Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pbl 4 blok 30 (aborsi provokatus).docx

pbl 4 blok 30 (aborsi provokatus).docx

Ratings: (0)|Views: 0|Likes:
Published by Sucitra Setiawan

More info:

Published by: Sucitra Setiawan on Feb 26, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2014

pdf

text

original

 
1 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Terusan Arjuna No.6, Jakarta 11510
 
Sucitra Setiawan 10-2008-042
 
 
Martiana Helena 10-2009-173
 
 
Budiono Mulyo 10-2009-249
 
 
Jessica Lawrence 10-2010-227
 
 
Mellyana Fransisca 10-2010-079
 
 
Martin Prayiggo 10-2010-018
 
 
Silvia Veronica Cahaya 10-2010-039
 
 
Ricco Marsel 10-2010-198
 
Kelompok B 1
 
2
SKENARIO
Anda kebetulan sedang berdinas jaga di laboratorium di sebuah Rumah Sakit tipe B. Seorang anggota polisi membawa sebuah botol ukuran 2 liter yang disebutnya sebagai botol dari sebuah alat
“suction curret” milik seorang dokter di kota anda. Masalahnya adala
h bahwa dokter tersebut disangka telah melakukan pengguguran kandungan yang illegal dan didalam botol tersebut terdapat campuran darah dan jaringan hasil suction. Polisi menerangkan dalam surat keterangannya, bahwa darah dan  jaringan dalam botol berasal dari tiga perempuan yang ssat ini sedang diperiksakan ke Bagian Kebidanan di Rumah Sakit anda. Penyidik membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang dapat menjelaskan apakah benar telah terjadi pengguguran kandungan dan apakah benar bahwa ketiga perempuan yang sedang diperiksa di kebidanan adalah perempuan yang kandungannya digugurkan oleh dokter tersebut. Hasil pemeriksaan tersebut penting agar dapat dilanjutkan ke proses hokum terhadap dokter tersebut. Anda tau bahwa harus ada komunikasi antara anda dengan dokter kebidanan yang memeriksa perempuan-perempuan diatas, agar pemeriksaan medis dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi penyidikan dan penegakan hukum.
PENDAHULUAN
Di masyarakat, kerap terjadi peristiwa pelanggaran hukum yang menyangkut tubuh dan nyawa manusia. Untuk pengusutan dan penyidikan serta penyelesaian masalah hukum ini di tingkat lebih lanjut sampai pada akhirnya pemutusan perkara di pengadilan, di perlukan bantuan berbagai ahli di bidang terkait untuk membuat jelas jalannya peristiwa serta keterkaitan antara tindak yang satu dengan yang lain dalam rangka peristiwa tersebut. Dalam hal terdapat korban, baik yang masih hidup atau pun yang meninggal akibat peristiwa tersebut, di perlukan seorang ahli dalam bidang kedokteran untuk memberikan penjelasan bagi para pihak yang menangani kasus tersebut.
1
 Dalam suatu tindakan abortus, di masyarakat masih mengangap bahwa kejadian ini adalah sesuatu hal yang bertentangan dengan agama dan memiliki ketentuan-ketentuan hukum yang melarang seorang melakukan tindakan abortus tersebut. Faktor- faktor yang memungkinkan seorang perempuan melakukan tindakan abortus adalah karena ia takut ketahuan kalau sedang hamil, tidak menginginkan anak tersebut, adanya paksaan dari orang lain, atau karena indikasi medis tertentu yang mengharuskan seorang perempuan harus diaborsi.
 1
 Pengertian pengguguran kandungan menurut hokum adalah tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran tanpa melihat usia kandungannya dan juga tidak dipersoalkan apakah dengan pengguguran kehamilan tersebut bayi lahir hidup atau mati. Yang dianggap penting adalah ketika dilakukan pengguguran kandungan tersebut, janin masih dalam keadaan hidup. Pengertian pengguguran kandungan secara hukum berbeda pengertiannya dengan pengertian pengguguran kandungan jika dilihat dari sisi kedokteran karena mengandung unsur kesengajaan dan tidak mementingkan usia kehamilan.
 2
 Pengertian pengguguran kandungan kandungan atau aborsi secara kedokteran dibagi dalam beberapa bagian menurut cara terjadinya, yaitu:
 
1.
 
Abortus spontanea (abortus yang berlangsung tanpa tindakan), yaitu:
 
3
 
Abortus Imminens : Peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks
 
Abortus insipiens : Peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.
 
Abortus inkompletus : Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. 4.Abortus kompletus : Semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan 2.
 
Abortus provokatus (abortus yang sengaja dibuat), yaitu: Menghentikan kehamilan sebelum  janin dapat hidup diluar tubuh ibu. Pada umumnya dianggap bayi belum dapat hidup diluar kandungan apabila kehamilan belum mencapai umur 28 minggu, atau berat badan bayi belum 1000 gram, walaupun terdapat kasus bahwa bayi dibawah 1000 gram dapat terus hidupAbortus provokatus dapat dibedakan menjadi:
 
Abortus Provokatus Medisinalis/Artificialis/Therapeuticus Di Indonesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu. Syarat-syaratnya :
 
Dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukannya (yaitu seorang dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan) sesuai dengan tanggung jawab profesi
 
Harus meminta pertimbangan tim ahli (ahli medis lain, agama, hukum, psikologi)
 
Harus ada persetujuan tertulis dari penderita atau suaminya atau keluarga terdekat
 
Dilakukan di sarana kesehatan yang memiliki tenaga / peralatan yang memadai, yang ditunjuk oleh pemerintah
 
Prosedur tidak dirahasiakan
 
Dokumen medik harus lengkap
 
Abortus Provokatus Kriminalis Abortus yang sengaja dilakukan dengan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu. Dalam hal ini, hanya abortus provokatus kriminalislah yang termasuk dalam lingkup pengertian pengguguran kandungan menurut hukum.
 3
 Kasus abortus di Indonesia jarang diajukan ke pengadilan, karena pihak si ibu yang merupakan korban dan juga sebagai pelaku, sehingga sukar diharapkan adanya laporan abortus. Umumnya kasus abortus di Indonesia diajukan ke pengadilan hanya bila terjadi komplikasi atau apabila ada pengaduan dari si ibu atau si ayah.
 1
PROSEDUR MEDIKOLEGAL
Kewajiban Dokter Membantu Peradilan
4,5
 
KUHAP Pasal 133

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->