Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Implementasi Undang Undang No 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris

Implementasi Undang Undang No 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris

Ratings: (0)|Views: 2,945 |Likes:

More info:

Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on Oct 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2013

pdf

text

original

 
IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NO 30 TAHUN 2004 TENTANGJABATAN NOTARISA. Analisis Hukum Terhadap Undang-undang No. 30 Tahun 2004 TentangJabatan Notaris Dari Sudut Peraturan Perundang-undangan YangMengaturnya.1.Sejarah pembentukan UU No 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan NotarisPada tanggal 14 September 2004 yang lalu, Dewan Perwakilan Rakyattelah menyetujui RUU tentang Jabatan Notaris menjadi Undang-undangmerupakan penyempurnaan undang-undang peninggalan jaman kolonialdan unifikasi sebagian besar Undang-undang yang mengatur mengenaikenotariatan yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukumdan kebutuhan masyarakat.Adapun berbagai ketentuan dalam peraturan perundang-undangansebelum adanya Undang-Undang No. 30 Republik Indonesia Tahun2004 Tentang Jabatan Notaris tersebut sudah tidak sesuai lagi denganperkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat Indonesia. Olehkarena itu, perlu diadakan pembaruan dan pengaturan kembali secaramenyeluruh dalam satu Undang-undang yang mengatur tentang jabatanNotaris sehingga dapat tercipta suatu unifikasi hukum yang berlaku untuksemua penduduk di seluruh wilayah negara Republik Indonesia. Dalamrangka mewujudkan unifikasi hukum di bidang kenotariatan tersebut,dibentuk Undang-undang tentang Jabatan Notaris.Dalam Undang-Undang No. 30 Republik Indonesia Tahun 2004 TentangJabatan Notaris ini diatur secara rinci tentang Jabatan Umum yangdijabat oleh Notaris, sehingga diharapkan bahwa Akta Otentik yangdibuat oleh atau di hadapan Notaris mampu menjamin kepastian,ketertiban, dan perlindungan hukum.Mengingat Akta Notaris sebagai Akta Otentik merupakan alat buktitertulis yang terkuat dan terpenuh, dalam Undang-Undang ini diatur tentang bentuk dan sifat Akta Notaris, serta tentang Minuta Akta, GrosseAkta, dan Salinan Akta, maupun Kutipan Akta Notaris.Sebagai alat bukti tertulis yang terkuat dan terpenuh, apa yangdinyatakan dalam Akta Notaris harus diterima, kecuali pihak yangberkepentingan dapat membuktikan hal yang sebaliknya secaramemuaskan di hadapan persidangan pengadilan. Fungsi Notaris di luar pembuatan Akta otentik diatur untuk pertama kalinya secarakomprehensif dalam Undang-Undang No. 30 Republik Indonesia Tahun2004 Tentang Jabatan Notaris.Demikian pula ketentuan tentang pengawasan terhadap pelaksanaan jabatan Notaris dilakukan dengan mengikut sertakan pihakahli/akademisi, disamping Departemen yang tugas dan1
 
tanggungjawabnya dibidang kenotariatan serta Organisasi Notaris.Ketentuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan danperlindungan hukum yang lebih baik bagi masyarakat.a.Sebelum berlakunya Undang-undang No 30 tahun 2004 TentangJabatan Notaris.Pengaturan Jabatan Notaris di Indonesia di atur dalam Reglement OpHet Notaris ambt in Indonesie (Stb. 1860:3) sebagaimana telah diubahterakhir dalam lembaran Negara tahun 1954 Nomort 101; Ordonantie 16Sepetember 1931 tentang Honorarium Notaris; Undang-undang Nomor 33 Tahun 1954 tentang Wakil Notaris dan Wakil Notaris SementaraLembaran Negara Tahun 1954 Nomor 101, Tambahan LembaranNegara Nomor 700); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentangPerubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentangPeradilan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 34, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4379); dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1949 TentangSumpah/Janji Jabatan Notaris.2.Pengertian NotarisKedudukan seorang Notaris sebagai suatu fungsionaritas dalammasyarakat dianggap sebagai seorang pejabat tempat seseorang dapatmemperoleh nasihat yang boleh diandalkan. Segala sesuatu yang ditulisserta ditetapkannnya (konstatir) adalah benar, ia adalah pembuatdokumen yang kuat dalam suatu proses hukum.Undang-undang Nomor 30 Republik Indonesia Tentang Jabatan Notarispada Bab I di dalam ketentuan umum Pasal 1 ayat (1) yang berbunyi,Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat aktaotentik dan kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang ini.Undang-undang tentang Jabatan Notaris merupakan penyempurnaanUndang-undang peninggalan jaman kolonial dan unifikasi sebagianbesar Undang-undang yang mengatur mengenai kenotarisan yang sudahtidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum dan kebutuhanmasyarakat.Demikian pula, Notaris sebagai Pejabat Umum ditegaskan juga dalambab I pasal 1 Peraturan Jabatan Notaris Di Indonesia (Ord. Stbl. 1860no. 3, mulai berlaku tanggal 1 Juli 1860), yang menyebutkan : Notarisadalah pejabat umum yang satu-satunya berwenang untuk membuatakta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian dan penetapan yang2
 
