Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
54Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Atresia Esofagus

Atresia Esofagus

Ratings: (0)|Views: 3,625 |Likes:

More info:

Published by: Adnan Anung Pramudito on Oct 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2013

pdf

text

original

 
Atresia EsofagusDEFINISIAtresia Esofagus adalah esofagus (kerongkongan) yang tidak terbentuk secara sempurna.Pada atresi esofagus, kerongkongan menyempit atau buntu; tidak tersambung denganlambung sebagaimana mestinya.Kebanyakan bayi yang menderita atresia esofagus juga memiliki fistula trakeoesofageal(suatu hubungan abnormal antara kerongkongan dan trakea/pipa udara).Anatomi kerongkongan-lambungPENYEBABAtresia esofagus merupakan suatu kelainan bawaan pada saluran pencernaan.Terdapat beberapa jenis atresia, tetapi yang paling sering ditemukan adalahkerongkongan yang buntu dan tidak tersambung dengan kerongkongan bagian bawahserta lambung.Atresia esofagus dan fistula ditemuka pada 2-3 dari 10.000 bayi.GEJALAGejalanya bisa berupa:- mengeluarkan ludah yang sangat banyak - terbatuk atau tersedak setelah berusaha untuk menelan- tidak mau menyusu- sianosis (kulitnya kebiruan).Adanya fistula menyebabkan ludah bisa masuk ke dalam paru-paru sehingga terdapatresiko terjadinya pneumonia aspirasi.DIAGNOSADiagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut:# Memasukkan selang nasogastrik # Rontgen esofagus menunjukkan adanya kantong udara dan adanya udara di lambungserta usus.PENGOBATANJika keadaan bayi stabil, dilakukan pembedahan untuk memperbaiki atresia dan menutupfistula.Sebelum pembedahan dilakukan, untuk mencegah pneumonia aspirasi, makanan bayidiberikan melalui infus dan pada kerongkongan bagian atas dipasang alat penghisapludah agar tidak masuk ke paru-paru.
 
Atresia EsofagusAtresia Esofagus meliputi kelompok kelainan kongenital terdiri dari gangguankontuinitas esofagus dengan atau tanpa hubungan dengan trakhea. Pada 86% kasusterdapat fistula trakhea oesophageal di distal, pada 7% kasus tanpa fistula Sementara pada 4% kasus terdapat fistula tracheooesophageal tanpa atresia, terjadi 1 dari 2500kelahiran hidup. Bayi dengan Atresia Esofagus tidak mampu untuk menelan saliva danditandai sengan jumlah saliva yang sangat banyak dan membutuhkan suction berulangkali. (1,3,4)Kelainan lain yang menyertai terjadi pada 50% kasus, umumnya melibatkan satu ataulebih organ yang dikenal dengan hubungan VACTERL yaitu (Vetebral defect,Malformasi anorektal, Kardiovaskuler defek, trakheoesofagus defek, kelainan ginjal&defek pada anggota tubuh). Etiologinya sebagian besar tidak diketahui dan multifaktor, bagaimanapun, beberapa petunjuk telah ditemukan pada percobaan binatang, defek  biasanya pada expresi gen sonic hedgehog (shh).Umumnya kebanyakan kasus sporadik dan resiko rekurens pada saudara kandung sekitar 1%. Diagnosis mulai ditegakkan pada fase prenatal ditandai dengan gelembung perut(bubble stomach) yang kecil atau tidak ada sama sekali, pada usg antenatal sekitar kehamilan 18 minggu.Kemungkinan atresia semakin meningkat dengan ditemukannya polihidramnion. Selangnasogastrik masih bisa dilewatkan pada saat kelahiran semua bayi baru lahir dengan ibu polihidramnion sebagaimana juga bayi dengan mukus berlebihan, segara setelahkelahiran untuk membuktikan atau menyangkal diagnosa. Pada atresia esofagus selangtersebut tidak akan lewat lebih dari 10 cm dari mulut ( konfirmasi dengan Rongent dadadan perut).Angka keselamatan berhubungan langsung terutama dengan berat badan lahir dankelainan jantung, angka keselamatan bisa mendekati 100%, sementara jika ditemukanadanyan salah satu faktor resiko mengurangi angka keselamatan hingga 80% dan bisahingga 30-50 % jika ada dua faktor resiko.(1,3,5)BAB IEMBRIOLOGI ESOFAGUSSebagai hasil dari pelipatan mudigah ke arah sefalokaudal dan lateral, sebagian darirongga kantung kuning telur yang dilapisi endoderm bergabung kedalam mudigahmembentuk usus primitif. Perkembangan usus primitif dan turunannya biasanya dibagimenjadi empat bagian,yaitu;
 
1. usus faringeal2. usus depan à cikal bakal esofagus3. usus tengah4. usus belakangKetika mudigah berusia kurang lebih 4 minggu, sebuah divertikulum respiratorius (tunas paru) nampak di dinding ventral usus depan, diperbatasan dengan faring. Divertikulumini atau berangsur-angsur terpisah dari bagian dorsal usus depan melalui sebuah pembatas, yang dikenal sebagai septum esofagotrakealis. Dengan cara ini, usus depanterbagi menjadi bagian ventral, yaitu primordium pernapasan,dan bagian dorsal, yaituesofagus.Pada mulanya esofagus itu pendek, tetapi karena jantung dan paru-paru bergerak turun, bagian ini memenjang dengan cepat.Atresia esofagus (AE) atau fistula esofagotrakealis bisa disebabkan oleh penyimpanganspontan septum esofagotrakealis ke arah posterior atau oleh faktor mekanik yangmendorong dinding dorsal usus depan ke anterior.Pada bentuk yang paling seringditemukan, bagian proksimal esofagus mempunyai ujung berupa kantong buntu,sementara bagian distal berhubungan dengan trakea melalui sebuah saluran sempit padatitik tepat di atas percabangan. Jenis cacat yang lain di daerah ini jauh lebi jarang terjadi.Atresia esofagus menahan jalannya cairan amnion yang normal menuju saluran usus,sehingga mengakibatkan penumpukan cairan yang banyak sekali di kantong amnion(polihidroamnion).Di samping atresia, Lumen esofagus bisa menjadi sempit, sehingga menimbulkanstenosis esofagus. Stenosis biasanya terjadi di sepertiga bagian bawah dan mungkindisebabkan oleh oleh rekanalisasi yang tidak sempurna atau kelainan vaskuler ataukecelakaan yang menggangu aliran darah.Kadang-kadang esofagus gagal memanjang dan akibatnya lambung tertarik ke atas kehiatus esofagus melalui diafragma. Akibatnya terjadi hernia hiatus kongenital. (2)FIGURE 1. Successive stages in the development of the tracheoesophagealseptum duringembryologic development.(A) The laryngotracheal diverticulum forms as a ventral outpouching from the caudal partof the primitive pharynx.(B) Longitudinal tracheoesophageal folds begin to fuse toward the midline to eventuallyform the tracheoesophageal septum.

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nazatul Isma liked this
Cici Purnama liked this
Intan Cuttezz liked this
Yuii Supergirl liked this
Jennifer Tate liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->