BAB IIPEMBAHASAN
A.
Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada
Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyatdan kratos yang berarti pemerintahan. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pemerintahan yangkewenangannya pada rakyat. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat )diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. Pelaksanaan daridemokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di Indonesia hinggaIndonesia merdeka sampai sekarang ini. Demokrasi di negara Indonesia bersumberkan dari Pancasila dan UUD ’45 sehingga sering disebut dengan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat,dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyonganIndonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telahdilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakanPemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. Pilkada inimerupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.1.Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desaselama ini telah dilakukan secara langsung.2.Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Sepertitelah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan WaliKota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi,kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur dalam UU3