Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kisah si rase terbang tamat

kisah si rase terbang tamat

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 1,388 |Likes:
Published by lee140685

More info:

Published by: lee140685 on Feb 12, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
Hui Ho Gwa Toan > Karya Chin Yung > DISADUR OLEH OKT> published by buyankaba.com
1___________________________________________________________________________
 Merupakan cerita lanjutan dari Rase Terbang dari Pegunungan Salju yang mengambil latar belakang cerita antara waktu kematian Hu Yi Dao sampai dengan tumbuh dewasanya Hu Fei.Cerita diawali dengan kisah masa kanak-kanak Hu Fei dan dilanjutkan dengan kisah kepahlawanannya saat ia masih seorang remaja. Diceritakan juga kisah cinta segitiga yang dialami Hu Fei dan proses yang dilaluinya dalam mendalami ilmu silat. Berdasarkan kejadian-kejadian yang digambarkan dalam cerita Si Rase Terbang, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa cerita Si Rase Terbang terjadi beberapa tahun setelah kejadian-kejadian dalam buku Pedang dan Kitab Suci, karena Hu Fei mengenal tokoh- tokoh dalam Pedang dan Kitab Suci yang jauh lebih tua umurnya pada saat itu.
___________________________________________________________________________
Jilid 1________
Musim dingin belum menyingkir dari daerah Utara. Gunung Tiang-pek-san masihmengenakan mantel salju yang putih bersih. Saat itu fajar mulai menyingsing dan timbunansalju memantulkan kembali cahaya matahari dalam beribu warna, seakan-akan beribu permatatersebar di situ.Suasana tenang tenteram, damai dan suci seakan- akan hendak mengesankan, bahwa dunia inisungguh indah, bila saja tidak dinodai perbuatan manusia yang penuh angkara. Tetapi di sinipun tiba-tiba terdengar mendesisnya sebatang anak panah yang dilepaskan dari balik gunungdi sebelah Timur dan melayang ke tengah angkasa.Dari bunyi mendesisnya anak panah yang tiba-tiba memecahkan kesunyian dengan cepat laginyaring itu, dapat diketahui betapa kuat tenaga orang yang melepaskannya.Anak panah tersebut dengan sangat tepat menembus seekor belibis yang sedang terbangbebas. Terbawa anak panah yang menancap di lehernya, belibis itu terjungkal jatuh di atassalju.
 
Hui Ho Gwa Toan > Karya Chin Yung > DISADUR OLEH OKT> published by buyankaba.com
2Pada saat itu, dari jurusan Barat, beberapa belas tombak dari tempat belibis itu jatuh, empatpenunggang kuda sedang mendatangi dengan cepat. Ketika mendadak terdengar mendesisnyapanah tersebut, keempat orang itu serentak menahan kuda mereka yang segera terhenti.Menampak betapa tepatnya belibis itu dipanah jatuh, tanpa kecuali mereka merasa kagum dandi dalam hati mereka timbul keinginan untuk mengetahui siapakah gerangan pemanah yangtangkas itu.Akan tetapi setelah sekian lama menanti dan dari balik gunung itu belum juga muncul orangyang dinantikan, mereka mendengar derap kaki kuda yang lari pesat. Ternyata orang yangditunggu itu sudah pergi dengan mengambil jurusannya sendiri.Seorang di antara rombongan penunggang kuda itu bertubuh kurus jangkung, wajahnyamencerminkan kecerdasan, usianya sudah agak tua. Ia mengerutkan kening demi mendengarpemanah tadi kabur. Segera ia mengeprak kudanya dan menuju ke lereng gunung di sebelahTimur, diikuti tiga kawannya.Setelah melewati suatu tikungan, mereka melihat lima penunggang kuda yang sudah agak  jauh, mungkin sudah satu li, dari tempat mereka. Dari bekas-bekas kaki kuda yang jelasditinggalkan di permukaan salju, dapat dikira-kira betapa cepat lari kuda mereka itu.Teranglah sudah, bahwa mereka tidak mungkin dikejar lagi."In Suheng, agak aneh juga kejadian ini," kata orang tua tadi sambil mengisyaratkan agarkawan-kawannya menghampirinya.Yang dipanggil In suheng ini juga sudah agak tua, tubuhnya agak gemuk, dua belah kumistebal menghiasi bibirnya dan tubuhnya diselubungi mantel dari kulit tiauw (suatu jenisbinatang yang mirip dengan tikus dan kulitnya berharga mahal sekali), lagaknya sebagaisaudagar kaya raya.Setelah menyaksikan apa yang dilihat si kurus jangkung tadi, ia menganggukkanpersetujuannya atas pendapat kawan itu. Kemudian ia membelokkan kudanya untuk segeradilarikan kembali ke dekat bangkai belibis tadi.Ia mengayunkan cambuknya dan dengan menerbitkan bunyi "tarrrr" yang nyaring, ia telahmementalkan belibis itu ke atas.Ketika kemudian ia menyabet pula, ujung pecut itu segera melilit bangkai belibis tersebut.Dengan tangannya yang sebelah lagi ia menyambut bangkai belibis serta anak panah itu yangsegera diperiksanya."Hai!" serunya, terperanjat.Mendengar seruan tiba-tiba itu, ketiga kawannya segera mengeprak kuda mereka danmenghampiri si orang she In."Wie Suheng, coba periksa ini!" seru yang disebut "In suheng" sambil melemparkan belibisserta anak panah itu kepada si kurus jangkung.
 
