Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penjelasan Gamblang Hizbut Tahrir Indonesia Dihadapan Pemimpin Gereja Dan Hindu Tentang Kerukunan Beragama

Penjelasan Gamblang Hizbut Tahrir Indonesia Dihadapan Pemimpin Gereja Dan Hindu Tentang Kerukunan Beragama

Ratings: (0)|Views: 1 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Feb 21, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2014

pdf

text

original

 
21/2/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Penjelasan Gamblang Hizbut Tahrir Indonesia Dihadapan Pemimpin Gereja dan Hindu Tentang Kerukunan Bera…http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/02/20/perlu-penjelasan-nyata/1/3
Penjelasan Gamblang Hizbut Tahrir Indonesia DihadapanPemimpin Gereja dan Hindu Tentang KerukunanBeragama
February 20th, 2014 by kafi
Oleh: Muhammad Rahmat Kurnia
Pertengahan Februari 2014 lalu saya berkesempatan bertemu dengan Ketua ForumKerukunan Umat Beragama (FKUB), Ahmad Syafi’i Mufid. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Rudi Pratikno dari Panitya Wali
Gereja
 Indonesia (PWI), Romo Pandito Padanda PanjiSokata dari Hindu, dan sejumlah pimpinan organisasi Islam.Kesempatan tersebut merupakan upaya untuk menjelaskan bagaimana Islam memandangkerukunan. ‘Hakikatnya, Islam tidak memiliki persoalan dengan pluralitas/kemajemukan. Al-Quran menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia ini bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling kenal mengenal. Bahkan, ketika Rasulullah SAW berhasil menegakkanpemerintahan Islam di Madinah, hidup pula di sana nun Muslim dari suku Aus dan Khajraj,Yahudi, dan Nasrani dari Najran. Sekalipun belakangan Yahudi diusir dari Madinah karenamelanggar perjanjian’ jelas Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto. ‘Begitu pula ketikaKhilafah tegak, Khilafah tegak di tengah masyarakat yang majemuk. Bahkan, mulai dari ujungBarat di Spanyol sampai Ujung Timur di Asia. Jadi, Islam tidak memiliki persoalan denganpluralitas,’ tambahnya. Bahkan saat Khilafah menguasai Spanyol para ahli menyebutnyasebagai wilayah dengan
the three religion
, wilayah tiga agama. Terkait dengan pendirianrumah ibadah, Ismail mengatakan bahwa persoalannya bukan sekedar pada pendiriannyamelainkan terdapat sejumlah persoalan sosial yang menyertainya. Misalnya, hanya terdapatbeberapa orang nun Muslim di tengah-tengah suatu masyarakat Muslim hendak mendirikangereja. Mereka berupaya mendatangkan peserta (jamaah) dari luar daerah. Lalu, fungsitempat tersebut bukan sekedar untuk peribadatan melainkan juga untuk pemurtadan. Caraagar mendapatkan ijin mendirikan bangunannya pun ditempuh dengan pemalsuan tandatangan. Nah, inilah yang menjadikan munculnya penolakan dari kaum Muslim. Jadi, kalaupemurtadan ini tidak ada maka tidak akan muncul persoalan tersebut. Oleh sebab itu, hentikanpemurtadan.Merespon hal tersebut, Pak Rudi dari PWI menyatakan apresiasinya tentang penjelasan bahwaIslam tidak ada persoalan dengan pluralitas. Beliau juga menyatakan bahwa tidak ada yangnamanya pemurtadan. Berikutnya, beliau bertanya apakah HTI bersedia untuk suatu ketikadiajak berdialog untuk dapat membantu menjelaskan kepada masyarakat tentang realitas yangterjadi sehingga pendirian rumah ibadah tidak menimbulkan persoalan. Namun, kami dari HTImenyatakan bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa pemurtadan itu ada. ‘Kami punya segepok
 
