat di sebagian besar wilayah di Maluku, sastra lisan memiliki fungsi yang amat vital. Sastralisan selalu menjadi pelengkap utama dalam setiap ritual adat yangdilaksanakan oleh negeri-negeri adat di Maluku, seperti
 panas pela, panas gandong, pamoi,
dan sebagainya. Hampir semua jenis sastralisan selalu terintegrasi dalam ritual adat orang Maluku; nyanyianrakyat, ungkapan tradisional, puisi rakyat, dan bahasa rakyat. Salahsatu jenis sastra lisan yang amat menarik untuk dibicarakan adalah
kapata
atau nyanyian rakyat Maluku. Kajian ini merupakan sebuahpengantar untuk mengenal
kapata
sebagai produk tradisi lisan Malukuyang telah dikenal sejak lama dalam tatanan adat dan budaya orangMaluku. Hal ini menjadi penting untuk dibicarakan, sebab saat iniwacana revitalisasi sastra lisan sebagai sebuah kekayaan dankekayaan budaya untuk membangun peradaban masyarakat yangstabil dan mandiri semakin marak diperbincangkan. Dengan demikian,membicarakan tentang
kapata
dapat berarti menggali kembali esensisastra lisan tersebut sebagai pembangun peradaban masyarakatMaluku. Manfaat yang diharapkan dari kajian ini adalah untukmemperkenalkan
kapata
sebagai salah satu media penutur sejarahmasyarakat Maluku dan alat penjaga nilai dan norma demi merajutkembali hubungan persaudaraan sesama orang Maluku pasca konflikkemanusiaan. Pemerian struktur dan isi
Kapata Siwalima
akandilakukan dengan menggunakan metode analisis isi denganpendekatan struktural hermeneutik.
Kata Kunci :
sastra lisan
,
kapata, struktural hermeneutik.
Falantino Eryk Latupapua dan Fricean Tutuarima adalah Dosen Tetap pada
 
FKIP Universitas Pattimura, Ambon
 
KAPATA
AS AN ORAL HISTORY NARRATOR OF MOLLUCCA’SCOMMUNITY (AN HERMENEUTIC ANALYSIS UNTO
KAPATA SIWALIMA
FROM SOAHUKU, CENTRAL MOLLUCCA)
Falantino Eryk LatupapuaFricean Tutuarima
Abstract
: In a community living as a custom community from mostregion of Mollucca, oral literary has a vital function. An oral literary hasever being the main component in every customary rite in the customvillages of Mollucca, such as;
 panas pela, panas gandong, pamoi,
andetc. Most of the oral literary type has integrated in the customary riteof the Mollucca’s; folksongs, traditional wisdoms, rhymes, andfolkspeechs. A kind of oral literary that enthused to be studied is
kapata
or Mollucca’s folksong. This is an introductory study torecognize
kapata
as of product of Mollucca’s oral tradition which haveknown long time in the Mollucca’s customary and cultural system. Thissubject is an important matter to be conversed cause in this time, oralliterary revitalize discourse as a cultural heritage into stabilizedcommunity development is being studied everywhere. Thereby,conversed
kapata
could
 
means re-elaborating the essence of oralliterary as a cultural and civilization developer of Mollucca’s. Theexpected aim of this study is to introducing
kapata
as an oral historynarrator of Molluca’s and as means of norm and value preserver. It canbe used to rearrange relation and brotherhood among The Mollucca’shereafter the 1999 human conflict. Conversed
kapata
in this study isthe famous
Kapata Siwalima
which comes from Soahuku Village(
Lilipory Kalapessy 
) in Central Mollucca.
Kapata Siwalima
is a wellknown as a folksong of the Soahuku’s community. The content andstructure description of 
Kapata Siwalima
is using content analysismethod with the structural hermeneutic approach.
Keywords :
oral literary
,
kapata
, structural hermeneutic.
Falantino Eryk Latupapua and Fricean Tutuarima are Lecturer of FKIP Department, Pattimura University, Ambon
 
A. PENDAHULUAN
Sastra dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapatdilepaspisahkan. Sastra merupakan aktivitas manusia yang diwujudkan dalammedia tertentu dan memiliki ciri estetika yang tertentu pula. Sedangkankebudayaan adalah keseluruhan aktivitas manusia, termasuk pengetahuan,sejarah, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan lain (Taylor dalam Ratna, 2005). Senada dengan itu, Von Savignymenyatakan bahwa hukum suatu masyarakat, betapapun sederhananya hukumitu adalah cerminan dari jiwa masyarakat dimana hukum itu hidup. Dengandemikian, seperti juga hukum, sastra adalah produk kebudayaan manusia, dankebudayaan merupakan sumber utama cipta sastra. Karenanya, sastra lisanmaupun tulisan selalu mencerminkan, dan menceritakan tentang kehidupanmasyarakat, termasuk menjadi saluran untuk meneguhkan nilai-nilai yangtumbuh dan berkembang sebagai norma dalam masyarakat.Dalam kehidupan suatu masyarakat adat, seperti sebagian besar wilayah di Maluku, sastra lisan (selanjutnya disebut folklor lisan) memiliki fungsiyang amat vital. Intensitas penggunaan folklor lisan dalam kehidupanmasyarakat itulah yang sering dijadikan ukuran untuk menentukan tinggi ataurendahnya nilai kebudayaan serta daya hidup atau vitalitasnya dalammasyarakat. Dalam berbagai prosesi adat di Maluku, mulai dari
cuci negri 
,
masominta, pamoi, panas pela
dan
 panas gandong,
maupun berbagai prosesi lainnya,folklor lisan selalu digunakan dalam bentuk-bentuk dan tujuan yang berbeda.Meskipun demikian, kenyataan yang terjadi dalam masyarakat saat inimenunjukkan bahwa folklor lisan tak lagi menunjukkan kekuatannya sebagaipenjaga norma dan pengesahan pranata adat dan budaya. Hal itu terbuktidengan proses transformasi yang mengalami kemandekan sehinggamengakibatkan generasi muda tidak lagi peduli dan tidak menyadari keberadaanfolklor lisan sebagai kekayaan budaya yang mesti dijaga, dipelihara, dandilestarikan. Serbuan teknologi modern dalam era yang semakin mengglobaldengan industri media infokom yang seakan tak lagi mengenal batas ruang danwaktu memunculkan kecenderungan tercerabutnya akar-akar budaya yang

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jhen liked this
Imam NurAlam liked this
Esaf Malioy liked this
Puspa Latukau liked this
monsahusilawane liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->