Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
39Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
istishna

istishna

Ratings:

2.0

(1)
|Views: 9,526|Likes:
Published by elly_rantau

More info:

Published by: elly_rantau on Oct 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/26/2013

pdf

text

original

 
PengertianBai’ istishna’ adalah akad jual beli antara pemesanan (mustashni’)dengan penerimaan pesanan (shani’) atas sebuah barabg dengan spesifikasitertentu (mashnu’), contohnya untuk barang-barang industry ataupunproperty. Spesifikasi dan harga barang pesanan haruslah sudah disepakatipada awal akd, sedangkan pembayaran dilakukan dimuka, melalui cicilan,atau ditangguhkansampai suatu waktu pada masa yang akan datang.Secara teknis, istishna’ bisa diartikan akad besama produsen untuksuatu pekerjaan tertentu dalam tanggungan, atau jual beli suatu barang yangakan dibuat oleh produsen yang juga menyediakan bahan bakunya,sedangkan jika bahan bakunya dari pemesan, maka akad itu akan menjadiakad ijarah (sewa), pemesan hanya menewa jasa produsen untuk membuatbarang.Istishna’ menyerupai akan salam, karena ia termasuk bai’ ma’dum(jual beli barang yang tidak ada), juga karena barang yang dibuat melekatpada waktu akad pada tanggungan pembuat (shani’) atau penjual. Tetapiistishna’ berbeda dengan salam, dalam hal yang tidak wajib pada istishna’untuk mempercepat dan penyerahan, serta tidak adanya barang tersebut dipasaran.Akad istishna’ juga identik dengan akan ijarah, ketika bahan bakuuntuk diproduksi berasal dari pemesan, sehingga produsen (shani’) hanyapemberian jasa pembuatan, dan ini identik dengan akan ijarah. Berada ketika jasa pembuatan dan bahan bakunya dari produsen (shani’), maka dinamakandengan istishna’.Kontrak istishna’ biasanya diprakitkkan dalam perbankan dalamproyek kontruksi, dimana nasabah memerlukan biaya untuk membangunsuatu kontruksi. Akad ini identik dengan akad salam dalam hal caramemperoleh asset, maka kontrak istishna’ selesai ketika barang/bangunaniatu selesai dibuat.Landasan Syasriah Jika dianalogkan (qiyas) dengan bai’ ma’dum , maka jual beli istishna’tidak diperbolehkan. Menurut hanafiyah,jual beli istishna’ diperbolehkandengan alasan istihsanan , demi kebaikan kehidupan manusia dan telahmenjadi kebiasaan (‘urf) dalam beberapa masa tanpa ada ulama yangmengingkarinya. Akan istishna’ diperbolehkan karena ada ijma’ ulama.Menurut ulama malikiyah, syafi’iyah dan hanabalah, akad istishna’ sahdengan landasan diperbolehkannya akad salam, dan telah menjadi kebiasaanummat manusia dalam bertransaksi (‘urf). Dengan catatan, terpenuhinya

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agus Mulyadi liked this
Sri My Sunshine liked this
Bama Pradika liked this
Hanif Cho liked this
Faiiq Smart liked this
Raisya Pratiwie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->