Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
ekonomikesejahteraansyariah

ekonomikesejahteraansyariah

Ratings: (0)|Views: 3,597 |Likes:
Published by Ammâ Ĉeper

More info:

Published by: Ammâ Ĉeper on Oct 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

 
1
EKONOMI KESEJAHTERAAN SYARIAH
M. SUYANTOwww.msuyanto.com
BAB 1PENDAHULUAN
1.1.Pengertian Ekonomi Kesejahteraan Konvensional danEkonomi Kesejahteraan Syariah.
1.1.1. Pengertian Ekonomi Kesejahteraan Konvensional
Ekonomi Kesejahteraan merupakan cabang ilmu ekonomi yang menggunakanteknik ekonomi mikro untuk menentukan secara serempak efisiensi alokasi dariekonomi makro dan akibat distribusi pendapatan yang berhubungan dengan itu(O’Connel, 1982). Ekonomi kesejahteraan adalah kerangka kerja yang digunakanoleh sebagian besar ekonom publik untuk mengevaluasi penghasilan yangdiinginkan masyarakat (Rosen, 2005:99). Ekonomi kesejahteraan menyediakandasar untuk menilai prestasi pasar dan pembuat kebijakan dalam alokasisumberdaya (Besley, 2002). Definisi ini merupakan seperangkat alokasi nilai guna(utility) yang dapat dicapai dalam suatu subyek masyarakat terhadap kendala daricitarasa dan teknologi.Ekonomi kesejahteraan mencoba untuk memaksimalkan tingkatan darikesejahteraan sosial dengan pengujian kegiatan ekonomi dari individu yang adadalam masyarakat. Kesejahteraan ekonomi mempunyai kaitan dengankesejahteraan dari individu, sebagai lawan kelompok, komunitas, atau masyarakatsebab ekonomi kesejahteraan berasumsi bahwa individu adalah unit dasa pengukuran. Ekonomi kesejahteraan juga berasumsi bahwa individu merupakan
 
2hakim terbaik bagi kesejahteraan mereka sendiri, yaitu orang-orang akanmenyukai kesejahteraan lebih besar daripada kesejahteraan lebih kecil, dankesejahteraan itu dapat diukur baik dalam terminologi yang moneter atau sebagaisuatu preferensi yang relatif.Kesejahteraan sosial mengacu pada keseluruhan status nilai guna bagimasyarakat. Kesejahteraan sosial adalah sering didefinisikan sebagai penjumlahandari kesejahteraan semua individu di masyarakat. Kesejahteraan dapat diukur baik secara kardinal yang dalam dollar (rupiah) atau “utils”, atau diukur secara ordinaldalam terminology nilai guna yang relatif. Metoda kardinal adalah jarangdigunakan sekarang ini oleh karena permasalahan agregat yang membuatketelitian dari metoda tersebut diragukan. Ada dua sisi dari ekonomikesejahteraan, yaitu efisiensi ekonomi dan distribusi pendapatan. Efisiensiekonomi adalah positif lebih luas dan berhadapan dengan " ukuran dari kue".Distribusi Pendapatan adalah jauh lebih normatif dan berhadapan dengan " pembagian atas kue".
1.1.2. Pengertian Ekonomi Kesejahteraan Syariah
Ekonomi kesejahteraan konvensional hanya menekankan pada kesejahteraanmaterial saja, dengan mengabaikan kesejahteraan spiritual dan moral. Ekonomikesejahteraan syariah bertujuan mencapai kesejahteraan manusia secaramenyeluruh, yaitu kesejahteraan material, kesejahteraan spiritual dan moral.Konsep ekonomi kesejahteraan syariah bukan saja berdasarkan manifestasi nilaiekonomi, tetapi juga nilai moral dan spiritual, nilai sosial dan nilai politik Islami.Dengan demikian ekonomi kesejahteraan syariah mempunyai konsep lebihkomprehensif (Mannan, 1970:358).
 
3Ekonomi kesejahteraan syariah dapat didefinisikan sebagai suatu cabang ilmuekonomi yang membantu merealisasikan kesejahteraan manusia melalui suatualokasi dan distribusi sumber-sumber daya langka yang seirama dengan tujuan,tanpa mengekang kebebasan individu, menciptakan keseimbangan makroekonomidan ekologi yang berkepanjangan, atau melemahkan solidaritas keluarga dansosial serta jaringan moral masyarakat. Tujuan mendorong kesejahteraan manusiaakan membantu menyediakan suatu arah yang tegas baik bagi pembahasan teoritismaupun resep kebijakan (Chapra, 2001:108).
1.2.Pendekatan Ekonomi Kesejahteraan Konvensional danEkonomi Kesejahteraan Syariah.
1.2.1. Pendekatan Ekonomi Kesejahteraan Konvensional
Ada dua pendekatan yang dapat diambil terhadap ekonomi kesejahteraan,yaitu pendekatan Neo-Klasik dan pendekatan ekonomi kesejahteraan yang baru.Pendekatan Neo-klasik telah dikembangkan oleh Pigou, Bentham, Sidgwich,Edgeworth, dan Marshall. Pendekatan Neo-Klasik berasumsi bahwa nilai gunamerupakan kardinal dan konsumsi tambahan itu menyediakan peningkatan yangsemakin kecil dalam nilai guna (diminishing marginal utility). Pendekatan Neo-Klasik lebih lanjut berasumsi bahwa semua individu mempunyai fungsi nilai gunayang serupa, oleh karena itu hal tersebut mempunyai makna untumembandingkan nilai guna individu dengan nilai guna milik orang lain. Olehkarena asumsi ini, hal tersebut memungkinkan untuk membangun suatu fungsikesejahteraan sosial dengan hanya menjumlahkan seluruh fungsi nilai gunaindividu.

Activity (52)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anindya Dessi W liked this
erevolina liked this
Rainy Apa Adanya liked this
Rainy Apa Adanya liked this
Arif Syaam liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->