Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
definisi pendidikan

definisi pendidikan

Ratings: (0)|Views: 5,105|Likes:
Published by xofone

More info:

Published by: xofone on Oct 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/23/2011

pdf

text

original

 
Definisi Pendidikan
Contributed by HartotoThursday, 19 February 2009Last Updated Thursday, 19 February 2009
Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga nbaik jika memperoleh jawaban yang jelas danbenar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahamanterhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Bab II ini akanmengkaji pengertian pendidikan,unsur-unsur pendidikan, dan sistem pendidikan.A. PENGERTIAN PENDIDIKAN1. Batasan tentang PendidikanBatasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dariyang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjaditekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.a. Pendidikan sebagai Proses transformasi BudayaSebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi kegenerasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Adatiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab,dan lain-lain.b. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan PribadiSebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarahkepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukanpribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atasusaha sendiri.c. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan WarganegaraPendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali pesertadidik agar menjadi warga negara yang baik.d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga KerjaPendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memilikibekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja padacalon luaran. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupanmanusia.e. Definisi Pendidikan Menurut GBHNGBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikannasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional danbertanggung jawab atas pembangunan bangsa.2. Tujuan dan proses Pendidikana. Tujuan pendidikanTujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan.Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatuyang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.b. Proses pendidikanProses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepadapencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dankualitas pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, mikro. Adapun tujuanutama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH)PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan sesuatuproses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Ide tentang PSH yang hampir tenggelam, yangdicetuskan 14 abad yang lalu, kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). SelanjutnyaPSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan.Pengorganisasian dan penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia, dari usia yang paling muda sampaipaling tua.(Cropley:67). Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan:- Rasional- Alasan keadilan- Alasan ekonomi- Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalamkaitannya dengan perkembangan iptek- Alasan perkembangan iptek- Alasan sifat pekerjaan- Kemandirian dalam belajar- Arti dan perinsip yang melandasi Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnyalebih didorong oleh kamauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. Konsep kemandiriandalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar.b. Alasan yang menopangConny Semiawan, dan kawan-kawan (Conny S. 1988; 14-16) mengemukakan alasan sebagai berikut:- Perkembangan iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para pendidik(khususnya guru)mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik.- Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%, sifatnya relatif.
Situs Resmi Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNMhttp://tekpend-unm.comPowered by Joomla!Generated: 27 September, 2009, 21:14
 
- Para ahli psikologi umumnya sependapat, bahwa peserta didik mudah memahami konsep-konsep yang rumit danabstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi denganmengalami atau mempraktekannya sendiri.- Dalam proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak dilepaskan dari pengembangansikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri peserta didik.B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKANProses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:- Subjek yang dibimbing (peserta didik).- Orang yang membimbing (pendidik)- Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)- Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)- Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan)- Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode)- Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)PENJELASAN1. Peserta DidikPeserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena pesertadidik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:- Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.- Individu yang sedang berkembang.- Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.- Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.2. Orang yang membimbing (pendidik)Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaranpeserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungansekolah, dan lingkungan masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru,pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksiedukatif)Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarahkepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensifdengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)- Alat dan Metode. Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengajauntuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi danefektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.- Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan). Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusatpendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.C. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM1. Pengertian SistemBeberapa definisi sitem menurut para ahli:- Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir; suatu himpunan atau perpaduan hal-halatau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. (Tatang M. Amirin,1992:10)- Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatutujuan. (Tatang Amirin, 1992:10)- Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untukmencapai suatu tujuan tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11)2. Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan.Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistembaru), output(tamatan), instrumentalinput(guru, kurikulum), environmental input(budaya, kependudukan, politik dankeamanan).3. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem Lain dan Perubahan Kedudukan dari SistemSistem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. Sebagai subsistem, bidang ekonomi, pendidikan,dan politikmasing-masing-masing sebagai sistem. Pendidikan formal, nonformal, dan informal merupakan subsistem dari bidangpendidikan sebagai sistem dan seterusnya.4. Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik.- Cara memandang sistem. Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknyasuatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar, tidak lain daripada perubahan cara memandang ruanglingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan.- Masalah berjenjang. Semua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat, alternatifmaslah, dan latar belakang masalah.- Analisis sitem pendidikan. Penggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkanpencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efesien dan efektif. Prinsip utama dari penggunaan analisis sistemialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik, artinya harus memperhitungkan segenap komponen yangterlibat dalam maslah pendidikan yang akan dipecahkan.- Saling hubungan antarkomponen. Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik.Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal, manakala komponen
Situs Resmi Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNMhttp://tekpend-unm.comPowered by Joomla!Generated: 27 September, 2009, 21:14

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sani Lukis liked this
fawwasfaizh liked this
rendiadi212806 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->