Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
32Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Harapan Dan Tantangan Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan Bertaraf Internasional

Harapan Dan Tantangan Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan Bertaraf Internasional

Ratings: (0)|Views: 5,341|Likes:
Published by djdhamiri

More info:

Categories:Types, Research
Published by: djdhamiri on Oct 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/27/2012

pdf

text

original

 
HARAPAN DAN TANTANGAN PENYELENGGARAANSEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BERTARAF INTERNASIONAL
BAB 1PENDAHULUAN
Era globalisasi telah merambah ke dalam dunia pendidikan, menuntut sekolahuntuk melakukan berbagai upaya yang berorientasi pada penciptaan kompetensilulusan yang berdaya saing global. Upaya yang harus dilakukan dalam rangkamemperbaki mutu sumber daya manusia adalah dengan meningkatan mutu pendidikan.Fokus utama yang harus perhatikan dalam peningkatan mutu pendidikan adalah peningkatan institusi sekolah sebagai basis utama pendidikan, baik aspek manajemen,sumber daya manusianya, maupun sarana dan prasarananya.Pendidikan di Indonesia pada era globalosasi dituntut untuk menghasilkansumber daya manusia yang unggul di bidang pengetahuan serta mampu bersaing didunia teknologi juga punya jiwa kebangsaan yang tinggi, sehingga di manapun beradaselalu memberikan karya terbaik bagi bangsa dan negaranya. Teknologi komunikasidan informasi yang begitu pesat rasanya memang tidak menjadikan perdebatan bila perkembangan ini diikuti dengan mendirikan sekolah bertaraf internasional diIndonesia. Pendidikan dan pelatihan adalah suatu yang sangat dibutuhkan sehubunganmenjelang tahun 2020 perkonomian Indonesia akan berubah dan berkembang ke arah perekonomian global, yang diikuti dengan perubahan arah perusahaan dan industriharus berkembang sesuai dengan tuntutan global, sehingga diperlukan pengembangansumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang mampu memenuhi danmengimbangi kebutuhan lokal, regional maupun internasional.Pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri dan dunia kerja. Untuk mencapai tujuan pendidikanyang diharapkan diperlukan dukungan dunia industri terutama dalam menetapkanstandar keahlian, pengembangan kurikulum dan kebijakan pengelolaan pendidikan.Kunci pengembangan kebijakan pendidikan kejuruan harus didasarkan pada perkembangan ekonomi dan pasar kerja. Berkaitan dengan ini kebijakan penggalakan pendidikan dasar akan memberikan dampak tersendiri pada penyerapan angkatan kerja.1
 
Pada saat ini industri Indonesia berjalan dengan bermodalkan padaketerampilan, produktivitas dan upah yang rendah. Kondisi ini tidak dapatdipertahankan, sehubungan dengan usaha yang sungguh-sungguh dari negara laindalam meningkatkan kemampuan angkatan kerjanya. Negara yang sejajar denganIndonesia seperti Thailand, Malaysia dan Pilipina memiliki cara yang relatif sudahlebih maju dalam mengembangkan angkatan kerjanya. Negara ini dalam masa yangakan datang dimungkinkan untuk menggeser posisi Indonesia dalam menghasilkan produk dengan upah yang rendah. Dengan demikian sasaran yang harus dicapaiIndonesia, yaitu menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan teknologi yang makincanggih, sehingga tercapai produktivitas dan efesiensi yang semakin tinggi.Ketertinggalan di berbagai bidang di era globalisasi dibandingkan negara-negara tetangga rupanya menyebabkan pemerintah terdorong untuk memacu diri untuk memiliki pendidikan dengan standar internasional. Sektor pendidikan termasuk yangdidorong untuk berstandar internasional. Dorongan itu bahkan dicantumkan di dalamUU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 50 ayat (3), Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 61 Ayat (1)Keinginan melakukan penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional (SBI)dilatarbelakangi oleh tiga alasan yaitu (1) kebutuhan sumber daya manusia (SDM) diera global, (2) adanya dasar hukum yang kuat, dan (3) landasan filosofieksistensialisme dan esensialisme (fungsionalisme) (Depdiknas, 2006). Era globalisasimenuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam teknologi, manajemen dansumberdaya manusia. Keunggulan teknologi akan menurunkan biaya produksi,meningkatkan kandungan nilai tambah, memperluas keragaman produk, danmeningkatkan mutu produk. Keunggulan manajemen akan meningkatkan efektivitasdan efisiensi. Keunggulan SDM merupakan kunci daya saing karena SDM yang akanmenentukan siapa yang mampu menjaga kelangsungan hidup, perkembangan, dankemenangan dalam persaingan.Sekolah bertaraf internasional yang dimaksud oleh undang-undang dan peraturan pemerintah, di samping untuk memicu peningkatan mutu pendidikan, bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan setingkat atau memiliki level yang sama dengansekolah-sekolah sejenis di negara-negara maju sehingga mutu pendidikan tidak hanyamempunyai keunggulan lokal tetapi juga keunggulan internasional atau global. Saat ini penyelenggaraan SBI dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah. Beberapasekolah menggunakan label sekolah internasional maupun kelas internasional dengan2
 
 pola penyelenggaraan yang berbeda. Ada pula sekolah penyelenggara SBI yangmemperlakukan siswa secara keseluruhan sebagai siswa internasional, bukan kelasinternasional, sedangkan dilihat dari segi ketenagaan, SBI juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada juga SBI yang menggunakan tenaga asing (
expatriate
) sebagaitenaga pendidik dan ada pula yang menggunakan guru lokal secara keseluruhan.Seiring dengan tuntutan peraturan perundangan dan era global, penyelenggaraanSBI harus memiliki keunggulan kompetitif. Penyelenggaraan SBI pada SMK diproyek-sikan agar lulusannya dapat segera terserap di dunia kerja, baik dalam negeri maupunluar negeri. Penyelenggaraan SBI perlu memiliki strategi-strategi
 good practice
untuk menghasilkan lulusan sesuai tuntutan dunia kerja dalam rangka peningkatan mutu dandaya saing. Dengan demikian rintisan pembukaan Sekolah Menengah Kejuruanmerupakan harapan bagi penyediaan tenaga kerja yang berkualitas dan siap bersaing diera global dan tantangan bagi fihak penyelenggara pendidikan dan sekolah untuk dapat mempersiapkan segala kemampuannya dalam rangka menyongsong era perbaikan kualitas pendidikan agar menghasilkan lulusan yang berkompeten dan dapatditerima di pasar tenaga kerja industri secara global.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->