Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kemendagri _ Berdasarkan UU, Golput Boleh

Kemendagri _ Berdasarkan UU, Golput Boleh

Ratings: (0)|Views: 20|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Feb 10, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/10/2014

pdf

text

original

 
10/2/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Kemendagri : Berdasarkan UU, Golput Bolehhttp://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/02/10/kemendagri-berdasarkan-uu-golput-boleh/1/2
Kemendagri : Berdasarkan UU, Golput Boleh
February 10th, 2014 by kafi
Tidak memilih satu pun dari semua calon presiden,kepala daerah maupun calon anggota legislatif dalamPemilu (golongan putih/golput) merupakan sikappolitik yang dilindungi undang-undang.“Kalau dalam UU yang berlaku saat ini, itu statusnyaya boleh saja, tidak mandatori (wajib memilih calonyang ada, red),” ungkap Dirjen Otonomi DaerahKemendagri Prof Dr Djohermansyah Djohan sepertidilansir 
Tabloid Media Umat 
 Edisi 119, Jum’at (2-16Januari). Alasannya, lanjut Djohermansyah, karena masyarakat ini kan sedang belajar berdemokrasi, kalaudimandatorikan kuatir memberikan efek yang tidak baik juga bagi masyarakat.Namun, dari1.013 jumlah Pilkada (gubernur, bupati dan walikota) yang digelar sejak Pilkada pada 1Juni 2005 sampai dengan Desember 2013, tren masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilucenderung menurun terus. “Tadinya, rata-rata tidak kurang dari 80 persen, kemudian turun jadi 70-an persen, sekarang kurang dari 60 persen,” ungkapnya.Malah bila Pilkadanya sampai ada putaran kedua, partisipasi masyarakat semakin rendah, dapat50-an persen pemilih saja sudah bagus. Bahkan di kota-kota tingkat partisipasi masyarakat dalamPemilu hanya 40-an persen.“Ini gejala yang harus kita baca dengan baik, sikapi dengan baik, untuk mengantisipasi Pemilulegislatif April 2014 dan Pilpres Juni 2014,” tegasnya.Selain karena kelelahan terlalu sering ikut Pemilu maupun faktor ekonomis, menurut DjohermansyahGolput juga terjadi lantaran calon kepala daerahnya tidak memiliki kapasitas yang memadai,sehingga malas memilih, faktor ketidakpercayaan kepada parpol yang kerap terlibat korupsi jugasangat berpengaruh, ada yang menilai calon yang ada tidak akan membawa pada perubahan yamereka tidak pergi ke bilik suara, ada juga yang tidak mau berpartisipasi karena alasan ideologitertentu.[]
Joko Prasetyo
 
Baca juga :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->