Hui Ho Gwa Toan > Karya Chin Yung > DISADUR OLEH OKT> published by buyankaba.com
3Dengan mudah saja ia ini menyambuti burung yang dilemparkan kepadanya dan memeriksabatang panah itu. Segera terdengar ia berseru juga."Eeeh, benar dia, lekas-lekas kita kejar!" teriaknya bernafsu. Dengan tergesa-gesa iamembelokkan kudanya dan mendahului mengejar ke jurusan depan.Lereng gunung itu seluruhnya berlapiskan salju putih bersih, di sekeliling sudah tidak adaorang lain lagi, maka mengikuti jejak orang yang mereka kejar itu, bukannya soal sulit.Kecuali dua orang tua tadi, dua orang yang lain masih muda dan sedang kuat-kuatnya,seorang bertubuh tinggi tegap dan kelihatan lebih gagah lagi duduk di atas kudanya yang jugatinggi besar. Yang seorang lagi berbadan sedang, wajahnya putih kehijau-hijauan dansungguh menyolok hidungnya bahkan merah mencorong, mungkin telah menjadi bekukedinginan.Kedua orang yang masih tertinggal ini bersiul sekali dan segera memacu kuda untuk menyusul dengan cepat.Hari itu adalah tanggal 15, bulan 3, tahun keempat puluh lima masa Pemerintahan KaisarKian-liong dari Dynasti Ceng. Di daerah Kanglam bunga-bunga sudah mekar memeriahkansuasana musim semi, tetapi di daerah Utara di sekitar Gunung Tiang-pek-san yang terpencilini, timbunan salju justru baru akan mulai lumer, belum ada gejala-gejala dekat tibanyamusim semi.Dalam pada itu, sang surya baru saja mengintip dari belakang gunung di sebelah Timur.Sinarnya yang kuning keemas-emasan menyorot terang, tetapi tidak membawa hawa hangatsedikit juga.Meski hawa di daerah pegunungan itu sangat dinginnya, tetapi karena empat penunggangkuda tadi memiliki kepandaian yang tinggi semua, tiada seorangpun di antara mereka yangterganggu karenanya dan mereka terus melarikan kuda mereka secepat terbang.Belum berselang lama, dari kepala mereka sudah keluar uap dan pemuda yang bertubuh tinggitegap itu melepaskan mantelnya. la mengenakan baju kulit dilapis dengan sutera hijau, dipinggangnya digantungkan sebatang pedang, alisnya dikerutkan hingga hampir bersambungdan matanya berapi-api, tiada hentinya ia memacu kudanya agar berlari lebih cepat.Pemuda ini bernama Co Hun Kie, kalangan Kang-ouw mengenalnya sebagai "Teng-liong-kiam” Ia adalah Ciang-bun-jin Partai Thian-liong-bun Cabang Utara yang berkedudukan diLiauw-tang. Ciang-hoat (ilmu silat tangan kosong) dan Kiamhoat (ilmu silat pedang) yangmerupakan dua pelajaran utama Partai Thian-liong-bun, kedua-duanya sudah cukup dalamdiselaminya.Yang bermuka putih itu adalah suteenya (adik seperguruannya), namanya Ciu Hun Yang dania bergelar "Hwie-liong-kiam". Dalam hal Kiam-hoat partainya, kepandaiannya sudah cukupsempurna.Si orang tua tinggi kurus adalah susiok (paman guru) mereka, yakni Cit-ceng-ciu Wie SuTiong, tokoh tertua dalam partai Thian-liong-bun.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Khucing Fx liked this
hari liked this
ahmadi_02_39 liked this
Geyong Seda liked this
Geyong Seda liked this
1969megadeth liked this
Mas_Aloc_9642 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->