Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
38Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel - FILSAFAT

Artikel - FILSAFAT

Ratings: (0)|Views: 2,010 |Likes:
Published by Mulia

More info:

Published by: Mulia on Oct 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Arti dan Kategori Filsafat
Filsafat adalah pandangan tentang dunia dan alam yang dinyatakan secara teori.Filsafat adalah suatu ilmu dan suatu metode berpikir atau cara berpikir untuk memecahkan problem-problem gejala alam dan masyarakat. Filsafat merupakan sikap hidup manusia dansebagai pedoman untuk bertindak dalam menghadapi gejala-gejala alam dan masyarakat. Namun, filsafat bukan berarti suatu kepercayaan yang dogmatis dan membuta.Filsafat mempersoalkan tentang masalah-masalah etika/moral, estetika/seni,sosial/politik, epistemologi/tentang pengetahuan, ontologi/tentang manusia. Kategori persoalan filsafat meliputi soal-soal hubungan antara bentuk dan isi, sebab dan akibat,gejala dan hakekat, keharusan dan dan kebetulan, keumuman dan kekhususan.Filsafat mempersoalkan soal-soal yang pokok. Sedangkan soal yang terpokok dari persoalan filsafat adalah soal hubungan antara ide dan materi, fikiran dan keadaan. Manayang primer dan mana yang sekunder di antara keduanya itu, ide atau materi, fikiran ataukeadaan. Jawaban dari persoalan terpokok tersebut akan membagi semua aliran filsafatmenjadi dua kubu, kubu filsafat Idealisme dan kubu filsafat Materialisme.Semua aliran filsafat yang memandang dan menyatakan ide atau pikiran sebagai halyang primer, dan materi atau keadaan sebagai suatu hal yang sekunder, termasuk dalamkubu filsafat Idealisme. Sebaliknya, semua aliran filsafat yang memandang dan menyatakanmateri atau keadaan sebagai hal yang primer, dan ide atau pikiran sebagai hal yangsekunder, termasuk dalam kubu filsafat Materialisme.
Aliran dan Kubu Filsafat
Filsafat mempunyai banyak sekali aliran. Tapi dari semua aliran yang banyak sekaliitu bisa dibagi hanya dalam dua kubu, yakni kubu filsafat Idealisme dan kubu filsafatMaterialisme. Aliran pokok filsafat adalah idealisme dan materialisme. tapi, di samping duaaliran yang pokok itu, terdapat pula aliran filsafat dualisme.Walau begitu, aliran filsafat dualisme pada hakekatnya adalah aliran filsafatidealisme juga karena pandangannya didasarkan pada ide yang mereka reka. Filsafatdualisme memandang ide dan materi, pikiran dan keadaan, sebagai hal yang kedua-duanya1
 
 primer atau tidak ada yang sekunder. Pandangan seperti itu pasti tidak berdasarkan ataskenyataan. Itulah idealismenya filsafat dualisme.
Watak dan Kelas Filsafat
Filsafat selalu mencerminkan watak dan mewakili kepentingan kelas tertentu.karena itu filsafat selalu mempunyai dan merupakan watak dari suatu kelas.Filsafat idealisme mencerminkan watak dan mewakili kepentingan kelas pemilik alat produksi yang menindas dan menghisap yaitu kelas-kelas tuan budak atau pemilik  budak, kelas tuan feodal atau tuan tanah, kelas borjuis atau kapitalis dan sebagainya. Tetapisebaliknya, filsafat materialisme mencerminkan watak dan mewakili kepentingan kelas bukan pemilik alat produksi yang tertindas dan terhisap, yaitu klas buruh dsb. Sedangfilsafat dualisme mencerminkan watak dan mewakili kepentingan klas pemilik alat produksi tapi yang tertindas dan juga terhisap yaitu klas borjuis kecil dsb.
Pentingnya Berfilsafat dan Cara Belajar Berfilsafat
Berfilsafat itu penting. Dengan berfilsafat, orang akan mempunyai pedoman untuk  bersikap dan bertindak secara sadar dalam menghadapi gejala-gejala yang timbul dalamalam dan masyarakat. Kesadaran tersebut akan membuat sesorang menjadi tidak mudahdigoyahkan dan diombang-ambingkan oleh timbul-tenggelamnya gejala-gejala yangdihadapi.Sedangkan untuk berfilsafat, orang harus belajar filsafat. Dan belajar filsafat harusdengan cara yang benar. Cara belajar filsafat adalah harus menangkap ajaran dan pengertiannya secara ilmu, lalu memadukan ajaran dan pengertiannya itu dengan praktek.Selanjutnya mengambil pengalaman dari praktek itu, dan kemudian menyimpulkan praktek itu secara ilmu.
Arti Berfilsafat
Berfilsafat berarti bersikap dan bertindak secara sadar berdasarkan ilmu dan metode berpikir terhadap gejala-gejala alam dan masyarakat yang dihadapi. Berfilsafat bukan bersikap dan berindak secara tradisi, menurut kebiasaan atau berdasarkan naluri turun-temurun dalam menghadapi dan memecahkan problem-problem gejala-gejala itu.2
 
Filsafat Materialisme Dialektika dan Historis (MDH):
a. Arti MDH.
Materialisme Dialektik berarti pandangannya secara materialis dan metodenyasecara dialektis. Sedangkan materialisme historis berarti materialisme dialektik yangditerapkan dalam gejala sosial atau masyarakat.
b. Lahirnya MDH dan Penciptanya.
Filsafat MDH lahir sesudah lahirnya berbagai macam filsafat yang pandangannyamaterialis atau yang metodenya dialektis. Sedangkan penciptanya adalah Karl Marx.Filsafat MDH diciptakan oleh Karl Marx dan menjadi filsafat Marxisme.Filsafat MDH merupakan hasil kesimpulan dan ciptaan Karl Marx belajar danmengambil dari kebenaran ajaran pandangan filsafat mateerialisme Feuerbach dan metodefilsafat dialektik Hegel. Karl Marx mengambil isinya yang benar dari pandangan materialisfilsafat Feuerbach dan membuang kulitnya yang salah dari metodenya yang metafisis.Selanjutnya Karl Marx mengambil isinya yang benar dari metode dialektis filsafat Hegeldan membuang kulitnya yang salah dari pandangannya yang idealis.Karl Marx menerima kebenaran pandangan materialisme filsafat Feuerbach, tetapimenolak kesalahan metodenya yang metafisis. Dan Karl Marx juga menerima kebenaranmetode dialektis filsafat Hegel, tapi menolak kesalahan pandangannya yang idealis.Kesimpulan dari itu, maka Karl Marx menciptakan filsafat MDH dan lahirlahfilsafat MDH Karl Marx.
c. Ciri dan watak kelas MDH 
Ciri-ciri filsafat MDH ialah ilmiah, obyektif, universil, praktis, lengkap danrevolusioner.
-Ilmiah karena metodenya dialektis.-Obyektif karena pandangannya materialis.-Universil karena ajarannya tidak hanya berlaku di dalam alam saja, tetapi jugaberlaku di dalam masyarakat.-Praktis karena ajarannya dapat dibuktikan dan dilaksanakan.-Lengkap karena ajarannya tidak hanya bicara soal alam, tapi juga soalmasyarakat.
3

Activity (38)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Maghfirah HR liked this
Yurmilza Nandha liked this
Delsy Arma Putri liked this
Alfian Muflih liked this
Delsy Arma Putri liked this
Alfian Muflih liked this
Yuki liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->