21/2/2014Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Penjelasan Gamblang Hizbut Tahrir Indonesia Dihadapan Pemimpin Gereja dan Hindu Tentang Kerukunan Bera…http://m.hizbut-tahrir.or.id/2014/02/20/perlu-penjelasan-nyata/2/3
data terkait pemurtadan. Bahkan, sekarang sedang menangani satu kasus terkait pemurtadanini,’ tegas Jubir HTI. Oleh karena itu, HTI tidak dapat serta merta mengiyakan permintaantersebut. Harus dilihat dulu faktanya seperti apa. Apabila memang realitasnya terjadipemurtadan, penipuan, pemalsuan tanda tangan, dan sebagainya HTI akan mengatakan apaadanya. ‘Kami harus melindungi akidah umat,’ ungkap Ketua DPP HTI, Rokhmat S. Labib.Sementara itu, Romo Pandito Padanda Panji Sokata dari Hindu mengungkapkan terima kasihatas penjelasan bagaimana sikap Islam terhadap berbagai agama yang berbeda. ‘Inipenjelasan yang menyejukkan. Hakikatnya memang kita ini harus rukun,’ ungkapnya. ‘Memang, ketika kami berjuang menegakkan syariah dan Khilafah, kami tidak sedangberhadapan dengan agama Katolik, Protestan, Hindu, Budha atau agama lain. Kami sedangmenghadapi penjajahan Negara kafir yang sedang mencengkeram dunia. Negara kafir itusering kali membajak agama untuk melegalisasi tindakannya. Justru, kapitalisme itu musuhbersama,’ tegas Jubir HTI. ‘Bahkan, kami mengajak bapak-bapak semua untuk mendukungsyariah dan Khilafah ini,’ pungkasnya.Saya saat itu menambahkan, ‘Bapak-bapak tidak perlu takut dengan HTI. Kami berupayamenegakkan syariah dan Khilafah untuk menyelamatkan bukan hanya umat Islam melainkan juga seluruh umat manusia. Salah satu isi syariat Islam adalah sabda Nabi MuhammadSAW
man adza dzimmiyan ka annahu adzani 
 (siapa saja yang menyakiti
kafir dzimmi 
makaseolah-olah ia menyakiti aku). Dalam masalah keyakinan, ibadah, makanan, minuman, tatacara pernikahan, dan masalah pribadi lainnya diserahkan kepada agamanya. Namun, dalammasalah publik harus diatur oleh syariat Islam.Rokhmat S. Labib menegaskan, ‘Pengharamanriba diberlakukan kepada keseluruhan warga baik Muslim ataupun nun Muslim. Kalau adaorang yang membunuh tanpa haq, maka ia dibunuh lagi tanpa membedakan apa agamanya.’ Romo Pandito segera menjawab, ‘Memang dalam agama Hindu riba itu dilarang, zina dilarang,mabuk dilarang, dan membunuh pun dilarang.’Ketua PWI Jakarta, Rudi Pratikno, mengajukan pertanyaan. ‘Kalau suatu ketika Khilafah ituberdiri, bagaimana dengan
nation state
/Negara bangsa ini?’ tanyanya serius. ‘Islam itudatang untuk seluruh manusia.
Nationstate
 itu baru ada sejak perjanjian Sykes-Picot. Kenyataannya nasionalisme ini justru menjadikan bangsa-bangsa berkelahi dan terpecah,’ jawab penulis buku Tafsir al-Wa’ie, Rokhmat S. Labib. ‘Sebelumnya ada peradaban Romawidan Persia, lalu digantikan oleh peradaban Islam hingga runtuhnya kekhilafahan Utsmaniyahpada tahun 1924. Setelah itu, dimunculkanlah konsep Negara bangsa/
nation state
dengansosialisme/komunisme dan kapitalisme yang diterapkan. Kerusakan pun terjadi dalam segalabidang. Kini, kita perlu peradaban baru. Kami menawarkan peradaban Islam di bawahnaungan Khilafah sebagai pengganti peradaban kapitalisme itu,’ tambah Ismail.‘Saat sekarang ini, dunia sedang berupaya menyatu. Salah satu wujudnya adalah PerserikatanBangsa-Bangsa (PBB). Banyak instrumen yang dibuat, di antaranya adalah World Bank danDana Moneter Internasional (IMF). Namun, lembaga ini dinilai banyak pihak sebagai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->