diharuskan oleh suatu peraturan umum atau oleh yang berkepentingandikehendaki untuk dinyatakan dalam suatu akta otentik, menjaminkepastian tanggalnya, menyimpan aktanya dan memberikan grosse,salinan dan kutipannya, semuanya sepanjang pembuatan akta itu olehsuatu peraturan umum tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepadapejabat atau orang lain.Dengan memperhatikan beberapa pasal dari beberapa peraturanperundang-undangan yang melegitimasikan keberadaan Notaris sebagaiPejabat Umum, dan melihat tugas dan pekerjaan notaries memberikanpelayanan publik (pelayanan pada masyarakat) untuk membuat akta-akta otentik, notyaris juga ditugaskan untuk melakukan pendaftaran danmensyahkan (waarmerken dan legaliseren) surat-surat / akta-akta yangdibuat di bawah tangan (L.N. 1916-46 jo. 43). Notaris juga memberikannasihat dan penjelasan mengenai undang-undang kepada pihak-pihakyang bersangkutan, serta pengangkatan dan pemberhentian seorangNotaris yang dilakukan oleh Pemerintah dalam hal ini Menteri yangbidang tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang kenotariatan, makapersyaratan Pejabat Umum adalah seorang yang diangkat olehPemerintah dengan tugas kewenangan memberikan pelayanan publik dibidang tertentu, terpenuhi oleh Jabatan Notaris.Setiap masyarakat membutuhkan seseorang (figuur) yang keterang-keterangannya dapat diandalkan, dapat dipercayai, yang tandatangannya serta segelnya (capnya) memberi jaminan dan bukti kuat,seorang ahli yang tidak memihak dan penasihat yang tidak ada cacatnya(onkreukbaar atau unimpeachable), yang tutup mulut, dan membuatsuatu perjanjian yang dapat melindunginya di hari-hari yang akandatang. Kalau seorang advokat membela hak-hak seseorang ketikatimbul suatu kesulitan, maka seoarang Notaris harus berusahamencegah terjadinya kesulitan itu.Para Notaris mempunyai persamaan dalam pekerjaan dengan paraadvokat. Keduanya menuangkan suatu kejadian dibidang ekonomi dalamsuatu bentuk hukum, memberi nasihat kepada pelanggan danmengharapkan mendapat kepercayaan dari mereka.Adapun ada perbedaan prinsip, yaitu :1.Seorang Notaris memberi kepada semua pihak, advokat kepada satupihak. Seorang notaries berusaha menyelesaikan suatu persoalan,sehingga semua pihak puas, advokat berusaha memuaskan satu pihak.Kalaupun dalam usaha itu itu tercapai suatu consensus, pada dasarnyaia memperhatikan hanya kepantingan pelanggannya.2.Pekerjaan seorang Notaris adalah untuk mencegah terjadinya suatupersoalan antara pihak-pihak, sedangkan seorang advokatmenyelesaikan suatu persoalan yang sudah terjadi.3

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Irwan Cungkring liked this
maulana akbar liked this
yevanita liked this
Andri Nugraha liked this
Sophia Nurdiana liked this
aginapa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->