Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
80Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Non Malefisence

Non Malefisence

Ratings: (0)|Views: 4,602 |Likes:
Published by fadini73
I hope this is usefull
I hope this is usefull

More info:

Published by: fadini73 on Oct 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

 
FRIDAY, OCTOBER 20, 2006
Pemecahan Dilema Etik dalam Kasus Penderitaan Kliendan Euthanasia Pasif 
KASUS :
 Seorang wanita berumur 50 tahun menderita penyakit kanker payudaraterminal dengan metastase yang telah resisten terhadap tindakan kemoterapi dan radiasi. Wanita tersebut mengalami nyeri tulang yang hebat dimanasudah tidak dapat lagi diatasi dengan pemberian dosis morphin intravena. Hal itu ditunjukkan dengan adanya rintihan ketika istirahat dan nyeri bertambahhebat saat wanita itu mengubah posisinya. Walapun klien tampak bisa tidur namun ia sering meminta diberikan obat analgesik, dan keluarganya punmeminta untuk dilakukan penambahan dosis pemberian obat analgesik. Saat dilakukan diskusi perawat disimpulkan bahwa penambahan obat analgesikdapat mempercepat kematian klien.
Kasus di atas merupakan salah satu contoh masalah dilema etik 
(ethical dilemma)
. Dilema etik merupakan suatu masalah yang sulit dimana tidak adaalternatif yang memuaskan atau suatu situasi dimana alternatif yang memuaskandan tidak memuaskan sebanding. Dalam dilema etik tidak ada yang benar atausalah. Untuk membuat keputusan yang etis, seseorang harus tergantung padapemikiran yang rasional dan bukan emosional. Kerangkan pemecahan dilemaetik banyak diutarakan dan pada dasarnya menggunakan kerangka proseskeperawatan / pemecahan masalah secara ilmiah (Thompson & Thompson,1985).Kozier et. al (2004) menjelaskan kerangka pemecahan dilema etik sebagai berikut :1.Mengembangkan data dasar2.Mengidentifikasi konflik 
 
3.Membuat tindakan alternatif tentang rangkaian tindakan yangdirencanakan dan mempertimbangkan hasil akhir atau konsekuensitindakan tersebut4.Menentukan siapa pengambil keputusan yang tepat5.Mendefinisikan kewajiban perawat6.Membuat keputusan
PEMECAHAN KASUS DILEMA ETIK 1. Mengembangkan data dasar :
a. Orang yang terlibat : Klien, keluarga klien, dokter, dan perawat b.Tindakan yang diusulkan : tidak menuruti keinginan klien untuk memberikanpenambahan dosis morphin.c.Maksud dari tindakan tersebut : agar tidak membahayakan diri kliend.Konsekuensi tindakan yang diusulkan, bila tidak diberikan penambahan dosismorphin, klien dan keluarganya menyalahkan perawat dan apabila keluarga klienkecewa terhadap pelayanan di bangsal mereka bisa menuntut ke rumah sakit.
2. Mengidentifikasi konflik akibat situasi tersebut :
Penderitaan klien dengan kanker payudara yang sudah mengalami metastasemengeluh nyeri yang tidak berkurang dengan dosis morphin yang telahditetapkan. Klien meminta penambahan dosis pemberian morphin untuk mengurangi keluhan nyerinya. Keluarga mendukung keinginan klien agarterbebas dari keluhan nyeri. Konflik yang terjadi adalah :a.Penambahan dosis pemberian morphin dapat mempercepat kematian klien. b.Tidak memenuhi keinginan klien terkait dengan pelanggaran hak klien.
3.Tindakan alternatif tentang rangkaian tindakan yang direncanakandan konsekuensi tindakan tersebut
a. Tidak menuruti keinginan pasien tentang penambahan dosis obat pengurangnyeri.Konsekuensi :1)Tidak mempercepat kematian klien2)Keluhan nyeri pada klien akan tetap berlangsung
 
3)Pelanggaran terhadap hak pasien untuk menentukan nasibnya sendiri4)Keluarga dan pasien cemas dengan situasi tersebut b. Tidak menuruti keinginan klien, dan perawat membantu untuk manajemennyeri.Konsekuensi :1)Tidak mempercepat kematian pasien2)Klien dibawa pada kondisi untuk beradaptasi pada nyerinya (meningkatkanambang nyeri)3)Keinginan klien untuk menentukan nasibnya sendiri tidak terpenuhic. Menuruti keinginan klien untuk menambah dosis morphin namun tidak seringdan apabila diperlukan. Artinya penambahan diberikan kadang-kadang pada saattertentu misalnya pada malam hari agar klien bisa tidur cukup.Konsekuensi :1) Risiko mempercepat kematian klien sedikit dapat dikurangi2) Klien pada saat tertentu bisa merasakan terbebas dari nyeri sehingga ia dapatcukup beristirahat.3) Hak klien sebagian dapat terpenuhi.4) Kecemasan pada klien dan keluarganya dapat sedikit dikurangi.
4. Menentukan siapa pengambil keputusan yang tepat :
Pada kasus di atas dokter adalah pihak yang membuat keputusan, karenadokterlah yang secara legal dapat memberikan ijin penambahan dosis morphin.Namun hal ini perlu didiskusikan dengan klien dan keluarganya mengenai efek samping yang dapat ditimbulkan dari penambahan dosis tersebut. Perawatmembantu klien dan keluarga klien dalam membuat keputusan bagi dirinya.Perawat selalu mendampingi pasien dan terlibat langsung dalam asuhankeperawatan yang dapat mengobservasi mengenai respon nyeri, kontrol emosidan mekanisme koping klien, mengajarkan manajemen nyeri, sistem dukungandari keluarga, dan lain-lain.
5. Mendefinisikan kewajiban perawat
a.Memfasilitasi klien dalam manajemen nyeri b.Membantu proses adaptasi klien terhadap nyeri / meningkatkan ambang nyeri

Activity (80)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hastin As liked this
Riesti Roiito liked this
Ameliana Nuraeni liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->