3Ekonomi kesejahteraan syariah dapat didefinisikan sebagai suatu cabang ilmuekonomi yang membantu merealisasikan kesejahteraan manusia melalui suatualokasi dan distribusi sumber-sumber daya langka yang seirama dengan tujuan,tanpa mengekang kebebasan individu, menciptakan keseimbangan makroekonomidan ekologi yang berkepanjangan, atau melemahkan solidaritas keluarga dansosial serta jaringan moral masyarakat. Tujuan mendorong kesejahteraan manusiaakan membantu menyediakan suatu arah yang tegas baik bagi pembahasan teoritismaupun resep kebijakan (Chapra, 2001:108).
1.2.Pendekatan Ekonomi Kesejahteraan Konvensional danEkonomi Kesejahteraan Syariah.
1.2.1. Pendekatan Ekonomi Kesejahteraan Konvensional
Ada dua pendekatan yang dapat diambil terhadap ekonomi kesejahteraan,yaitu pendekatan Neo-Klasik dan pendekatan ekonomi kesejahteraan yang baru.Pendekatan Neo-klasik telah dikembangkan oleh Pigou, Bentham, Sidgwich,Edgeworth, dan Marshall. Pendekatan Neo-Klasik berasumsi bahwa nilai gunamerupakan kardinal dan konsumsi tambahan itu menyediakan peningkatan yangsemakin kecil dalam nilai guna (diminishing marginal utility). Pendekatan Neo-Klasik lebih lanjut berasumsi bahwa semua individu mempunyai fungsi nilai gunayang serupa, oleh karena itu hal tersebut mempunyai makna untuk membandingkan nilai guna individu dengan nilai guna milik orang lain. Olehkarena asumsi ini, hal tersebut memungkinkan untuk membangun suatu fungsikesejahteraan sosial dengan hanya menjumlahkan seluruh fungsi nilai gunaindividu.
Leave a Comment
perspektif demografi