Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan sedarah

Hubungan sedarah

Ratings:

2.0

(1)
|Views: 3,915 |Likes:
Published by rano

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: rano on Oct 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

 
Hubungan sedarahDari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasHubungan sumbang (Inggris: incest) adalah hubungan saling mencintai yang bersifat seksual yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki ikatan keluarga(kekerabatan) yang dekat, biasanya antara ayah dengan anak perempuannya, ibudengan anak laki-lakinya, atau antar sesama saudara kandung atau saudara tiri.Pengertian istilah ini lebih bersifat sosio antropologis daripada biologis (bandingkandengan kerabat-dalam untuk pengertian biologis) meskipun sebagian penjelasannya bersifat biologis.[sunting]Penjelasan biologis dan sosialHubungan sumbang diketahui berpotensi tinggi menghasilkan keturunan yangsecara biologis lemah, baik fisik maupun mental (cacat), atau bahkan letal(mematikan). Fenomena ini juga umum dikenal dalam dunia hewan dan tumbuhankarena meningkatnya koefisien kerabat-dalam pada anak-anaknya. Akumulasi gen-gen pembawa 'sifat lemah' dari kedua tetua pada satu individu (anak) terekspresikankarena genotipenya berada dalam kondisi homozigot.Secara sosial, hubungan sumbang dapat disebabkan, antara lain, oleh ruangan dalamrumah yang tidak memungkinkan orangtua, anak, atau sesama saudara pisah kamar.Hubungan sumbang antara orang tua dan anak dapat pula terjadi karena kondisi psikososial yang kurang sehat pada individu yang terlibat. Beberapa budaya jugamentoleransi hubungan sumbang untuk kepentingan-kepentingan tertentu, seperti politik atau kemurnian ras.Akibat hal-hal tadi, hubungan sumbang tidak dikehendaki pada hampir semuamasyarakat dunia. Semua agama besar dunia melarang hubungan sumbang. Didalam aturan agama Islam (fiqih), misalnya, dikenal konsep muhrim yang mengatur hubungan sosial di antara individu-individu yang masih sekerabat. Bagi seseorangtidak diperkenankan menjalin hubungan percintaan atau perkawinan dengan orangtua, kakek atau nenek, saudara kandung, saudara tiri (bukan saudara angkat),saudara dari orang tua, kemenakan, serta cucu.[sunting]Contoh-contoh hubungan sumbang dalam kebudayaanPada kelompok masyarakat tertentu, seperti suku Polahi di Kabupaten Gorontalo,Sulawesi, praktek hubungan sumbang banyak terjadi. Perkawinan sesama saudaraadalah hal yang wajar dan biasa di kalangan suku Polahi.Kalangan bangsawan Mesir Kuna, khususnya pascainvasi Alexander Agung,melakukan perkawinan dengan saudara kandung dengan maksud untuk mendapatkan keturunan berdarah murni dan melanggengkan kekuasaan. Contohyang terdokumentasi adalah perkawinan Ptolemeus II dengan saudara perempuannya, Elsinoé. Beberapa ahli berpendapat, tindakan seperti ini juga biasadilakukan kalangan orang biasa. Toleransi semacam ini didasarkan pada mitologiMesir Kuna tentang perkawinan Dewa Osiris dengan saudaranya, Dewi Isis.
 
Dalam mitologi Yunani kuno, Dewa Zeus kawin dengan Hera, yang merupakankakak kandungnya sendiri.Folklor Indonesia juga mengenal hubungan sumbang. Hubungan sumbang antaraSangkuriang dan ibunya sendiri (Dayang Sumbi) dalam dongeng masyarakat Sundaatau antara Prabu Watugunung dan ibunya (Sinta), yang menghasilkan 28 anak — kisahnya diabadikan dalam pawukon — adalah contoh-contohnya.
 
http://www.rahima.or.id/SR/08-03/Opini1.htm“Anak Perempuan Hasil Incest Lebih Rentanterhadap Penyakit Genetik”Pengantar OpiniSebagai isu kekerasan seksual, kasus incest sebenarnya bukanlah kasus baru. Faktatentang incest sering kali tidak muncul karena dianggap aib keluarga. Padahalmenyimpan dan menyembunyikan fakta incest bak menyimpan api dalam sekam.Tetapi masalahnya, pendampingan kasus incest bukanlah hal yang mudah. Butuhkeberanian dari berbagai pihak, terutama keluarga, untuk bisa melihat ini secara proporsional dan berpihak kepada korban.Dua tokoh yang kami wawancarai berikut mungkin bukan nama asing di lingkungan pemerhati kesehatan perempuan dan Islam. Pertama kita akan berbicang lebih detildengan Ibu Dr. Ramonasari, Kepala divisi Kesehatan Reproduksi PerkumpulanKeluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jakarta. Dan tokoh yang lainnya adalah KH.Husein Muhammad. Keduanya mencoba berbagi mengenai masalah incest dari duakacamata yang berbeda; perspektif medis dan perspektif agama. Pada akhirnya,semuanya berpulang kepada kearifan pembaca untuk menilai dan merenungi semuainformasi yang kami angkat dalam rubrik “opini”. Selamat membaca!Wawancara redaksi Swara Rahima dengan Dr. Ramonasari, Kepala divisiKesehatan Reproduksi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jakarta.Perempuan kelahiran 19 Mei 1956 yang juga pernah bekerja sebagai koordinator klinik Griya Sahari PKBI dan aktif sebagai trainer sex education HIV/AIDS,mengomentari seputar incest dari perspektif medis. Berikut kutipan wawancaranya.Swara Rahima (SR) : Apa yang dimaksud incest?Ramona (R) : Incest adalah hubungan badan atau hubungan seksual yang terjadiantara dua orang yang mempunyai ikatan pertalian darah. Dalam hal ini hubunganseksual sendiri ada yang bersifat sukarela dan ada yang bersifat paksaan. Nah, yang paksaan itulah yang dinamakan perkosaan. Jika itu terjadi antara dua orang yang bertalian darah itulah yang dinamakan incest. Dan kasus incest yang lebih banyak diketahui masyarakat adalah perkosaan incest.SR : Hubungan darahnya sedekat mana?R : Cukup dekat misalnya antara kakak dengan adik, ibu dengan anak, bapak dengan anak, atau paman dengan keponakannya. Dalam artian yang masih sangatdekat hubungannya. Tetapi yang benar dikatakan incest itu yang murni hubungansedarah seperti kakak dengan adik, atau bapak dengan anak.SR : Dari segi medis, apakah anak hasil hubungan incest akan menderita kelainan?R : Tidak setiap pernikahan incest akan melahirkan keturunan yang memilikikelainan atau gangguan kesehatan. Jadi detilnya seperti ini, bisa saja gen-gen yangditurunkan baik dan melahirkan anak yang normal. Walaupun begitu, kelemahangenetik lebih berpeluang muncul dan riwayat genetik yang buruk akan bertambahdominan serta banyak muncul ketika lahir dari orang tua yang memiliki kedekatanketurunan. Pada kasus incest, penyakit resesif yang muncul dominan. Namungangguan emosional juga bisa timbul bila perlakuan buruk terjadi saat pertumbuhandan perkembangan janin pra dan pascakelahiran.

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nasril Malintang liked this
EL Kulba liked this
Farah Mellysa liked this
Yuri Dha liked this
Kartika Sari added this note
great post!
Juliana Mariska liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->